Diagnosis dan Stadium Pada Kanker Ovarium

9-20120630092331b9 

Gejala Kanker Ovarium

  Kanker ovarium jarang menimbulkan gejala pada stadium awal. Kalaupun ada, gejala-gejalanya menyerupai konstipasi atau gejala pada iritasi usus. Oleh sebab itu, kanker ovarium biasanya baru terdeteksi ketika kanker sudah menyebar dalam tubuh.

  Beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita kanker ovarium adalah:

  1.   Perut selalu terasa kembung.
  2.   Pembengkakan pada perut.
  3.   Sakit perut.
  4.   Penurunan berat badan.
  5.   Cepat kenyang.
  6.   Mual.
  7.   Perubahan pada kebiasaan buang air besar, misalnya konstipasi (sulit buang air besar).
  8.   Frekuensi buang air kecil yang meningkat.
  9.   Sakit saat berhubungan seksual.

  Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ovarium

  Sama seperti kanker pada umumnya, penyebab kanker ovarium juga belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker ini. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  Faktor Usia. Kanker ovarium cenderung terjadi pada wanita berusia 50 tahun ke atas.

  Genetik. Risiko untuk terkena kanker ovarium akan meningkat jika memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker ovarium atau kanker payudara. Begitu juga pada wanita yang memiliki gen BRCA1 dan BRCA2, yang merupakan mutasi genetic yang dapat diturunkan.

  Terapi pengganti hormon estrogen (Esterogen Hormone Replacement Therapy), terutama bila dilakukan dalam jangka waktu lama dan dengan dosis tinggi. Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS),Tidak pernah hamil,Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas,Mengalami siklus menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah usia 50 tahun,Menjalani terapi kesuburan,Merokok,Menggunakan alat kontrasepsi IUD.

中西医治疗

  Diagnosis Kanker Ovarium

  Diagnosis awal dibuat berdasarkan gejala yang dialami, riwayat kesehatan keluarga, dan hasil pemeriksaan fisik. Kemudian pemeriksaan penunjang dilakukan untuk menegakkan diagnosa, meliputi USG, pemeriksaan darah, atau biopsi.

  Pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang dilakukan untuk memeriksa perut bagian bawah serta organ reproduksi. Pada pemeriksaan ini dapat diketahui bentuk, ukuran, dan struktur ovarium.

  Pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan protein CA 125 dalam darah. Kadar CA 125 yang tinggi bisa mengindikasikan kanker ovarium. Tetapi tes ini tidak bisa dijadikan patokan tunggal karena CA 125 bukan tes yang spesifik, kadarnya bisa meningkat pada kondisi lain yang bukan kanker, dan tidak semua penderita kanker ovarium mengalami peningkatan kadar CA 125 dalam darah.

  Stadium Kanker Ovarium

  Jika hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang positif menderita kanker ovarium, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah menentukan tingkat penyebaran kanker. Dalam menentukan tingkat penyebaran kanker ovarium, pemeriksaan bisa dilakukan dengan CT atau MRI scan, rontgen dada, serta pemeriksaan sampel cairan rongga perut dan jaringan ovarium.

  Mengetahui tingkat penyebaran kanker yang diderita akan membantu dokter untuk menentukan langkah pengobatan terbaik.

  Secara umum, tingkat penyebaran kanker ovarium terbagi ke dalam empat stadium, yaitu:

  Stadium 1: Kanker hanya menyerang salah satu atau kedua ovarium, tapi belum menyebar ke organ lain.

  Stadium 2: Kanker sudah menyebar dari ovarium ke jaringan di sekitar panggul atau rahim.

  Stadium 3: Kanker sudah menyebar ke selaput perut, permukaan usus, dan kelenjar getah bening di panggul atau perut.

  Stadium 4: Kanker sudah menyebar hingga bagian lain tubuh, misalnya ginjal, hati, dan paru-paru.

4

St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menerapkan gabungan pengobatan Barat dan Timur melawan kanker dan membunuh kanker, memaksimalkan keunggulan masing-masing terapi untuk saling melengkapi, khasiat pengobatan gabungan Timur dengan tradisional herbal china dan Pengobatan Medis Barat . Efektifitas pengobatan lebih besar dibandingkan pengobatan tunggal saja. Terapi Minimal Invasif merupakan teknologi yang stabil, tepat dan terarah untuk membunuh kanker, juga menghambat kerusakan pada tubuh yang timbul karena pengobatan konventional, dalam waktu yang bersamaan, menjaga keseimbangan imun tubuh secara menyeluruh dan membantu membunuh kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, menguatkan fisik. Gabunga Keistimewaan gabungan pengobatan Timur dan Barat dengan Terapi Minimal Invasif untuk menangani kanker dengan menerapkan sistem pengobatan yang modern, mendapatkan hasil yang lebih maksimal, efek samping yang lebih kecil,mencapai efektif hasil pengobatan paling maksimal.

Pengobatan Kanker Serviks dengan metode Minimal Invasif di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  1. Intervensi : Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker .Terapi Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, alat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”. Selain dapat memutuskan pasokan darah ke kanker, obat emboli yang dicampur dengan obat kemo juga berperan sebagai kemoterapi lokal, sehingga tidak ada efek samping seperti yang terjadi pada kemoterapi sistemik.   Kelebihan Intervensi : memiliki kemampuan untuk “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat di lokal lesi, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat.

