Archive | November 2017

Tanda-tanda Stadium Pada Kanker Serviks

4-20120F2125911A3

  Kanker Serviks Stadium 0

  Pada stadium 0 berarti bahwa sel-sel kanker terbatas pada permukaan serviks. Tahap ini juga disebut karsinoma in situ (CIS) atau cervical intraepithelial neoplasia (CIN) grade III (CIN III). Tidak ada gejala sama sekali pada stadium 0 ini.

  Kanker Serviks Stadium 1

  Pada kanker serviks stadium I,kanker telah tumbuh lebih dalam ke leher rahim, namun belum menyebar ke luar. Lebih lanjut, dibagi menjadi dua subkategori:

  Stadium IA : Ukuran kanker masih kecil kurang dari 5 mm (dalam) dan lebar kurang dari 7 mm, hanya bisa dilihat di bawah mikroskop.

  Stadium IB : Kanker dapat dilihat secara kasat mata dan ukuran 4 cm atau kurang; atau kanker hanya dapat dilihat di bawah mikroskop dengan ukuran lebih dari 5 mm (dalam) dan 7 mm (lebar).

  Gejala kanker serviks stadium 1 biasanya tidak nampak, kalaupun ada hanya berupa keputihan berwarna pink (merah muda), dan sedikit berdarah saat berhubungan seksual.

  Kanker Serviks Stadium 2

  Pada kanker serviks II, berarti kanker telah tumbuh melampaui leher rahim dan rahim,tetapi belum mencapai dinding panggul atau bagian bawah vagina.Pada tahap ini, kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau tempat yang jauh. Tahap II memiliki dua subkategori tambahan:

  Stadium IIA : Kanker belum menyebar ke jaringan yang berada di samping leher rahim, parametria, tetapi mungkin telah tumbuh di bagian atas vagina.

  Tahap IIB : Kanker telah menyebar ke jaringan yang berada di samping leher rahim (parametria).

  Gejala kanker serviks stadium 2 sudah mulai nampak, terutama pendarahan ketika berhubungan seksual serta keluar keputihan yang tidak biasa.

  Kanker Serviks Stadium 3

  Pada kanker serviks stadium III, berarti kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul,tetapi tidak ke kelenjar getah bening terdekat atau bagian lain dari tubuh. Tahap ini dibagi menjadi dua subkategori:

  Stadium IIIA : Kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina, tetapi tidak ke dinding panggul.

  Stadium IIIB : Kanker telah tumbuh ke dalam dinding panggul dan / atau telah memblokir kedua ureter, namun belum menyebar ke kelenjar getah bening atau tempat yang jauh. Atau kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul, tapi tidak ke tempat yang jauh.

  Gejala kanker serviks stadium 3 sudah sangat jelas,yaitu berupa pendarahan abnormal,keputihan yang tidak biasa,dan nyeri panggul seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

  Kanker Serviks Stadium 4

  Mungkin Anda sudah penasaran seperti apa stadium 4, berikut informasinya:

  Pada stadium lanjut ini, kanker telah menyebar ke organ terdekat atau bagian tubuh lainnya. Satidum IV dibagi menjadi dua subkategori:

  Stadium IVA : kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum, tetapi tidak ke kelenjar getah bening atau tempat yang jauh.

  Stadium IVB : kanker telah menyebar ke organ di luar panggul, seperti paru-paru atau hati.

  Tanda-tanda kanker serviks stadium lanjut sama dengan stadium 3 ditambah dengan gejala berikut:

  1.   Penurunan berat badan.
  2.   Kelelahan.
  3.   Sakit punggung.
  4.   Nyeri kaki atau bengkak.
  5.   Kebocoran urin atau feses dari vagina.
  6.   Mudah mengalami patah tulang.

res01_attpic_brief

  Pengobatan yang terbaik untuk kanker serviks

  Guna meningkatkan pengobatan kanker serviks, maka setiap pasien dapat berkonsultasi dengan ahli di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk perencanaan program pengobatan yang paling cocok dan sesuai denga kondisi keseluruhan masing masing pasien yang akan dibantu oleh tim yang terdiri dari ahli bedah, ahli patologi, ahli radiasi onkologi, ahli pengobatan kanker minimal invasif, tim perawat pasien kanker dan penerjemah.

