Pengobatan Kanker Serviks Stadium Lanjut

  Kanker Servik

     Keputihan yang disebabkan akibat flora normal berlebihan tentunya memerlukan penanganan agar tidak menyebabkan komplikasi dan infeksi pada organ reproduksi Anda. Pengobatan keputihan akan disesuaikan dengan kuman penyebab keputihan yang Anda alami. Untuk itu segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan agar keputihan Anda bisa ditangani dengan obat minum . Selain itu menjaga kebersihan organ intim dengan baik dan benar juga diperlukan agar keputihan tidak berulang dengan cara :

  1. gunakan celana dalam bahan katun dan tidak ketat.

  2. Ganti celana dalam jika basah.menjaga kehigienisan daerah intim anda agar tetap kering.

  3. Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan secara berlebihan dan hindari penggunaan panty liner.

  4. Gunakan pembalut yang tidak menimbulkan reaksi gatal / alergi.

  5. Bersihkan organ intim dengan searah dari depan ke belakang

  Jika hasil biopsi menemukan adanya sel abnormal yang berpotensi kanker atau CIN, maka perlu dilakukan penanganan lebih lanjut. Untuk info yang lebih jelas tentunya sebaiknya Anda menanyakan langsung ke dokter kandungan Anda.

  Penanganan Cervical Intra-epitheial Neoplasia/CIN

  Hasil pemeriksaan dapat dikategorikan berdasarkan ketebalan permukaan leher rahim yang mengalami perubahan sel, yaitu:

   CIN 1: sepertiga ketebalan permukaan jaringan leher rahim terinfeksi. Umumnya perubahan sel ini dapat kembali normal tanpa penanganan apa pun. Jika diputuskan untuk tidak ditangani, Anda akan dianjurkan untuk menjalani pap smear lagi untuk memastikan sel kembali normal.

   CIN 2: dua pertiga ketebalan permukaan serviks mengandung sel tidak normal.

   CIN 3: seluruh permukaan jaringan leher rahim telah mengalami perubahan.

 %e5%ae%ab%e9%a2%88%e7%99%8c%e7%9a%84%e7%97%87%e7%8a%b6 

Terdapat 11 Ciri-ciri dan Gejala Kanker Serviks (Leher Rahim) | seperit dikutip pada Medis diskusi,yaitu:

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi.

  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya.

  3. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Mudah terjadi pendarahan, misalnya setelah berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir. Nyeri selama berhubungan seksual.

  4. Nyeri di sekitar pinggul

  5. Perdarahan pasca menopause. Artinya menopause sudah terjadi namun tiba-tiba muncul lagi pendarahan.

  6. Keputihan yang tidak biasa, keluar cairan berlebih, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk.

  7. Kehilangan nafsu makan Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.

  8. Kelelahan. Mudah sekali merasa lelah atau lemah.

  9. Sakit punggung. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki.

  10. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. Mudah mengalami patah tulang.

  11. Sembelit Darah dalam urin Anda (hematuria) hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

  Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks

  Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan untuk memeriksa gejala-gejala Kanker Serviks,seperti; tes Pap Smear, USG ,computerized tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET)

  Tes DNA HPV. Jika Anda berusia 30 tahun atau lebih, dokter juga dapat menggunakan tes laboratorium yang disebut tes DNA HPV untuk menentukan apakah Anda terinfeksi dengan salah satu jenis HPV yang paling mungkin menyebabkan kanker serviks. Seperti halnya tes Pap Smear, tes HPV DNA juga melibatkan pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk pengujian laboratorium. Kemudian Anda mungkin menjalani pemeriksaan lebih mendetail untuk mendiagnosis kanker serviks. Supaya lebih akurat diagnosis kanker serviks, diperlukan langkah-langkah berikut: Pemeriksaan serviks. Pemeriksaan ini disebut kolposkopi, dokter akan menggunakan alat pembesar khusus (colposcope) untuk memeriksa sel-sel abnormal pada serviks. Jika dokter telah mengidentifikasi daerah yang abnormal, maka akan diambil sampel berupa secuil jaringan untuk analisis (biopsy). Biopsi kerucut (konisasi) disebut demikian karena mengambil sampel jaringan serviks berbentuk kerucut. hal ini akan memungkinkan dokter untuk mendapatkan lapisan lebih dalam dari sel leher rahim untuk pengujian laboratorium

  Stadium kanker serviks antara lain:

  1. Stadium I. Kanker hanya terbatas pada serviks.

  2. Stadium II. Kanker pada tahap ini meliputi serviks dan vagina tetapi belum menyebar ke panggul sisi dinding atau bagian bawah vagina.

  3. Stadium III. Kanker pada tahap ini telah menyebar di luar leher rahim ke dinding panggul dan bagian bawah vagina.

  Stadium IV. Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih atau rektum, atau telah menyebar ke area lain dari tubuh, seperti paru-paru, hati dan tulang.

  Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi, kemoterapi, surgery, mengangkat seluruh rahim, disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat dari kemo biasa.

  5. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup