Pengobatan Konvensional vs Minimal Invasif Untuk Kanker Serviks

Kanker serviks adalah jenis tumor ganas yang tumbuh di bagian rahim dan saluran leher rahim,
merupakan salah satu tumor di saluran reproduksi wanita yang umum ditemui. Kanker serviks memiliki
berbagai metode pengobatan. Metode pengobatan konvensional meliputi operasi dan kemoradioterapi,
tetapi karena efek sampingnya yang besar, menyebabkan metode ini tidak hanya membunuh sel kanker,
tetapi juga sel-sel normal lainnya, hal ini membuat metode ini cenderung sulit diterima oleh para pasien.
Ahli St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menuturkan, sebelum memasuki stadium lanjut,
kanker serviks perlu melalui sebuah proses, semakin cepat terdeteksi, efektifitas pengobatan akan
semakin baik.

QQ图片20180322123459
Metode Pengobatan Konvensional
Metode pengobatan konvensional yang paling umum kita jumpai adalah operasi dan kemoradioterapi.
Metode operasi cocok diterapkan pada pasien kanker serviks stadium awal, karena pembedahan yang
dilakukan dapat memprediksi penyebaran kanker, membersihkan bagian lokal tumor serta mencegah
kekambuhan, pasien kanker serviks dengan usia muda dapat mempertahankan jaringan ovarium. Tetapi
karena ruang lingkup operasi yang luas, sehingga tidak menutup kemungkinan pasien akan mengalami
gangguan buang air kecil dan berbagai komplikasi lainnya. Radioterapi cocok diterapkan pada pasien
kanker serviks dengan berbagai stadium, memiliki indikasi yang lebih luas dan efektif. Data yang ada
menunjukkan, sekitar 2%-5% kanker serviks kurang sensitif terhadap radioterapi, 5%-10% pasien
mungkin akan mengalami gangguan dibagian rectovesical.

 3
Pengobatan Komprehensif Minimal Invasif :
Intervensi
Intervensi dibagi menjadi Intervensi Vaskular dan Intervensi Non-Vaskular. Pada kanker serviks, biasanya
diterapkan Intervensi Vaskular. Pada metode ini akan dilakukan pembedahan sekitar 1-2cm, dengan
dipandu alat pencitraan akan dilakukan penusukan, obat anti kanker akan dimasukkan ke pusat tumor
melalui alat sejenis kateter, dengan begitu tumor akan terbunuh secara terarah, tanpa mempengaruhi
sel normal lainnya; selain itu, melalui teknik embolisasi, pembuluh darah tumor akan “disumbat”,
dengan begitu tumor akan “mati kelaparan”. Kelebihan dari metode ini antara lain tanpa operasi, minim
luka, pemulihan cepat dan efektif. Pada kasus kanker serviks, Intervensi telah berhasil menangani
banyak kasus.


Penanaman Biji Partikel Kombinasi Kemoradioterapi
Penanaman Biji Partikel Kombinasi Kemoradioterapi merupakan metode yang menanamkan biji partikel
ke pusat tumor melalui panduan alat CT atau USG. Biji-biji partikel ini akan memancarkan sinar radiasi,
mengobati tumor dan memutus jalur penyebaran tumor. Kanker serviks cenderung lebih sensitif
terhadap sinar radiasi sehingga metode ini lebih efektif, baik pada stadium awal maupun akhir.
Ahli Onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, menjelaskan, bagi pasien kanker serviks
dengan usia lanjut atau yang tidak dapat menjalani operasi dan kemoradioterapi, mereka dapat
menjalani pengobatan kanker di China untuk mendapatkan kesempatan pengobatan yang lebih baik. St.
Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memiliki 18 teknologi pengobatan komprehensif minimal
invasif yang dapat membawa harapan baru bagi pengobatan kanker serviks.

Info Pengobatan dan Konsultasi Gratis :

www.asiancancer.com/indonesian 

Ms. Marissa (TLP/WA) 0852-111-94878