  Pengobatan kanker serviks yang Unggul dan Terpadu dengan Tepat

  Setelah bertahun-tahun para ilmuwan mengeksplorasi dan meneliti pengobatan Cina, disimpulkan bahwa pengobatan cina sangatlah mengutamakan keseimbangan, yang tentunya dapat berperan sebagai anti-kanker. Kelebihan dari metode gabungan timur dan barat adalah metode ini jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan satu macam pengobatan saja. "Terapi Integratif" yang menggunakan metode gabungan dari pengobatan timur dan barat dapat melalui 4 cara, antara lain injeksi obat langsung pada pembuluh darah vena, herbal herbal yang dapat di hirup atau di hisap, obat herbal yang langsung di infus pada bagian usus, dan injeksi herbal lainnya. Ini semua merupakan salah satu cara untuk mengkombinasi pengobatan.

  Layanan seperti apakah yang akan diperoleh ?

  Semakin banyak pandangan bahwa terapi tumor kombinasi lebih unggul daripada monoterapi. Terapi Local Kemoterapi adalah jenis perawatan yang komprehensif, pengobatan intervensi dari kanker serviks sebelum operasi, untuk mengecilkan tumor, meningkatkan hasil operasi. St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memperkenalkan program pengobatan pribadi dengan rencana perawatan yang komprehensif untuk keadaan khusus yang berbeda pasien kanker serviks, dokter menghadiri untuk mengembangkan program pengobatan yang berbeda, kolaborasi dokter yang kompeten dan ahli operasi bersama-sama membunuh tumor. Modern Cancer Hospital Guangzhou dengan pengobatan local kemoterapi dan emobolisasi arteri atau metode minimal invasive lainnya efektif untuk untuk kanker serviks tingkat lanjut, perawatan kekambuhan kanker dan kanker yang sulit di kontrol, atau untuk kanker serviks stadium lanjut sebelum operasi. Setelah melakukan local kemoterapi, dapat diamati melalui biopsi, sel-sel kanker untuk berbagai tingkat nekrosis, degenerasi, metastasis, kelenjar getah bening semuanya mengalami perubahan yang sama. Secara bersamaan, terapi Embolisasi dapat meningkatkan tingkat reseksi operasi, berdampak kecil pada sistem kekebalan tubuh dan dapat mengontrol penyebaran dan pergerakan sel kanker pada pasien. Menurut kondisi pasien, anda dapat memilih Metode Penanaman Biji Partikel 125I. Para ahli berdasarkan terapi sebelumnya, jenis patologis tumor, tingkat keganasan dari sel-sel tumor dan faktor-faktor lain mertimbangkan energi partikel radioaktif dan pemilihan dosis, dengan penanaman biji partikel dapat menghancurkan tumor akan mengecilkan tumor. Penanaman radio partikel 125I untuk kanker serviks aman dan efektif, minimal invasif, lebih sedikit komplikasi, dan efek yang signifikan.

  Pada saat yang bersamaan dengan pengobatan kanker serviks, anda dapat menerapkan metode kombinasi pengobatan barat dan timur. St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dalam melawan kanker serviks menggunakan obat-obatan tradisional China melakukan penelitian yang sistematis, penggabungan obat tradisional China dan minimal invasif, mencapai hasil yang memuaskan dalam pengobatan banyak pasien kanker serviks.

This entry was posted on 30/11/2017, in 未分类.

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Serviks?

  Kanker Serviks

 Berikut adalah cara untuk mencegah timbulnya kanker serviks :

  1. Lakukan Screening kanker serviks, USG,CT-scant

  2. Pap Smear : Tahapan, Proses, dan Manfaatnya   pap smear adalah metode untuk memeriksa kesehatan sel pada jaringan organ leher rahim. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sel dari leher rahim dan diperiksa secara mikroskopis. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apabila terjadi kelainan pada sel leher rahim yang berpotensi menjadi kanker.

  Pap smear merupakan suatu metode atau tes yang digunakan untuk mengetahui apakah di dalam tubuh seseorang terdapat sel-sel kanker atau tidak. Tes yang juga dikenal dengan istilah tes Papanikolaou ini dilakukan khususnya bagi para wanita untuk mendeteksi gejala kanker serviks. Dengan pap smear dapat membantu mendeteksi dini dan dapat pengobatan dini bagi seorang wanita yang mengidap kanker serviks yang masih pada stadium awal. Selain itu, uji pap smear juga dapat mendeteksi perubahan yang terjadi pada sel-sel rahim.

Kanker Servik6

 Pengobatan Kanker Serviks dengan Metode Minimal Invasif di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  1. Intervensi kemo hijau Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker

  Terapi Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, alat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”. Selain dapat memutuskan pasokan darah ke kanker, obat emboli yang dicampur dengan obat kemo juga berperan sebagai kemoterapi lokal, sehingga tidak ada efek samping seperti yang terjadi pada kemoterapi sistemik.

  Kelebihan Intervensi : memiliki kemampuan untuk “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat di lokal lesi, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat.

4

  2. Cryosurgery : Minim luka, Minim Komplikasi dan Mencegah Kekambuhan

  Metode Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun memiliki hasil yang setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini juga dapat mengurangi risiko operasi dan komplikasi, dapat mengontrol proses dan hasil pengobatan, serta tidak memiliki batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil memberikan hasil pengobatan yang efektif pada banyak pasien kanker hati.

  Kelebihan Cryosurgery : mengurangi risiko penyebaran setelah selesai tindakan medis; minim pendarahan, pemulihan cepat; membersihkan jaringan lokal tumor, merangsang kekebalan tubuh, mencegah kekambuhan tumor; minim kerusakan pada jaringan normal sekitar organ

1-160058426

  3. Microwave Ablation (MWA) : Membuat Sel Kanker “Mati Kepanasan”, Luka Hanya Sebesar Ujung Jarum

  Kelebihan Microwave Ablation (MWA) : efisiensi termal yang tinggi, proses tindakan lebih singkat, dalam waktu 10 menit dapat mengablasi tumor yang berdiameter hingga 6cm, mengurangi risiko dan penderitaan pasien saat proses tindakan; luka sebesar ukuran ujung jarum kurang lebih 3mm, menghindari luka “vitalitas” tubuh akibat operasi besar; indikasi luas. Pada kasus kanker serviks yang tidak dapat menjalani operasi, gagal menjalani embolisasi , Microwave Ablation (MWA) bisa menjadi opsi pengobatan yang efektif.

  4. Imunoterapi : Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup

  Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa lesi pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, metode ini dapat meningkatkan dan memperbaharui sistem kekebalan tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan.

  Kelebihan Imunoterapi : meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari adanya serangan virus dan bakteri dari luar; efektif menurunkan peluang kekambuhan dan penyebaran, aman

1-185644968

  Tim Medis Multidisiplin (MDT – Multidisciplinary Team) di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Tim Multidisiplin, Memberikan Pelayanan Medis Yang Komprehensif Untuk Pasien Kanker Serviks

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah membentuk tim medis multidisiplin(Ahli Onkologi,Ahli Surgery,Ahli Osteologi,Ahli Saraf,Ahli Spikologi,Ahli Gizi, dll) diskusi medis lebih dari satu dokter onkologi,efisiensi bagi pasien karena menghemat waktu untuk mencari kebeberapa Rumah sakit untuk bertemu dengan beberapa dokter Spesialis , Tim MDT menggabungkan para ahli dari berbeda bidang yang akan bersama-sama memberikan layanan konsultasi kepada pasien, saling melengkapi kekurangan di masing-masing bidang dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, agar dapat mengembangkan rencana pengobatan yang tepat pada pasien, melakukan pengontrolan hasil pengobatan , sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengobatan pasien.

This entry was posted on 28/11/2017, in 未分类.

Berbagai Metode Minimal Invasif pengobatan kanker serviks

 Kanker Servik3

 Gejala Kanker Serviks Stadium 4

  1.   Terjadi pendarahan yang hebat saat tidak sedang mestruasi atau saat sebelum dan sesudah menopause
  2.   Ada rasa sakit pada tulang, otot, dan panggul bagian bawah
  3.   Muncul rasa sakit yang berlebihan saat buang air besar atau buang air kecil. Bahkan disertai dengan pendarahan
  4.   Mengalami gangguan nafsu makan, lelah, dan badan menjadi lemas
  5.   Mengalami penurunan berat badan dalam waktu yang cepat
  6.   Seluruh badan akan terasa sakit dan tidak nyaman
  7.   Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 4

  Untuk memeriksa gejala kanker serviks stadium 4 ini sebaiknya dilakukan dalam cara medis dan dilakukan oleh dokter ahli kanker dan penyakit dalam.Umumnya metode yang akan digunakan oleh dokter adalah dengan menggunakan metode Pap Smear. Metode Pap Smear tersebut akan melakukan tes terhadap tubuh anda apakah menderita virus HPV dalam angka yang cukup tinggi ataukah masih rendah. Jika tes menunjukkan angka yang cukup tinggi, maka kemungkinan dokter akan menyarankan anda untuk melakukan biopsi, pemeriksaan panggul, tes darah.

  Berbagai jenis pemeriksaan tersebut ditujukan untuk melihat penyebaran virus HPV yang terdapat di tubuh anda dan juga diperlukan untuk melihat metode pengobatan yang tepat.

  Komplikasi pada Kanker Serviks Stadium 4

  Seperti yang sudah sempat kami jelaskan, bahwa kanker serviks stadium 4 ini sangat rentan akan terjadi komplikasi dengan penyakit lainnya.Untuk mengetahui penyakit apakah yang bisa komplikasi dengan kanker serviks yang anda derita, anda dapat menyimaknya sebagai berikut.

  1.   Gagal Ginjal
  2.   Penggumpalan Darah
  3.   Pendarahan Hebat
  4.   Pengobatan Kanker Serviks Stadium 4

  Saat akan melakukan pengobatan kanker serviks, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, sebelum melakukan pengobatan. Seperti ukuran tumor, usia pasien yang menderita kanker serviks, tingkat stadium kanker serviks yang diderita, keadaan kesehatan penderita secara keseluruhan, dan faktor lain-lainnya.

  Tingkat keganasan kanker serviks sangat tinggi, pada umumnya, sebanyak 70% penderita kanker serviks yang didiagnosa sudah mengalami tahap stadium lanjut. Pengobatan serviks dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu seperti operasi pengangkatan, pengobatan kolaborsi medis barat dan timur, radioterapi, kemoterapi, dan jenis pengobatan lainnya. Berikut ini penjelasan mengenai pengobatan kanker serviks :

%e5%ae%ab%e9%a2%88%e7%99%8c

  1. Pengobatan dengan operasi pengangkatan

  Pengobatan dengan operasi pengobatan sangat cocok dilakukan oleh penderita kanker serviks stadium awal. Operasi pengangkaran rahim ini sangat dikenal dengan sebutan atau istilah hysterectomy (operasi pengangkatan rahim keseluruhan),

  yaitu dengan melakukan operasi pengangkatan rahim penderita, dari bagian rahim vagina penderita dan jaringan parametrium, lalu disaat yang bersamaan melakukan pembersihan bilaterial kelenjar getah bening pada bagian panggul.

  Dan, apabila pada bagian ovarium tidak terdapat perubahan patologis, maka dapat dipertimbangkan untuk tidak melakukan operasi pengangkatan. Hysterectomi terdiri dari 4 jenis tingkatan, yaitu sebagai berikut :

  •   Hysterectomi Parsial (subtotal), yaitu operasi pengangkatan yang hanya dilakukan pada bagian rahim penderita saja.
  •   Hysterctomi total, yaitu operasi pengangkatan yang dilakukan pada rahim dan mulut rahim. Pada jenis operasi ini, tidak melakukan pengangkatan pada bagian tuba falopi dan ovarium.
  •   Hysterectomi total dan salpingo ooforektomi bilateral, yaitu operasi pengangkatan pada rahim, serviks, tuba falopi, dan juga ovarium.
  •   Hystertomi radikal, yaitu operasi pengangkatan pada bagian rahim, kelenjar getah bening, serviks, bagian atas vagina, dan jaringan dalam panggul.

  2. Pengobatan kanker serviks dengan Radioterapi

  Radioterapi adalah salah satu pengobatan kanker serviks yang sering dijumpai. Pengobatan dengan radioterapi, sangat cocok dilakukan oleh penderita kanker serviks diberbagai stadium, baik pada penderita kanker serviks stadium awal maupun stadium lanjut.

  Radioterapi merupakan pengobatan kanker serviks dengan menggunakan alat radiasi pengion, yang diberikan kepada penderita kanker dengan mematikan sel-sel kanker sesuai dengan dosis tumor yang diderita.

  Akan tetapi, radioterapi dapat menyebabkan kompilasi tertentu, yang paling utama adalah dapat menyebabkan terjadinya radioaktif rektum dan infeksi pada kandung kemih. Sehingg membutuhkan pengobatan yang aktif dan juga istirahat, untuk dapat memulihkan keadaan secara perlahan-lahan.