  2. Microwave Ablation (MWA) : Membuat Sel Kanker “Mati Kepanasan”, Luka Hanya Sebesar Ujung Jarum   Kelebihan Microwave Ablation (MWA) : efisiensi termal yang tinggi, proses tindakan lebih singkat, dalam waktu 10 menit dapat mengablasi tumor yang berdiameter hingga 6cm, mengurangi risiko dan penderitaan pasien saat proses tindakan; luka sebesar ukuran ujung jarum kurang lebih 3mm, menghindari luka “vitalitas” tubuh akibat operasi besar; indikasi luas. Pada kasus kanker serviks yang tidak dapat menjalani operasi, gagal menjalani embolisasi , Microwave Ablation (MWA) bisa menjadi opsi pengobatan yang efektif.

  3. Imunoterapi : Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup   

Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa lesi pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, metode ini dapat meningkatkan dan memperbaharui sistem kekebalan tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan.

  Kelebihan Imunoterapi : meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari adanya serangan virus dan bakteri dari luar; efektif menurunkan peluang kekambuhan dan penyebaran, aman

  Tim Medis Multidisiplin (MDT – Multidisciplinary Team) di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou   Tim Multidisiplin, Memberikan Pelayanan Medis Yang Komprehensif Untuk Pasien Kanker Serviks

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah membentuk tim medis multidisiplin(Ahli Onkologi,Ahli Surgery,Ahli Osteologi,Ahli Saraf,Ahli Spikologi,Ahli Gizi, dll) diskusi medis lebih dari satu dokter onkologi,efisiensi bagi pasien karena menghemat waktu untuk mencari kebeberapa Rumah sakit untuk bertemu dengan beberapa dokter Spesialis , Tim MDT menggabungkan para ahli dari berbeda bidang yang akan bersama-sama memberikan layanan konsultasi kepada pasien, saling melengkapi kekurangan di masing-masing bidang dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, agar dapat mengembangkan rencana pengobatan yang tepat pada pasien, melakukan pengontrolan hasil pengobatan , sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengobatan pasien.

This entry was posted on 06/11/2017, in 未分类.

Bahan Kosmetik Yang Sifatnya Berbahaya Pemicu Kanker Yang Perlu Dihindari

  17390414-Decorative-cosmetics

      Produk kecantikan sebaiknya bukan cuma dipilih karena harga dan kualitasnya, tetapi juga bahan yang digunakan. Sebab ternyata ada beberapa bahan kosmetik yang sifatnya berbahaya dan perlu dihindari. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Mag for Women berikut ini.

  Sodium laureth sulfate

  Salah satu bahan kosmetik yang sering ditemukan adalah SLS. Padahal senyawa tersebut juga digunakan dalam industri otomotif. Beberapa produk yang mengandung SLS biasanya adalah sampo, sabun, dan pasta gigi. Jika menyerap ke dalam tubuh, SLS mampu meningkatkan risiko kanker payudara,kanker serviks pada wanita dan kemandulan pada pria.

  Phthalate

  Senyawa phthalate paling banyak ditemukan dalam cat kuku dan parfum. Selain digunakan sebagai bahan kosmetik, phthalate juga merupakan bahan penting pada produk kebersihan. Ibu hamil yang terkena paparan phthalate berlebihan mampu membahayakan kesehatan janin. Selain itu, phthalate juga memicu kanker pada ginjal, kanker paru-paru, dan kanker hati.

  Triclosan

  Jika Anda memakai lipstik atau deodoran, coba lihat bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya. Sebab triclosan yang berperan sebagai anti bakteri dan campuran detergen adalah senyawa yang cukup berbahaya sifatnya bagi jantung dan kesehatan otot.

  Formalin

  Beberapa produk kecantikan seperti pelembap, lotion, tabir surya, sampo, dan kondisioner juga mengandung formalin. Bahaya dari paparan senyawa tersebut adalah memicu alergi ,kanker hati, kanker ginjal, kanker payudara,kanker serviks,kanker usus,kanker kelenjar getah bening dan berbagai macam penyakit berbahaya lainnya. Selain itu, waspada pula dengan paraben dan merkuri yang sekarang juga marak digunakan dalam bahan kosmetik.

timg5_看图王

  Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk berbagai jenis kanker adalah faktor yang paling penting dan sangat efektif. Dan untuk pasien kanker , kemoterapi bukanlah satu-satunya pilihan pengobatan, perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih yaitu Terapi Minimal Invasif

 Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi, kemoterapi, surgery, mengangkat seluruh rahim, disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat dari kemo biasa.

   Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup

This entry was posted on 03/11/2017, in 未分类.

Pengobatan Kanker Serviks Stadium Lanjut

  Kanker Servik

     Keputihan yang disebabkan akibat flora normal berlebihan tentunya memerlukan penanganan agar tidak menyebabkan komplikasi dan infeksi pada organ reproduksi Anda. Pengobatan keputihan akan disesuaikan dengan kuman penyebab keputihan yang Anda alami. Untuk itu segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan agar keputihan Anda bisa ditangani dengan obat minum . Selain itu menjaga kebersihan organ intim dengan baik dan benar juga diperlukan agar keputihan tidak berulang dengan cara :

  1. gunakan celana dalam bahan katun dan tidak ketat.

  2. Ganti celana dalam jika basah.menjaga kehigienisan daerah intim anda agar tetap kering.

  3. Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan secara berlebihan dan hindari penggunaan panty liner.

  4. Gunakan pembalut yang tidak menimbulkan reaksi gatal / alergi.

  5. Bersihkan organ intim dengan searah dari depan ke belakang

  Jika hasil biopsi menemukan adanya sel abnormal yang berpotensi kanker atau CIN, maka perlu dilakukan penanganan lebih lanjut. Untuk info yang lebih jelas tentunya sebaiknya Anda menanyakan langsung ke dokter kandungan Anda.

  Penanganan Cervical Intra-epitheial Neoplasia/CIN

  Hasil pemeriksaan dapat dikategorikan berdasarkan ketebalan permukaan leher rahim yang mengalami perubahan sel, yaitu:

   CIN 1: sepertiga ketebalan permukaan jaringan leher rahim terinfeksi. Umumnya perubahan sel ini dapat kembali normal tanpa penanganan apa pun. Jika diputuskan untuk tidak ditangani, Anda akan dianjurkan untuk menjalani pap smear lagi untuk memastikan sel kembali normal.

   CIN 2: dua pertiga ketebalan permukaan serviks mengandung sel tidak normal.

   CIN 3: seluruh permukaan jaringan leher rahim telah mengalami perubahan.

 %e5%ae%ab%e9%a2%88%e7%99%8c%e7%9a%84%e7%97%87%e7%8a%b6 

Terdapat 11 Ciri-ciri dan Gejala Kanker Serviks (Leher Rahim) | seperit dikutip pada Medis diskusi,yaitu:

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi.

  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya.

  3. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Mudah terjadi pendarahan, misalnya setelah berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir. Nyeri selama berhubungan seksual.

  4. Nyeri di sekitar pinggul

  5. Perdarahan pasca menopause. Artinya menopause sudah terjadi namun tiba-tiba muncul lagi pendarahan.

  6. Keputihan yang tidak biasa, keluar cairan berlebih, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk.

  7. Kehilangan nafsu makan Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.

  8. Kelelahan. Mudah sekali merasa lelah atau lemah.

  9. Sakit punggung. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki.

  10. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. Mudah mengalami patah tulang.

  11. Sembelit Darah dalam urin Anda (hematuria) hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

  Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks

  Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan untuk memeriksa gejala-gejala Kanker Serviks,seperti; tes Pap Smear, USG ,computerized tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET)

  Tes DNA HPV. Jika Anda berusia 30 tahun atau lebih, dokter juga dapat menggunakan tes laboratorium yang disebut tes DNA HPV untuk menentukan apakah Anda terinfeksi dengan salah satu jenis HPV yang paling mungkin menyebabkan kanker serviks. Seperti halnya tes Pap Smear, tes HPV DNA juga melibatkan pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk pengujian laboratorium. Kemudian Anda mungkin menjalani pemeriksaan lebih mendetail untuk mendiagnosis kanker serviks. Supaya lebih akurat diagnosis kanker serviks, diperlukan langkah-langkah berikut: Pemeriksaan serviks. Pemeriksaan ini disebut kolposkopi, dokter akan menggunakan alat pembesar khusus (colposcope) untuk memeriksa sel-sel abnormal pada serviks. Jika dokter telah mengidentifikasi daerah yang abnormal, maka akan diambil sampel berupa secuil jaringan untuk analisis (biopsy). Biopsi kerucut (konisasi) disebut demikian karena mengambil sampel jaringan serviks berbentuk kerucut. hal ini akan memungkinkan dokter untuk mendapatkan lapisan lebih dalam dari sel leher rahim untuk pengujian laboratorium

  Stadium kanker serviks antara lain:

  1. Stadium I. Kanker hanya terbatas pada serviks.

  2. Stadium II. Kanker pada tahap ini meliputi serviks dan vagina tetapi belum menyebar ke panggul sisi dinding atau bagian bawah vagina.

  3. Stadium III. Kanker pada tahap ini telah menyebar di luar leher rahim ke dinding panggul dan bagian bawah vagina.

  Stadium IV. Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih atau rektum, atau telah menyebar ke area lain dari tubuh, seperti paru-paru, hati dan tulang.

  Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi, kemoterapi, surgery, mengangkat seluruh rahim, disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat dari kemo biasa.

  5. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup
 

This entry was posted on 02/11/2017, in 未分类.

Pengobatan Minimal Invasif Kanker Serviks Tanpa Bedah Konvensional

  Gejala-Gejala Penyakit Kanker Serviks.

  Sedangkan gejala-gejala kanker serviks yang sering ditemui sebelum terserang…

  1. Pendarahan Abnormal : Perempuan yang mengalami kanker serviks umumnya mengalami pendarahan yang tidak normal dari vagina.

  2. Keputihan Berlebihan

  3. Nyeri Panggul : Nyeri panggul yang tidak berhubungan dengan siklus haid normal

  4. Nyeri Saat Buang Air Kecil : Apabila kandung kemih terasa sakit atau nyeri saat buang air kecil, hal itu bisa menjadi gejala kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasanya terjadi saat kanker telah menyebar ke kandung kemih.

  5. Sakit & Pendarahan Saat Berhubungan Seks

Jika terjadi gejala-gejal yang mencurigakan tersebut , segeralah konsultasi ke dokter.

 1-185644968

 Pengobatan Minimal Invasif, pengobatan Kanker serviks, solusi untuk masalah yang tidak bisa diatasi dengan bedah konvensional

  Operasi, kemoterapi dan radioterapi dulu merupakan tiga metode konvensional utama untuk pengobatan tumor ganas. Namun bagi pasien kanker stadium lanjut yang tidak dapat dioperasi dan tidak dapat menahan pengaruh anestesi dan kemoradioterapi karena alasan fisik, pengobatan Minimal Invasif menjadi metode pengobatan pilihan bagi mereka. Selain Intervensi, Cryosurgery, NanoKnife, 3D Printed Template-Assisted Seed Implantation dan 18 teknologi pengobatan kanker lainnya, saat ini telah memperpanjang harapan hidup, meringankan penderitaan penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup ribuan pasien kanker stadium lanjut dari lebih dari 20 negara dan wilayah.

  Traditional Chinese Medicine (TCM), mengoptimalkan efektivitas pengobatan

  Pengobatan Tradisional China memiliki sejarah panjang di China, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memanfaatkan keunggulan khusus pengobatan tradisional China dalam mengobati kanker, membantu mengatur kekebalan tubuh pasien, memperbaiki lingkungan internal tubuh, mengurangi leukopenia, muntah-muntah dan gejala lain yang diakibatkan kemoradioterapi, memaksimalkan kemampuan pertahanan tubuh sehingga dapat menahan penyebaran sel kanker, meningkatkan efektivitas pengobatan, memperpanjang harapan hidup.

VIP病房-600

  Lebih dari 60 value-added service, memberikan kehangatan seperti keluarga pada pasien.Demi memenuhi kebutuhan rawat inap pasien asing, serta menciptakan lingkungan tinggal yang hangat dan nyaman bagi mereka, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou senantiasa mempertahankan prinsip “Kebutuhan pasien di atas segalanya”, menyediakan layanan ala pelayan rumah tangga, mengatasi berbagai masalah yang dialami pasien yang tinggal di rumah sakit. RS menciptakan lebih dari 60 value-added service yang sangat user-friendly, meliputi kebutuhan dasar (pakaian, makanan, tempat tinggal, transportasi), kesehatan, bahasa, hiburan, wisata, perayaan hari besar, tradisi, keyakinan agama dan aspek lainnya, juga dilengkapi dengan penerjemah bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa Thailand, bahasa Arab, bahasa Melayu, bahasa Vietnam, serta belasan bahasa lainnya yang tersedia 24 jam sehingga pasien asing tidak mengalami kendala komunikasi selama menjalani perawatan di RS.

  Karena itu, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari banyak pasien dan media lokal dari Asia Tenggara. Dari tahun 2005 hingga kini, telah dibuka kantor perwakilan di Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, negara Asia Tenggara lainnya serta Arab Saudi, senantiasa memegang prinsip “Medis tiada batas negara”, mengadakan seminar gratis pengobatan kanker Minimal Invasif secara rutin di berbagai daerah di Asia Tenggara, juga menyediakan layanan konsultasi

Kanker Servik

Apa itu Vaksin Pencegahan Terhadap Kanker Serviks?

Yang sering disebut sebagai vaksin kanker serviks sebetulnya adalah vaksin HPV. Berbagai jenis virus HPV menyebar melalui kontak seksual, namun bahkan orang yang belum pernah berhubungan seks pun masih bisa terkena HPV. Kebanyakan kasus kanker serviks dikaitkan dengan virus ini.

Berdasarkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA), terdapat tiga jenis vaksin HPV untuk anak perempuan dan anak laki-laki. Ketiga vaksin tersebut dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks jika diberikan sebelum seorang wanita terkena virus tersebut. Selain itu, ketiga vaksin tersebut dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada wanita, serta dapat mencegah kanker anus pada wanita dan pria.

Memberikan vaksin kanker serviks kepada anak laki-laki sebenarnya juga dapat membantu melindungi dan mengurangi penularan ke anak perempuan. Beberapa jenis HPV juga telah dikaitkan dengan kanker di mulut dan tenggorokan. Jadi vaksin ini kemungkinan juga dapat melindungi Anda dari kanker mulut dan tenggorokan.

Siapa yang harus mendapat vaksin kanker serviks, dan kapan harus diberikan?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin HPV diberikan rutin untuk anak perempuan dan anak laki-laki berusia 11 atau 12 tahun, walaupun beberapa organisasi merekomendasikan untuk memulai vaksin sejak usia 9 atau 10 tahun.

Sangat ideal untuk anak perempuan dan anak laki-laki untuk menerima vaksin sebelum mereka melakukan kontak seksual dan terpapar HPV. Karena sekali Anda terinfeksi virus, maka vaksin tidak akan bekerja efektif, atau mungkin tidak bekerja sama sekali.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mendapat vaksin pada usia muda tidak membuat seseorang menjadi aktif secara seksual lebih dini. Selain itu, respon terhadap vaksin lebih baik pada orang usia muda daripada pada usia yang lebih tua.

Pada bulan Oktober 2016, CDC memperbarui jadwal vaksin HPV dengan menyarankan agar semua remaja berusia 9 sampai 14 tahun menerima dua dosis vaksin HPV setidaknya enam bulan sekali. Remaja yang baru memulai vaksin ketika usia 15 sampai 26 tahun, disarankan menerima tiga dosis vaksin.

Kanker Servik6

Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin HPV?

Vaksin HPV ini tidak disarankan untuk wanita hamil atau orang sedang sakit parah. Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi parah. Jika Anda juga memiliki reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap kandungan atau komponen vaksin atau dosis vaksin sebelumnya, Anda seharusnya tidak diperbolehkan mendapat vaksin ini.

Apakah vaksin HPV memiliki efek samping?

Efek samping yang paling umum dari vaksin HPV meliputi rasa sakit, pembengkakan atau kemerahan pada tempat suntikan. Terkadang pusing atau pingsan terjadi setelah dilakukan vaksinasi.

Duduk selama 15 menit dapat mengurangi risiko pingsan setelah vaksinasi. Selain itu, sakit kepala, mual, muntah, merasa lelah dan lemah juga bisa terjadi setalah dilakukan vaksin ini.

Apakah wanita yang sudah mendapat vaksin kanker serviks masih perlu melakukan tes Pap smear?

Vaksin HPV tidak bisa menggantikan tes Pap smear. Pemeriksaan rutin kanker serviks melalui tes Pap smear merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan seorang wanita.

Tes Pap smear adalah sebuah tes yang dapat memeriksa keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Dengan pemeriksaan rutin, dokter bisa langsung mendeteksi jika ada perubahan sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker. Tes Pap sebaiknya dimulai dari usia 21 tahun.

QQ截图20170314112502

Saya sudah pernah berhubungan seks namun belum pernah mendapat vaksin HPV. Bagaimana cara saya mencegah kanker serviks?

Berapa pun usia Anda, baik yang sudah pernah melakukan hubungan seksual atau belum, sebaiknya mendapatkan vaksin HPV. Mungkin saja Anda belum terinfeksi HPV dari hubungan seksual sebelumnya. Untuk itu, vaksin HPV akan melindungi Anda untuk hubungan seksual selanjutnya.

HPV menyebar melalui kontak seksual, oral, vaginal, atau anal. Untuk melindungi diri dari HPV, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Selain itu, jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko kanker serviks.

Untuk mendeteksi kanker serviks pada tahap awal, lakukan pemeriksaan kesehatan dengan tes Pap smear rutin yang dimulai pada usia 21. Hubungi dokter segera jika Anda melihat tanda atau gejala kanker serviks seperti pendarahan vagina setelah berhubungan seks, saat sedang tidak menstruasi, atau setelah menopause, atau jika Anda merasa sakit saat berhubungan seks.

  

This entry was posted on 01/11/2017, in 未分类.

 Pengobatan Kanker Serviks Dengan Metode Minimal Invasif

 

  Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim, atau ada juga yang menyebutnya mulut rahim. Ini merupakan bagian rahim terbawah peralihan antara V dengan rahim.

  Ketahuilah bahwa sel-sel kanker yang diketahui secara dini kemudian segera diobati, maka akan semakin besar kesempatan untuk disembuhkan atau mencegahnya sebelum menjadi lebih parah. Gejala kanker serviks stadium awal seringkali tidak menimbulkan keluhan. Oleh sebab itu lakukan deteksi dini. Skrining yaitu;CT-Scant,PET-Scant,USG,Biopsy,dan  prosedur Pap smear  merupakan hal penting untuk memeriksa sel-sel abnormal pada leher rahim, sehingga mereka dapat dipantau dan diobati sedini mungkin.

  Mengenal Gejala Kanker Serviks Secara Dini.beberapa gejala atau tanda-tanda kanker serviks sebagai berikut: Keputihan keluar cairan berlebih, yang tidak biasa, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk. Kehilangan nafsu makan berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. Kelelahan. Mudah sekali merasa lelah atau lemah. Sakit punggung. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. Mudah mengalami patah tulang. Sembelit Darah dalam urin Anda (hematuria) hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

  Gejala-gejala kanker serviks adalah:

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi Bercak darah atau pendarahan biasanya ringan. Memang tidak semua pendarahan di luar jadwal menstruasi disebabkan oleh kanker serviks. Hal ini juga bisa terjadi ketika seorang wanita mengalami stress, kondisi kurang fit, menggunakan kontrasepsi, gejala keguguran, dan lain-lain.

  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya. Jika biasanya durasi haid selama 5-7 hari. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Hampir sama dengan kasus nomor 2 diatas. Darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya menandakan adanya perubahan pada lapisan rahim dan bisa jadi ini menjadi tanda atau gejala kanker serviks.

  3. Mudah terjadi pendarahan Ketika mulut rahim atau serviks mengalami suatu perubahan menjadi ganas, maka jaringan tersebut menjadi rapuh dan mudah berdarah. berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir.

  4. Nyeri di sekitar panggul . Rasa tak nyaman dan nyeri di sekitar panggul terjadi akibat proses peradangan pada leher rahim.

  5. Perdarahan pasca menopause Ketika seorang wanita sudah memasuki masa menopause, artinya tidak ada lagi darah haid. Oleh sebab itu jika terjadi pendarahan lagi setelah masa ini, maka dicurigai bahwa darah itu berasal dari kanker serviks.

  6. Keputihan yang tidak biasa .Maksud dari keputihan disini yaitu keluarnya cairan selain darah yang keluar dari jalan lahir. Cairan yang dimaksud bisa berupa lendir-lendir dan/atau bercampur nanah, atau bahkan darah kotor.

 7. Kehilangan Nafsu Makan.Dan berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.

  8.Rasa kelelahan yang berlebihan dan juga lemah terjadi karena kekurangan darah akibat pendarahan seperti dijelaskan sebelumnya.

  9.Sakit punggung Bisa terjadi akibat kanker yang sudah menyebar pada tulang punggung.

  10.Nyeri kaki atau bengkak pada kaki Ketika kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang ada pada lipat paha, maka terjadilah pembengkakan pada kaki. Hal ini terjadi akibat terhambatnya aliran limfatik (getah bening). Kaki bengkak juga bisa terjadi akibat gagal ginjal.

  11.Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir Ciri-ciri kanker serviks yang satu ini terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke sekat yang memisahkan jalan lahir dengan jalan feses (tinja) di bagian belakang. Sedangkan jika menyebar ke bagian depannya, maka yang jadi korbannya sekat dengan kandung kemih. Sekat menjadi rapuh dan akhirnya bocor. Oleh sebab itu feses ataupun urin bisa merembes atau bocor ke jalan lahir.

  12.Mudah mengalami patah tulang Gejala kanker serviks yang tak terduga ini terjadi akibat penjalaran kanker ke tulang. Tulang yang terkena kanker akan lebih rapuh dan mudah patah meskipun terkena benturan ringan. Beberapa catatan penting: Gejala kanker serviks nomor 16, 17, 18 terjadi akibat penyebaran kanker pada organ pencernaan dan saluran kemih.

  Gejala nomor 6 – 12 merupakan kondisi kanker serviks yang sudah lanjut artinya menyebar (bermetastasis) dalam panggul, ke kelenjar getah bening atau di tempat lain di dalam tubuh. Setiap timbul gejala kanker serviks nomor 1 sampai 5 (stadium awal), maka harus dikonsultasikan kepada dokter

  Pengobatan Kanker Serviks dengan metode Minimal Invasif di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  1.    Intervensi : Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker

  Terapi Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, alat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”. Selain dapat memutuskan pasokan darah ke kanker, obat emboli yang dicampur dengan obat kemo juga berperan sebagai kemoterapi lokal, sehingga tidak ada efek samping seperti yang terjadi pada kemoterapi sistemik.

  Kelebihan Intervensi : memiliki kemampuan untuk “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat di lokal lesi, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat.

  2.    Cryosurgery : Minim Kerusakan, Minim Komplikasi dan Mencegah Kekambuhan

  Metode Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun memiliki hasil yang setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini juga dapat mengurangi risiko operasi dan komplikasi, dapat mengontrol proses dan hasil pengobatan, serta tidak memiliki batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil memberikan hasil pengobatan yang efektif pada banyak pasien kanker hati.

  Kelebihan Cryosurgery : mengurangi risiko penyebaran setelah selesai tindakan medis; minim pendarahan, pemulihan cepat; membersihkan jaringan lokal tumor, merangsang kekebalan tubuh, mencegah kekambuhan tumor; minim kerusakan pada jaringan normal sekitar organ

  3.    Microwave Ablation (MWA) : Membuat Sel Kanker “Mati Kepanasan”, Luka Hanya Sebesar Ujung Jarum

  Kelebihan Microwave Ablation (MWA) : efisiensi termal yang tinggi, proses tindakan lebih singkat, dalam waktu 10 menit dapat mengablasi tumor yang berdiameter hingga 6cm, mengurangi risiko dan penderitaan pasien saat proses tindakan; luka sebesar ukuran ujung jarum kurang lebih 3mm, menghindari luka “vitalitas” tubuh akibat operasi besar; indikasi luas. Pada kasus kanker serviks yang tidak dapat menjalani operasi, gagal menjalani embolisasi , Microwave Ablation (MWA) bisa menjadi opsi pengobatan yang efektif.

  4.    Imunoterapi : Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup

  Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa lesi pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, metode ini dapat meningkatkan dan memperbaharui sistem kekebalan tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan.

  Kelebihan Imunoterapi : meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari adanya serangan virus dan bakteri dari luar; efektif menurunkan peluang kekambuhan dan penyebaran, aman

  Tim Medis Multidisiplin (MDT – Multidisciplinary Team) di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Tim Multidisiplin, Memberikan Pelayanan Medis Yang Komprehensif Untuk Pasien Kanker Serviks

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah membentuk tim medis multidisiplin(Ahli Onkologi,Ahli Surgery,Ahli Osteologi,Ahli Saraf,Ahli Spikologi,Ahli Gizi, dll) diskusi medis lebih dari satu dokter onkologi,efisiensi bagi pasien karena menghemat waktu untuk mencari kebeberapa Rumah sakit untuk bertemu dengan beberapa dokter  Spesialis , Tim MDT  menggabungkan para ahli dari berbeda bidang yang akan bersama-sama memberikan layanan konsultasi kepada pasien, saling melengkapi kekurangan di masing-masing bidang dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, agar dapat mengembangkan rencana pengobatan yang tepat pada pasien, melakukan pengontrolan hasil pengobatan , sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengobatan pasien.

This entry was posted on 28/10/2017, in 未分类.

