Pengobatan Minimal Invasif Kanker Serviks Tanpa Bedah Konvensional

  Gejala-Gejala Penyakit Kanker Serviks.

  Sedangkan gejala-gejala kanker serviks yang sering ditemui sebelum terserang…

  1. Pendarahan Abnormal : Perempuan yang mengalami kanker serviks umumnya mengalami pendarahan yang tidak normal dari vagina.

  2. Keputihan Berlebihan

  3. Nyeri Panggul : Nyeri panggul yang tidak berhubungan dengan siklus haid normal

  4. Nyeri Saat Buang Air Kecil : Apabila kandung kemih terasa sakit atau nyeri saat buang air kecil, hal itu bisa menjadi gejala kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasanya terjadi saat kanker telah menyebar ke kandung kemih.

  5. Sakit & Pendarahan Saat Berhubungan Seks

Jika terjadi gejala-gejal yang mencurigakan tersebut , segeralah konsultasi ke dokter.

 1-185644968

 Pengobatan Minimal Invasif, pengobatan Kanker serviks, solusi untuk masalah yang tidak bisa diatasi dengan bedah konvensional

  Operasi, kemoterapi dan radioterapi dulu merupakan tiga metode konvensional utama untuk pengobatan tumor ganas. Namun bagi pasien kanker stadium lanjut yang tidak dapat dioperasi dan tidak dapat menahan pengaruh anestesi dan kemoradioterapi karena alasan fisik, pengobatan Minimal Invasif menjadi metode pengobatan pilihan bagi mereka. Selain Intervensi, Cryosurgery, NanoKnife, 3D Printed Template-Assisted Seed Implantation dan 18 teknologi pengobatan kanker lainnya, saat ini telah memperpanjang harapan hidup, meringankan penderitaan penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup ribuan pasien kanker stadium lanjut dari lebih dari 20 negara dan wilayah.

  Traditional Chinese Medicine (TCM), mengoptimalkan efektivitas pengobatan

  Pengobatan Tradisional China memiliki sejarah panjang di China, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memanfaatkan keunggulan khusus pengobatan tradisional China dalam mengobati kanker, membantu mengatur kekebalan tubuh pasien, memperbaiki lingkungan internal tubuh, mengurangi leukopenia, muntah-muntah dan gejala lain yang diakibatkan kemoradioterapi, memaksimalkan kemampuan pertahanan tubuh sehingga dapat menahan penyebaran sel kanker, meningkatkan efektivitas pengobatan, memperpanjang harapan hidup.

VIP病房-600

  Lebih dari 60 value-added service, memberikan kehangatan seperti keluarga pada pasien.Demi memenuhi kebutuhan rawat inap pasien asing, serta menciptakan lingkungan tinggal yang hangat dan nyaman bagi mereka, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou senantiasa mempertahankan prinsip “Kebutuhan pasien di atas segalanya”, menyediakan layanan ala pelayan rumah tangga, mengatasi berbagai masalah yang dialami pasien yang tinggal di rumah sakit. RS menciptakan lebih dari 60 value-added service yang sangat user-friendly, meliputi kebutuhan dasar (pakaian, makanan, tempat tinggal, transportasi), kesehatan, bahasa, hiburan, wisata, perayaan hari besar, tradisi, keyakinan agama dan aspek lainnya, juga dilengkapi dengan penerjemah bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa Thailand, bahasa Arab, bahasa Melayu, bahasa Vietnam, serta belasan bahasa lainnya yang tersedia 24 jam sehingga pasien asing tidak mengalami kendala komunikasi selama menjalani perawatan di RS.

  Karena itu, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari banyak pasien dan media lokal dari Asia Tenggara. Dari tahun 2005 hingga kini, telah dibuka kantor perwakilan di Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, negara Asia Tenggara lainnya serta Arab Saudi, senantiasa memegang prinsip “Medis tiada batas negara”, mengadakan seminar gratis pengobatan kanker Minimal Invasif secara rutin di berbagai daerah di Asia Tenggara, juga menyediakan layanan konsultasi

Kanker Servik

Apa itu Vaksin Pencegahan Terhadap Kanker Serviks?

Yang sering disebut sebagai vaksin kanker serviks sebetulnya adalah vaksin HPV. Berbagai jenis virus HPV menyebar melalui kontak seksual, namun bahkan orang yang belum pernah berhubungan seks pun masih bisa terkena HPV. Kebanyakan kasus kanker serviks dikaitkan dengan virus ini.

Berdasarkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA), terdapat tiga jenis vaksin HPV untuk anak perempuan dan anak laki-laki. Ketiga vaksin tersebut dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks jika diberikan sebelum seorang wanita terkena virus tersebut. Selain itu, ketiga vaksin tersebut dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada wanita, serta dapat mencegah kanker anus pada wanita dan pria.

Memberikan vaksin kanker serviks kepada anak laki-laki sebenarnya juga dapat membantu melindungi dan mengurangi penularan ke anak perempuan. Beberapa jenis HPV juga telah dikaitkan dengan kanker di mulut dan tenggorokan. Jadi vaksin ini kemungkinan juga dapat melindungi Anda dari kanker mulut dan tenggorokan.

Siapa yang harus mendapat vaksin kanker serviks, dan kapan harus diberikan?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin HPV diberikan rutin untuk anak perempuan dan anak laki-laki berusia 11 atau 12 tahun, walaupun beberapa organisasi merekomendasikan untuk memulai vaksin sejak usia 9 atau 10 tahun.

Sangat ideal untuk anak perempuan dan anak laki-laki untuk menerima vaksin sebelum mereka melakukan kontak seksual dan terpapar HPV. Karena sekali Anda terinfeksi virus, maka vaksin tidak akan bekerja efektif, atau mungkin tidak bekerja sama sekali.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mendapat vaksin pada usia muda tidak membuat seseorang menjadi aktif secara seksual lebih dini. Selain itu, respon terhadap vaksin lebih baik pada orang usia muda daripada pada usia yang lebih tua.

Pada bulan Oktober 2016, CDC memperbarui jadwal vaksin HPV dengan menyarankan agar semua remaja berusia 9 sampai 14 tahun menerima dua dosis vaksin HPV setidaknya enam bulan sekali. Remaja yang baru memulai vaksin ketika usia 15 sampai 26 tahun, disarankan menerima tiga dosis vaksin.

Kanker Servik6

Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin HPV?

Vaksin HPV ini tidak disarankan untuk wanita hamil atau orang sedang sakit parah. Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi parah. Jika Anda juga memiliki reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap kandungan atau komponen vaksin atau dosis vaksin sebelumnya, Anda seharusnya tidak diperbolehkan mendapat vaksin ini.

Apakah vaksin HPV memiliki efek samping?

Efek samping yang paling umum dari vaksin HPV meliputi rasa sakit, pembengkakan atau kemerahan pada tempat suntikan. Terkadang pusing atau pingsan terjadi setelah dilakukan vaksinasi.

Duduk selama 15 menit dapat mengurangi risiko pingsan setelah vaksinasi. Selain itu, sakit kepala, mual, muntah, merasa lelah dan lemah juga bisa terjadi setalah dilakukan vaksin ini.

Apakah wanita yang sudah mendapat vaksin kanker serviks masih perlu melakukan tes Pap smear?

Vaksin HPV tidak bisa menggantikan tes Pap smear. Pemeriksaan rutin kanker serviks melalui tes Pap smear merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan seorang wanita.

Tes Pap smear adalah sebuah tes yang dapat memeriksa keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Dengan pemeriksaan rutin, dokter bisa langsung mendeteksi jika ada perubahan sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker. Tes Pap sebaiknya dimulai dari usia 21 tahun.

QQ截图20170314112502

Saya sudah pernah berhubungan seks namun belum pernah mendapat vaksin HPV. Bagaimana cara saya mencegah kanker serviks?

Berapa pun usia Anda, baik yang sudah pernah melakukan hubungan seksual atau belum, sebaiknya mendapatkan vaksin HPV. Mungkin saja Anda belum terinfeksi HPV dari hubungan seksual sebelumnya. Untuk itu, vaksin HPV akan melindungi Anda untuk hubungan seksual selanjutnya.

HPV menyebar melalui kontak seksual, oral, vaginal, atau anal. Untuk melindungi diri dari HPV, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Selain itu, jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko kanker serviks.

Untuk mendeteksi kanker serviks pada tahap awal, lakukan pemeriksaan kesehatan dengan tes Pap smear rutin yang dimulai pada usia 21. Hubungi dokter segera jika Anda melihat tanda atau gejala kanker serviks seperti pendarahan vagina setelah berhubungan seks, saat sedang tidak menstruasi, atau setelah menopause, atau jika Anda merasa sakit saat berhubungan seks.