3

  3. Metode Minimal Invasif yaitu Pengobatan Partikel 125I

  Yaitu salah satu pengobatan kanker serviks yang efektif. Kanker serviks sangat peka terhadap sinar yang dipancarkan dari radioaktif. Sehingga hasil pengobatan kanker serviks pada stadium awal maupun stadium lanjut, memiliki hasil yang baik.Pengobatan radiopartikel dilakukan dengan cara menanamkan radiopartikel ke dalam tumor melalui di bawah panduan CT scan dan USG. Di dalam tumor, partikel-partikel tersebut akan terus memancarkan sinar dari radioaktif, sehingga dapat mengobati tumor dan memotong jalur penyebaran tumor.

Pada saat yang bersamaan dengan pengobatan kanker serviks, anda dapat menerapkan metode kombinasi pengobatan barat dan timur. di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou terdapat berbagai pilihan pengobatan dalam melawan kanker serviks mengkombinasikan perpaduan menggunakan obat-obatan tradisional China melakukan penelitian yang sistematis, penggabungan obat tradisional China dan Metode Minimal Invasif secara Medis dengan teknologi yang lebih maju, mencapai hasil yang memuaskan dalam pengobatan banyak pasien kanker serviks.

  Berbagai Metode Minimal Invasif  pengobatan kanker serviks yang cukup banyak,yaitu;Terapi Intervensi,Cryosurgery,Photodinamic, dan Immunoterapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh selain membunuh sel kanker.

  sebaiknya tidak menyerah terlebih dahulu sebelum melakukan dan memilih pengobatan kanker serviks yang tepat dan sesuai dengan diri sendiri, dan asalkan dapat bekerja sama dengan dokter, maka pengobatan akan berjalan dengan efektif juga perkembangan dari pengobatan kanker serviks dapat terkontrol.

This entry was posted on 27/11/2017, in 未分类.

Perkembangan Internasional Medis Lebih Maju Terdapat Harapan Baru Pengobatan Kanker Serviks

3 

Gejala-gejala Kanker Serviks (Leher Rahim) yaitu:

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi.

  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya.

  3. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Mudah terjadi pendarahan, misalnya setelah berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir. Nyeri selama berhubungan seksual.

  4. Nyeri di sekitar pinggul

  5. Perdarahan pasca menopause. Artinya menopause sudah terjadi namun tiba-tiba muncul lagi pendarahan.

  6. Keputihan yang tidak biasa, keluar cairan berlebih, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk.

  7. Kehilangan nafsu makan Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.

  8. Kelelahan. Mudah sekali merasa lelah atau lemah.

  9. Sakit punggung. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki.

  10. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. Mudah mengalami patah tulang.

  11. Sembelit Darah dalam urin Anda (hematuria) hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

  Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks

  Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan untuk memeriksa gejala-gejala Kanker Serviks,seperti; tes Pap Smear, USG ,computerized tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET)

  Tes DNA HPV. Jika Anda berusia 30 tahun atau lebih, dokter juga dapat menggunakan tes laboratorium yang disebut tes DNA HPV untuk menentukan apakah Anda terinfeksi dengan salah satu jenis HPV yang paling mungkin menyebabkan kanker serviks. Seperti halnya tes Pap Smear, tes HPV DNA juga melibatkan pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk pengujian laboratorium. Kemudian Anda mungkin menjalani pemeriksaan lebih mendetail untuk mendiagnosis kanker serviks. Supaya lebih akurat diagnosis kanker serviks, diperlukan langkah-langkah berikut: Pemeriksaan serviks. Pemeriksaan ini disebut kolposkopi, dokter akan menggunakan alat pembesar khusus (colposcope) untuk memeriksa sel-sel abnormal pada serviks. Jika dokter telah mengidentifikasi daerah yang abnormal, maka akan diambil sampel berupa secuil jaringan untuk analisis (biopsy). Biopsi kerucut (konisasi) disebut demikian karena mengambil sampel jaringan serviks berbentuk kerucut. hal ini akan memungkinkan dokter untuk mendapatkan lapisan lebih dalam dari sel leher rahim untuk pengujian laboratorium

1-16101Q51K5J5

  Stadium kanker serviks antara lain:

  1. Stadium I. Kanker hanya terbatas pada serviks.

  2. Stadium II. Kanker pada tahap ini meliputi serviks dan vagina tetapi belum menyebar ke panggul sisi dinding atau bagian bawah vagina.

