Faktor Resiko Kanker Serviks

中西医治疗

  Ada beberapa faktor resiko dari kanker serviks yang memungkinkan terkena penyakit kanker serviks. Kebanyakan wanita tidak menyadari faktor resiko apa saja yang berdampak pada kanker serviks, meski begitu faktor-fakor tersebut sangat beresiko tinggi. Umumnya faktor resiko yang terjadi karena berganti-ganti pasangan pada saat berhubungan intim, menikah pada saat usia kurang dari 20 tahun dan adanya infeksi menular. Beberapa jenis virus HPV khususnya HPV 16 dan 18 telah ditemukan lebih datri 99% pada kanker serviks menjadi faktor resiko yang paling tinggi,diantaranya;

  1. Faktor Usia,Resiko faktor kanker serviks sangat berhubungan dengan usia, hal ini kebanyakan wanita yang telah berusia lebih dari 40 tahun. Akan tetapi memungkinkan untuk wanita yang lebih muda juga mengalaminya, yaitu usia 35 yahun hingga 40 tahun.

  2. Virus HPV,Terdapat kurang lebih 20 jenis virus HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks, diantaranya HVP dengan tipe 26, 53, 66, 67, 68, 70, dan 82 telah diberitahukan menjadi penyebab kanker serviks sedangkan yang lainnya beresiko rendah. Infeksi terhadap virus HPV akan berkembang menjadi kanker serviks pada beberapa kasus. Sekitar 12% wanita tanpa kelainan serviks terinfeksi HPV yang beresiko tinggi, perkiraan yang tinggi kebanyakan wanita muda. Dan kurang dari 10% infeksi HPV persisten berkembang menjadi karsinoma jika tidak diobati maka akan berdampak kepada kanker serviks. Resiko kanker serviks tidak terlihat dengan infeksi HPV yang rendah .

  3. Kurangnya Sistem Kekebalan Tubuh, Wanita yang terinfeksi HIV akibat penyakit AIDS dan wanita yang sering mengkonsumsi obat-obatan untuk menekan sistem imun pada tubuh akan lebih memiliki resiko yang menyebabkan kanker serviks. Para ahli menyarankan untuk melakukan screening secara teratur untuk mencegah kanker serviks timbul lebih awal.

  4. Paparan HPV, Wanita yang melakukan hubungan seksual yang berusia 14 tahun atau lebih muda di bandingkan dengan mereka yang melakukan hubungan seksual pada saat berusia 25 tahun atau lebih tua memiliki resiko yang lebih tinggi.

  5. Terinfeksi Penyakit Seksual, Penyakit seksual lain yang dimaksud adalah penyakit seperti herpes simpleks, kutil kelamin, sifilis, gonore, HIV Aids, dan virus HPV. Berhubungan seksual lebih dari satu pasangan akan memungkinkan penularan penyakit seksual akan terjadi.

  6. Faktor reproduksi dan hormon, penggunaan alat kontrasepsi oral juga bisa menyebabkan kanker serviks.

  7. Merokok, resiko terkena kanker seviks mungkin akan lebih tinggi pada seorang perokok karena lebih memungkinkan terinfeksi virus HPV karena rokok dapat mengembangkan sel-sel kanker pada virus HPV.

  8. Riwayat Kanker sebelumnya,kanker serviks akan berkembang kurang dari 1% pada wanita yang memiliki karsinoma insitu. Resiko kanker serviks akan lebih tinggi pada wanita yang mengidap kanker kulit vagina dan vulva, kanker ginjal, dan kanker saluran kemih.

  9. Kondisi Medis dan Perawatan tertentu, Diethilstilboestrol (DES) merupakan hormon sintetik estrogen yang di berikan pada wanita untuk mencegah keguguran. Jika seorang wanita mengambil DES pada saat hamil, kemungkinan leher rahim tidak akan kompeten.

  10. Sistem kekebalan pada tubuh, Displasia serviks beresiko lebih tinggi pada wanita dengan penyakit autoimun lupus eritematosus sistemik atau theumatoid arthritis. Penggunaan obat penekanan untuk kekebalan dalam kondisi ini dapat berupa berubah menjadi virus HPV.

  Terlepas dari faktor resiko, skrining kanker serviks dapat mencegah sebesar 75% kasus kanker pada wanita yang melakukan skrining secara rutin.

4

St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memperkenalkan  Keistimewaan Metode Minimal Invasif ,diantaranya; Terapi Intervensi pengobatan local kemoterapi dan embolisasi arteri atau metode minimal invasive lainnya efektif untuk untuk kanker serviks tingkat lanjut,mengatasi perawatan kekambuhan kanker dan kanker yang sulit di kontrol untuk kanker serviks stadium lanjut sebelum operasi. Setelah melakukan local kemoterapi, dapat diamati melalui biopsi, sel-sel kanker untuk berbagai tingkat nekrosis, degenerasi, metastasis, kelenjar getah bening semuanya mengalami perubahan yang sama. Secara bersamaan, terapi Embolisasi dapat meningkatkan tingkat reseksi operasi, berdampak kecil pada sistem kekebalan tubuh dan dapat mengontrol penyebaran dan pergerakan sel kanker pada pasien. Menurut kondisi pasien, anda dapat memilih Metode Penanaman Biji Partikel 125I. Para ahli berdasarkan terapi sebelumnya, jenis patologis tumor, tingkat keganasan dari sel-sel tumor dan faktor-faktor lain mertimbangkan energi partikel radioaktif dan pemilihan dosis, dengan penanaman biji partikel dapat menghancurkan tumor akan mengecilkan tumor. Penanaman radio partikel 125I untuk kanker serviks aman dan efektif, minimal invasif, lebih sedikit komplikasi, dan efek yang signifikan.

  Pada saat yang bersamaan dengan pengobatan kanker serviks, anda dapat menerapkan metode kombinasi pengobatan barat dan timur. St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dalam melawan kanker serviks menggunakan obat-obatan tradisional China melakukan penelitian yang sistematis, penggabungan obat tradisional China dan minimal invasif, mencapai hasil yang memuaskan dalam pengobatan banyak pasien kanker serviks.