Archive | Maret 2018

Pengobatan Konvensional vs Minimal Invasif Untuk Kanker Serviks

Kanker serviks adalah jenis tumor ganas yang tumbuh di bagian rahim dan saluran leher rahim,
merupakan salah satu tumor di saluran reproduksi wanita yang umum ditemui. Kanker serviks memiliki
berbagai metode pengobatan. Metode pengobatan konvensional meliputi operasi dan kemoradioterapi,
tetapi karena efek sampingnya yang besar, menyebabkan metode ini tidak hanya membunuh sel kanker,
tetapi juga sel-sel normal lainnya, hal ini membuat metode ini cenderung sulit diterima oleh para pasien.
Ahli St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menuturkan, sebelum memasuki stadium lanjut,
kanker serviks perlu melalui sebuah proses, semakin cepat terdeteksi, efektifitas pengobatan akan
semakin baik.

QQ图片20180322123459
Metode Pengobatan Konvensional
Metode pengobatan konvensional yang paling umum kita jumpai adalah operasi dan kemoradioterapi.
Metode operasi cocok diterapkan pada pasien kanker serviks stadium awal, karena pembedahan yang
dilakukan dapat memprediksi penyebaran kanker, membersihkan bagian lokal tumor serta mencegah
kekambuhan, pasien kanker serviks dengan usia muda dapat mempertahankan jaringan ovarium. Tetapi
karena ruang lingkup operasi yang luas, sehingga tidak menutup kemungkinan pasien akan mengalami
gangguan buang air kecil dan berbagai komplikasi lainnya. Radioterapi cocok diterapkan pada pasien
kanker serviks dengan berbagai stadium, memiliki indikasi yang lebih luas dan efektif. Data yang ada
menunjukkan, sekitar 2%-5% kanker serviks kurang sensitif terhadap radioterapi, 5%-10% pasien
mungkin akan mengalami gangguan dibagian rectovesical.

 3
Pengobatan Komprehensif Minimal Invasif :
Intervensi
Intervensi dibagi menjadi Intervensi Vaskular dan Intervensi Non-Vaskular. Pada kanker serviks, biasanya
diterapkan Intervensi Vaskular. Pada metode ini akan dilakukan pembedahan sekitar 1-2cm, dengan
dipandu alat pencitraan akan dilakukan penusukan, obat anti kanker akan dimasukkan ke pusat tumor
melalui alat sejenis kateter, dengan begitu tumor akan terbunuh secara terarah, tanpa mempengaruhi
sel normal lainnya; selain itu, melalui teknik embolisasi, pembuluh darah tumor akan “disumbat”,
dengan begitu tumor akan “mati kelaparan”. Kelebihan dari metode ini antara lain tanpa operasi, minim
luka, pemulihan cepat dan efektif. Pada kasus kanker serviks, Intervensi telah berhasil menangani
banyak kasus.


Penanaman Biji Partikel Kombinasi Kemoradioterapi
Penanaman Biji Partikel Kombinasi Kemoradioterapi merupakan metode yang menanamkan biji partikel
ke pusat tumor melalui panduan alat CT atau USG. Biji-biji partikel ini akan memancarkan sinar radiasi,
mengobati tumor dan memutus jalur penyebaran tumor. Kanker serviks cenderung lebih sensitif
terhadap sinar radiasi sehingga metode ini lebih efektif, baik pada stadium awal maupun akhir.
Ahli Onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, menjelaskan, bagi pasien kanker serviks
dengan usia lanjut atau yang tidak dapat menjalani operasi dan kemoradioterapi, mereka dapat
menjalani pengobatan kanker di China untuk mendapatkan kesempatan pengobatan yang lebih baik. St.
Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memiliki 18 teknologi pengobatan komprehensif minimal
invasif yang dapat membawa harapan baru bagi pengobatan kanker serviks.

Info Pengobatan dan Konsultasi Gratis :

www.asiancancer.com/indonesian 

Ms. Marissa (TLP/WA) 0852-111-94878

This entry was posted on 22/03/2018, in 未分类.