  3. Stadium III. Kanker pada tahap ini telah menyebar di luar leher rahim ke dinding panggul dan bagian bawah vagina.

  Stadium IV. Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih atau rektum, atau telah menyebar ke area lain dari tubuh, seperti paru-paru, hati dan tulang.

  Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi,kemoterapi,surgery, mengangkat seluruh rahim, disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat dari kemo biasa.

  5. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup

This entry was posted on 23/11/2017, in 未分类.

Diagnosis dan Stadium Pada Kanker Ovarium

9-20120630092331b9 

Gejala Kanker Ovarium

  Kanker ovarium jarang menimbulkan gejala pada stadium awal. Kalaupun ada, gejala-gejalanya menyerupai konstipasi atau gejala pada iritasi usus. Oleh sebab itu, kanker ovarium biasanya baru terdeteksi ketika kanker sudah menyebar dalam tubuh.

  Beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita kanker ovarium adalah:

  1.   Perut selalu terasa kembung.
  2.   Pembengkakan pada perut.
  3.   Sakit perut.
  4.   Penurunan berat badan.
  5.   Cepat kenyang.
  6.   Mual.
  7.   Perubahan pada kebiasaan buang air besar, misalnya konstipasi (sulit buang air besar).
  8.   Frekuensi buang air kecil yang meningkat.
  9.   Sakit saat berhubungan seksual.

  Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ovarium

  Sama seperti kanker pada umumnya, penyebab kanker ovarium juga belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker ini. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  Faktor Usia. Kanker ovarium cenderung terjadi pada wanita berusia 50 tahun ke atas.

  Genetik. Risiko untuk terkena kanker ovarium akan meningkat jika memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker ovarium atau kanker payudara. Begitu juga pada wanita yang memiliki gen BRCA1 dan BRCA2, yang merupakan mutasi genetic yang dapat diturunkan.

  Terapi pengganti hormon estrogen (Esterogen Hormone Replacement Therapy), terutama bila dilakukan dalam jangka waktu lama dan dengan dosis tinggi. Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS),Tidak pernah hamil,Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas,Mengalami siklus menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah usia 50 tahun,Menjalani terapi kesuburan,Merokok,Menggunakan alat kontrasepsi IUD.

中西医治疗

  Diagnosis Kanker Ovarium

  Diagnosis awal dibuat berdasarkan gejala yang dialami, riwayat kesehatan keluarga, dan hasil pemeriksaan fisik. Kemudian pemeriksaan penunjang dilakukan untuk menegakkan diagnosa, meliputi USG, pemeriksaan darah, atau biopsi.

  Pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang dilakukan untuk memeriksa perut bagian bawah serta organ reproduksi. Pada pemeriksaan ini dapat diketahui bentuk, ukuran, dan struktur ovarium.

  Pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan protein CA 125 dalam darah. Kadar CA 125 yang tinggi bisa mengindikasikan kanker ovarium. Tetapi tes ini tidak bisa dijadikan patokan tunggal karena CA 125 bukan tes yang spesifik, kadarnya bisa meningkat pada kondisi lain yang bukan kanker, dan tidak semua penderita kanker ovarium mengalami peningkatan kadar CA 125 dalam darah.

  Stadium Kanker Ovarium

  Jika hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang positif menderita kanker ovarium, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah menentukan tingkat penyebaran kanker. Dalam menentukan tingkat penyebaran kanker ovarium, pemeriksaan bisa dilakukan dengan CT atau MRI scan, rontgen dada, serta pemeriksaan sampel cairan rongga perut dan jaringan ovarium.

  Mengetahui tingkat penyebaran kanker yang diderita akan membantu dokter untuk menentukan langkah pengobatan terbaik.

  Secara umum, tingkat penyebaran kanker ovarium terbagi ke dalam empat stadium, yaitu:

  Stadium 1: Kanker hanya menyerang salah satu atau kedua ovarium, tapi belum menyebar ke organ lain.

  Stadium 2: Kanker sudah menyebar dari ovarium ke jaringan di sekitar panggul atau rahim.

  Stadium 3: Kanker sudah menyebar ke selaput perut, permukaan usus, dan kelenjar getah bening di panggul atau perut.

  Stadium 4: Kanker sudah menyebar hingga bagian lain tubuh, misalnya ginjal, hati, dan paru-paru.

