Pencegahan Dan Pengobatan Terhadap Kanker Serviks

Kanker Servik3

       Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun. Sayangnya, Vaksinasi HPV terbilang mahal setidaknya untuk negara berkembang. Pendapat yang mengatakan bahwa penularan virus dan pencegahan kanker leher rahim melalui mencuci pakaian orang terinfeksi dengan pakaian lain hingga saat ini belum terbukti kebenarannya.

2-151145937

  Testimoni Pasien kanker serviks asal Indonesia yaitu Haryati Lawidjaja terdiagnosa kanker serviks stadium I pada Oktober 2016, , saya mengalami keputihan semakin banyak dan berbau. Saya pun pergi melakukan pemeriksaan ke dokter setempat dan terdiagnosis kanker serviks stadium IB. Meskipun saya tidak mempersiapkan untuk kemungkinan terburuknya, tetapi saya berpikir pasti ada jalan, saya percaya Tuhan sudah mengatur semuanya, selama saya berada di dalamNya, pasti akan ada jalan keluar. Dokter merekomendasikan saya untuk menjalani operasi guna mencegah perkembangan dan penyebarannya, tapi saya sudah terlanjur mendaftar untuk mengikuti Maraton di Kuba, akhirnya saya putuskan setelah maraton baru saya akan mengatur kembali rencana pengobatan saya. Setelah pertandingan maraton, saya melakukan pemeriksaan kembali di rumah sakit di Singapura, dokter menyarankan kemoterapi, tapi saya memperhitungkan efek samping dari kemoterapi yang dapat mempengaruhi kehidupan saya di masa depan dan akan membuat saya selamanya hanya tidur di atas tempat tidur. Saya pun menolak saran dokter dan kembali ke Indonesia dan terus mencari pengobatan yang lebih baik.

  Secara kebetulan, saya membaca artikel tentang pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, pengobatan Minimal Invasif, minim luka dan minim efek samping, membuat mata saya seakan bersinar dan mendapatkan kembali harapan.dimana kankernya telah memasuki stadium IV ,saat itu dia datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou , setelah menjalani pengobatan Intervensi Suatu hari di Oktober 2016

  Pada Bulan Desember 2016, dengan penuh harapan saya datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, dan yang mengejutkan perkembangan penyakitnya telah mencapai stadium IV, tapi saya tidak berkecil hati, karena saya memiliki keyakinan dalam diri saya akan rumah sakit ini, tim medis menerapkan pengobatan Intervensi yang dikombinasikan dengan Terapi Natural. Hari kedua setelah pengobatan, saya merasa keputihan saya berkurang secara signifikan, setelah Intervensi pertama selesai, keputihan tidak lagi mengganggu saya.

  Setelah Intervensi pertama, saya kembali ke rumah untuk beristirahat dan menunggu waktu pengobatan selanjutnya. Selama waktu ini, saya masih sama seperti biasanya, berjalan, olahraga dan bersepeda. Keluarga dan teman-teman semua sangat terkejut melihat saya yang begitu energik, sebab mereka tahu bahwa saya adalah seorang pasien kanker, apalagi biasanya setelah kemoterapi pasien kanker pasti lemah, butuh tidur dan istirahat tapi saya justru terlihat seperti orang sehat, saya berjalan, berolahraga, bersepeda dan travelling. Pengobatan Minimal Invasif di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou membuat saya tidak perlu merasakan efek samping dari kemoterapi, sehingga kualitas hidup saya tidak terpengaruh, inilah sebabnya saya tidak memilih pengobatan di Indonesia maupun Singapura, saya memilih St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou.

  Pada Juni 2017, saya kembali ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan. Dr. Yao memberitahu saya satu kabar gembira, hasil CT scan menunjukkan hampir tidak ada aktivitas dari sel kankernya, indikator mendekati normal. Saya bahkan lebih terkejut bahwa para staff medis sudah menyiapkan kue ulang tahun dan makanan yang lezat untuk merayakan ulang tahun saya. Mereka mengelilingi saya dan bernyanyi lagu Happy Birthday untuk saya, membuat saya merasa diberkati dan bahagia.