Kanker Serviks,Gejala Kanker Serviks Pengobatan Minimal Invasif tanpa operasi,kemoterapi

kanker Serviks,Gejala Kanker Serviks, Pengobatan Minimal Invasif , operasi,kemoterapi,St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

      Kanker Serviks

  Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim .Di Indonesia hanya 5 persen yang melakukan Penapisan Kanker Leher Rahim, sehingga 76,6 persen pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut (IIIB ke atas), karena Kanker Leher Rahim biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya. Penapisan dapat dilakukan dengan melakukan tes Pap smear dan juga Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker serviks  sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.

  Infeksi

  Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala. Karena itu, Vaksinasi Kanker Serviks sangat dianjurkan, demikian juga Penapisan.

  Gejala

  Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut, gejala kanker serviks, antara lain: perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).

  Faktor Risiko

 1. Faktor Alamiah

  Faktor alamiah adalah faktor-faktor yang secara alami terjadi pada seseorang dan memang kita tidak berdaya untuk mencegahnya. Yang termasuk dalam faktor alamiah pencetus kanker serviks adalah usia diatas 40 tahun. Semakin tua seorang wanita maka makin tinggi risikonya terkena kanker serviks. Tetapi hal ini tidak hanya sekadar orang yang sudah berumur saja, yang berusia muda pun bisa terkena kanker serviks. Tentu kita tidak bisa mencegah terjadinya proses penuaan. Akan tetapi kita bisa melakukan upaya-upaya lainnya untuk mencegah  risiko kanker serviks. Tidak seperti kanker pada umumnya, faktor genetik tidak terlalu berperan dalam terjadinya kanker serviks. Ini tidak berarti Anda yang memiliki keluarga bebas kanker serviks dapat merasa aman dari ancaman kanker serviks. Anda dianjurkan tetap melindungi diri Anda terhadap kanker serviks.

 2. Faktor Kebersihan

  Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati. Ada 2 macam keputihan, yaitu yang normal dan yang tidak normal. Keputihan normal bila lendir berwarna bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Bila salah satu saja dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut dikatakan tidak normal. Segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda bila Anda mengalami keputihan yang tidak normal.

  Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS merupakan penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. PMS yang cukup sering dijumpai antara lain sifilis, gonore, herpes simpleks, HIV-AIDS, kutil kelamin, dan virus HPV.

  Penyebab utama terjadinya infeksi HPV adalah melalui hubungan seksual, sedangkan infeksi melalui cara lain seperti mencuci pakaian orang yang terinfeksi secara bersamaan dengan pakaian lain hingga saat ini belum terbukti kebenarannya .Penularan infeksi HPV pada bayi bisa saja terjadi, tetapi kecil kemungkinan. Infeksi tersebut lama kelamaan bisa saja menghilang karena kekebalan tubuhnya akan melindunginya.

 3. Faktor Pilihan

  Faktor ketiga adalah faktor pilihan, mencakup hal-hal yang bisa Anda tentukan sendiri, diantaranya berhubungan seksual pertama kali di usia terlalu muda. Berganti-ganti partner seks. Lebih dari satu partner seks akan meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin, termasuk virus HPV. Memiliki banyak anak (lebih dari 5 orang). Saat dilahirkan, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks. Bila Anda memutuskan untuk memiliki banyak anak, makin sering pula terjadi trauma pada serviks. Pap Smear merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat mengenali kelainan pada serviks. Dengan rutin melakukan papsmear, kelainan pada serviks akan semakin cepat diketahui sehingga memberikan hasil pengobatan semakin baik. Dokter yang tepat dalam melakukan pap smear adalah Dokter kandungan, tetapi beberapa Laboratorium  dapat melakukannya.

  Pencegahan

  Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun. Sayangnya, Vaksinasi HPV terbilang mahal setidaknya untuk negara berkembang. Pendapat yang mengatakan bahwa penularan virus dan pencegahan kanker leher rahim melalui mencuci pakaian orang terinfeksi dengan pakaian lain hingga saat ini belum terbukti kebenarannya.

  Pengobatan

  Standar pengobatan kanker serviks meliputi terapi: operasi pengangkatan, radioterapi, dan kemoterapi. Pengobatan kanker serviks tahap pra kanker – stadium 1A adalah dengan: histerektomi (operasi pengangkatan rahim). Bila pasien masih ingin memiliki anak, metode LEEP atau cone biopsy dapat menjadi pilihan. Pengobatan kanker serviks stadium IB dan IIA tergantung ukuran tumornya. Bila ukuran tumor tidak melebih 4 cm, disarankan radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan/tanpa kemo. Bila ukuran tumor lebih dari 4 cm, pasien disarankan menjalani radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, histerektomi, ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi. Selain pengobatan medis, pasien juga dapat melakukan terapi komplementer dengan Imunoterapi dan TCM(Terapi China Medicine) .

  St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou saat ini memiliki metode pengobatan kanker serviks seperti operasi, terapi intervensi dan terapi photodynamic. Pengobatan konvensional dengan operasi terutama diterapkan pada kanker serviks stadium dini, terapi intervensi dan terapi partikel terutama diterapkan untuk pasien dengan kanker serviks stadium lanjut yang telah metastasis. Terapi intervensi dengan membuka sayatan 1-2 mm pada tubuh pasien, di bawah bimbingan peralatan pencitraan medis untuk memasukkan kateter khusus, kateter halus, dan instrumen presisi lainnya langsung ke dalam pembuluh lesi  tumor untuk mendiagnosa lesi terapi infus obat ke lokal kanker secara akurat,tanpa mempengaruhi sel normal disekitarnya.Dan di sertai terapi komplementer yaitu Imunoteapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien dan menstimulan sel anti kanker dalam tubuh pasien.