6 Jenis Tumor Abdomen

QQ图片20180314114201

Tumor abdomen atau tumor perut merupakan jenis dari kanker perut yang cukup banyak dialami
sebagian besar orang. Tumor abdomen sendiri terbagi dalam beberapa jenis dan namanya bisa berubah
sesuai dengan lokasi tumbuhnya tumor. Banyaknya organ penting yang terdapat di dalam perut tentu
menjadikan tumor abdomen sangat rentan menyerang organ-organ tersebut. Bahkan tumor dapat
bersifat ganas dan menyerang banyak organ sehingga dapat membahayakan nyawa penderitanya. Tak
jarang sel tumor yang berkembang dengan sangat cepat berubah menjadi sel kanker dan terus merusak
seluruh organ tubuh secara bertahap.

Kanker Serviks
Jenis Tumor Abdomen
Untuk menilai tingkat bahayanya, tentu kita harus tahu terlebih dahulu organ apa yang diserang dan
seberapa ganas sel tumor yang muncul. Jika dokter menganggap jinak, berarti tumor abdomen tidak
begitu berbahaya, namun tetap perlu segera diatasi sebelum menjadi penyakit yang lebih serius. Namun
jika dokter mengatakan sel tumor tersebut ganas maka penyakit tersebut sangat berbahaya dan
sebaiknya segera diobati karena semakin cepat ditangani maka akan semakin mudah untuk sembuh.
Adapun tumor pada abdomen berbeda jenisnya sesuai dengan lokasinya dan penyebab terbentuknya
tumor seperti berikut ini.


1. Kista
Kista merupakan kantung yang terbentuk dengan isi berupa cairan atau gumpalan padat. Kista dapat
muncul pada rongga perut maupun dinding usus, yang bisa menjadi berbahaya jika berubah menjadi
kanker. Umumnya kista memang tidak begitu berbahaya, dan jika cepat ketahuan penyakit ini masih bisa
diobati dengan mudah. Umumnya kista pada rongga perut yang paling sering muncul adalah hamartoma,
namun jenis lainnya juga bisa saja muncul dan menjadi tumor abdomen.
2. Polip Usus
Polip usus merupakan sel-sel yang membentuk gumpalan kecil pada lapisan usus besar atau kolon. Polip
usus pun umumnya tidak berbahaya, namun pada beberapa kasus bisa menjadi ganas sehingga
berpotensi membentuk sel kanker. Tidak heran bila penderita polip usus suatu saat dapat
menderita kanker usus besar.
3. Kanker
Memang bisa dikatakan tidak semua benjolan disebut kanker, namun kanker sudah pasti membentuk
benjolan atau tumor di tempat sel kanker tumbuh. Hampir kebanyakan tumor abdomen merupakan
kanker seperti kanker usus, kanker hati, kanker lambung dan jenis kanker lainnya. Penyakit satu ini
sudah pasti sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa penderitanya bila terlambat mendapat
pengobatan.
4. Tumor Hati
Berbeda dengan kanker hati, tumor hati sangat jelas terasa karena adanya benjolan yang cukup besar
muncul pada hati. Tumor hati juga berbahaya karena dengan kehadiran tumor tersebut maka fungsi hati
untuk mentralisir racun dan membantu proses metabolisme menjadi terganggu. Bahkan tumor hati yang
cukup lama dapat menyebabkan sirosis atau kerusakan hati secara permanen.
5. Aneurisma Aorta Abdominalis
Sesuai namanya, pembuluh besar aorta yang berada di daerah perut dapat mengalami pembengkakan
dan membentuk kantong. Pembengkakan tersebut bisa menjadi sebuah bentuk tumor abdomen yang
menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi sangat lemah bahkan rentan pecah.


Meski awalnya tumor abdomen tidak berbahaya, jangan pernah menyepelekan penyakit ini karena suatu
saat dapat berubah menjadi penyakit ganas seperti kanker yang mematikan. Jangan lupa untuk selalu
menjaga kesehatan dan melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari segala jenis penyakit termasuk
tumor abdomen. Bila merasakan gejala yang berbeda dari biasanya dan berlangsung cukup lama,
sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit sehingga dapat melakukan dengan cepat dan tepat.

Informasi dan Konsultasi Gratis :

http://www.asiancancer.com/indonesian/

Ms. Marissa

0852-111-94878 (TLP/WA)

This entry was posted on 14/03/2018, in 未分类.