2-084739879

  Saya sangat berterimakasih kepada Dr. Yao, para suster dan penerjemah lantai 8 yang telah merawat saya. Mereka semua sangat peduli dan teliti dalam merawat saya, dokter juga setiap saat selalu memberitahu dan menjelaskan mengenai penyakit dan prinsip pengobatan saya. Para perawat sangat dekat dan baik kepada saya, meskipun saya sendirian di rumah sakit, tapi saya tidak pernah merasa kesepian karena mereka seperti teman-teman dan keluarga yang selalu merawat dan membantu saya. Saya sering bertanya kepada para penerjemah tentang makanan yang enak dan tempat bermain di Guangzhou, mereka pun dengan ramah memberitahu saya. Karena merekalah, saya merasa lebih hidup dan memiliki banyak kenangan indah di sini.

  Setelah menjalani pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, kondisi saya sudah jauh lebih baik. Saya dapat memperkirakan bahwa hidup saya akan jadi lebih bermakna setelah berhasil mengalahkan kanker, saya dapat pergi travelling dan melakukan hal-hal lainnya, serta mengejar karir saya. Tentunya saya juga ingin membantu para pasien kanker lainnya, sehingga mereka memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk melawan kanker seperti saya, dapat menikmati hidup yang lebih baik. Saya mengatakan kepada mereka, “Jangan kawatir, percaya pada diri sendiri dan dokter, khawatir hanya akan membuat situasi Anda menjadi semakin buruk, kita harus berusaha untuk mengatasi emosi negatif kita, semuanya akan baik-baik saja!”

  Pap Smear merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat mengenali kelainan pada serviks. Dengan rutin melakukan papsmear, kelainan pada serviks akan semakin cepat diketahui sehingga memberikan hasil pengobatan semakin baik. Dokter yang tepat dalam melakukan pap smear adalah Dokter kandungan, tetapi beberapa Laboratorium dapat melakukannya.

  Pengobatan Standard pengobatan kanker serviks konventional meliputi : operasi pengangkatan, radioterapi, dan kemoterapi. Pengobatan kanker serviks tahap pra kanker – stadium 1A adalah dengan: histerektomi (operasi pengangkatan rahim). Bila pasien masih ingin memiliki anak, metode LEEP atau cone biopsy dapat menjadi pilihan. Pengobatan kanker serviks stadium IB dan IIA tergantung ukuran tumornya. Bila ukuran tumor tidak melebih 4 cm, disarankan radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan/tanpa kemo. Bila ukuran tumor lebih dari 4 cm, pasien disarankan menjalani radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, histerektomi, ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi. Selain pengobatan medis, pasien juga dapat melakukan terapi komplementer dengan Imunoterapi dan TCM(Terapi China Medicine) .

  St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou saat ini memiliki metode pengobatan kanker serviks seperti operasi, terapi intervensi dan terapi photodynamic. Pengobatan konvensional dengan operasi terutama diterapkan pada kanker serviks stadium dini, terapi intervensi dan terapi partikel terutama diterapkan untuk pasien dengan kanker serviks stadium lanjut yang telah metastasis. Terapi intervensi dengan membuka sayatan 1-2 mm pada tubuh pasien, di bawah bimbingan peralatan pencitraan medis untuk memasukkan kateter khusus, kateter halus, dan instrumen presisi lainnya langsung ke dalam pembuluh lesi tumor untuk mendiagnosa lesi terapi infus obat ke lokal kanker secara akurat,tanpa mempengaruhi sel normal disekitarnya.Dan di sertai terapi komplementer yaitu Imunoteapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien dan menstimulan sel anti kanker dalam tubuh pasien.

  Di sini di bentuk tim ahli MDT, yaitu terdiri dari tim medis (melibatkan beberapa ahli spesialis bidang lain selain Onkologi, khusus untuk pasien dengan kanker serviks mengembangkan rencana perawatan yang komprehensif. Di antaranya, para ahli akan membantu pasien dengan terapi lanjutan kanker serviks untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien menstimulasi anti kanker dalam tubuh pasien sendiri dengan imunoterapi, partisipasi photosensitizers penanaman biji partikal, efisiensi tinggi menghancurkan sel-sel kanker.