  Di sini di bentuk tim ahli MDT, yaitu terdiri dari tim medis (melibatkan beberapa ahli spesialis bidang lain selain Onkologi, khusus untuk pasien dengan kanker serviks mengembangkan rencana perawatan yang komprehensif. Di antaranya, para ahli akan membantu pasien dengan terapi lanjutan kanker serviks  untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien menstimulasi anti kanker dalam tubuh pasien sendiri dengan imunoterapi, partisipasi photosensitizers penanaman biji partikal, efisiensi tinggi menghancurkan sel-sel kanker.

This entry was posted on 28/10/2017, in 未分类.

 Gejala-gejala kanker serviks

  Kanker Serviks

Gejala-gejala kanker serviks sebagai berikut :

  Nyeri disekitar area kewanitaan dan panggul ,nyeri seringkali dirasakan pada penderita kanker serviks yaitu pada sekitar area kewanitaan dan panggul. Hal ini dikarenakan sel kanker mulai merusak sel-sel tubuh yang normal. Saat tubuh mengalami perubahan, maka akan mengirimkan sinyal, yaitu nyeri. Nyeri ini sebagai bentuk bahwa ada bagian tubuh yang terluka akibat mengalami kerusakan sel. Nyeri punggung Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung. Gejala ini biasanya terjadi pada stadium lanjut kanker serviks dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim. Nyeri saat buang air kecil disebabkan saluran kencing yang terdesak/tertekan oleh sel kanker menyebabkan saluran air seni yang akan dikeluarkan tidak dapat mengalir dengan leluasa, sehingga saraf sekitarnya memberikan rasa nyeri.

     1. Keluar cairan vagina yang tidak normal Keputihan,darah

     2. Pendarahan ,pendarahan di luar siklus menstruasi pada wanita dapat Pendarahan muncul karena sel kanker telah merusak sel lainnya, salah satunya adalah sel darah yang berada pada sekitar area kanker, sehingga tidak menutup kemungkinan pasien kanker serviks stadium 2 akan mengalami pendarahan. Gejala utama dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan vagina baik pendarahan setelah berhubungan seksual, saat buang air besar, menstruasi yang berkepanjangan atau tidak normal, serta pendarahan yang terjadi setelah masa menopouse. Jika anda mengalami pendarahan seperti yang disebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya,.

     3. Pembengkakan pada kaki sebagai akibat dari peredaran darah yang kurang lancar. Selain itu pembengkakan juga dipengaruhi faktor perubahan hormon akibat pengaruh dari perkembangan sel kanker. Pembengkakan kaki merupakan tanda bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

     4. Nyeri saat berhubungan badan Nyeri perut tidak hanya mengalami nyeri punggung, penderita kanker serviks juga akan merasakan sakit dan nyeri di bagian perut. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh menghasilkan zat prostaglandin saat menangkal infeksi dan zat ini dapat menimbulkan rasa sakit pada perut.

     5. Mudah lelah kerena beberapa sel tubuh sudah mulai mengalami kerusakan dan juga daya tahan tubuh yang juga mulai menurun. Pusing dan kelelahan pada stadium lanjut, penderita akan sering mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini akan menjadi semakin buruk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

     6. Penurunan nafsu makan,turunnya berat badan secara drastis Penderita kanker stadium akhir akan mengalami cachexia, yakni hilangnya berat badan serta massa otot. Kondisi ini juga disertai dengan hilangnya nafsu makan dan tubuh akan merasa lemas. Cachexia terjadi dikarenakan metabolisme tubuh yang terganggu oleh jaringan kanker

  Pencegahan Kanker Serviks

  Berikut adalah cara untuk mencegah timbulnya kanker serviks :

  1. Lakukan Screening kanker serviks, USG,CT-scant

  2. Pap Smear : Tahapan, Proses, dan Manfaatnya

  pap smear adalah metode untuk memeriksa kesehatan sel pada jaringan organ leher rahim. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sel dari leher rahim dan diperiksa secara mikroskopis. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apabila terjadi kelainan pada sel leher rahim yang berpotensi menjadi kanker.Pap smear merupakan suatu metode atau tes yang digunakan untuk mengetahui apakah di dalam tubuh seseorang terdapat sel-sel kanker atau tidak. Tes yang juga dikenal dengan istilah tes Papanikolaou ini dilakukan khususnya bagi para wanita untuk mendeteksi gejala kanker serviks. Dengan pap smear dapat membantu mendeteksi dini dan dapat pengobatan dini bagi seorang wanita yang mengidap kanker serviks yang masih pada stadium awal. Selain itu, uji pap smear juga dapat mendeteksi perubahan yang terjadi pada sel-sel rahim yang mungkin berkembang menjadi kanker serviks di kemudian hari.

2017-04-17-21-16-16-CANCERCERVIX  Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi,kemoterapi,surgery, mengangkat seluruh rahim yang disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

  2. Terapi Kekebalan Sel Tubuh ,merupakan semacam terapi biologis bagi tumor,yaitu dengan cara menyuntikan sel imun anti tumor ke dalam tubuh pasien,dapat membunuh tumor secara langsung ataupun merangsang reaksi kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.