4

St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menerapkan gabungan pengobatan Barat dan Timur melawan kanker dan membunuh kanker, memaksimalkan keunggulan masing-masing terapi untuk saling melengkapi, khasiat pengobatan gabungan Timur dengan tradisional herbal china dan Pengobatan Medis Barat . Efektifitas pengobatan lebih besar dibandingkan pengobatan tunggal saja. Terapi Minimal Invasif merupakan teknologi yang stabil, tepat dan terarah untuk membunuh kanker, juga menghambat kerusakan pada tubuh yang timbul karena pengobatan konventional, dalam waktu yang bersamaan, menjaga keseimbangan imun tubuh secara menyeluruh dan membantu membunuh kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, menguatkan fisik. Gabunga Keistimewaan gabungan pengobatan Timur dan Barat dengan Terapi Minimal Invasif untuk menangani kanker dengan menerapkan sistem pengobatan yang modern, mendapatkan hasil yang lebih maksimal, efek samping yang lebih kecil,mencapai efektif hasil pengobatan paling maksimal.

Pengobatan Kanker Serviks dengan metode Minimal Invasif di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  1. Intervensi : Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker .Terapi Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, alat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”. Selain dapat memutuskan pasokan darah ke kanker, obat emboli yang dicampur dengan obat kemo juga berperan sebagai kemoterapi lokal, sehingga tidak ada efek samping seperti yang terjadi pada kemoterapi sistemik.   Kelebihan Intervensi : memiliki kemampuan untuk “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat di lokal lesi, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat.

  2. Microwave Ablation (MWA) : Membuat Sel Kanker “Mati Kepanasan”, Luka Hanya Sebesar Ujung Jarum   Kelebihan Microwave Ablation (MWA) : efisiensi termal yang tinggi, proses tindakan lebih singkat, dalam waktu 10 menit dapat mengablasi tumor yang berdiameter hingga 6cm, mengurangi risiko dan penderitaan pasien saat proses tindakan; luka sebesar ukuran ujung jarum kurang lebih 3mm, menghindari luka “vitalitas” tubuh akibat operasi besar; indikasi luas. Pada kasus kanker serviks yang tidak dapat menjalani operasi, gagal menjalani embolisasi , Microwave Ablation (MWA) bisa menjadi opsi pengobatan yang efektif.

  3. Imunoterapi : Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup   

Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa lesi pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, metode ini dapat meningkatkan dan memperbaharui sistem kekebalan tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan.

  Kelebihan Imunoterapi : meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari adanya serangan virus dan bakteri dari luar; efektif menurunkan peluang kekambuhan dan penyebaran, aman

  Tim Medis Multidisiplin (MDT – Multidisciplinary Team) di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou   Tim Multidisiplin, Memberikan Pelayanan Medis Yang Komprehensif Untuk Pasien Kanker Serviks

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah membentuk tim medis multidisiplin(Ahli Onkologi,Ahli Surgery,Ahli Osteologi,Ahli Saraf,Ahli Spikologi,Ahli Gizi, dll) diskusi medis lebih dari satu dokter onkologi,efisiensi bagi pasien karena menghemat waktu untuk mencari kebeberapa Rumah sakit untuk bertemu dengan beberapa dokter Spesialis , Tim MDT menggabungkan para ahli dari berbeda bidang yang akan bersama-sama memberikan layanan konsultasi kepada pasien, saling melengkapi kekurangan di masing-masing bidang dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, agar dapat mengembangkan rencana pengobatan yang tepat pada pasien, melakukan pengontrolan hasil pengobatan , sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengobatan pasien.

This entry was posted on 06/11/2017, in 未分类.

Bahan Kosmetik Yang Sifatnya Berbahaya Pemicu Kanker Yang Perlu Dihindari

  17390414-Decorative-cosmetics

      Produk kecantikan sebaiknya bukan cuma dipilih karena harga dan kualitasnya, tetapi juga bahan yang digunakan. Sebab ternyata ada beberapa bahan kosmetik yang sifatnya berbahaya dan perlu dihindari. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Mag for Women berikut ini.

  Sodium laureth sulfate

  Salah satu bahan kosmetik yang sering ditemukan adalah SLS. Padahal senyawa tersebut juga digunakan dalam industri otomotif. Beberapa produk yang mengandung SLS biasanya adalah sampo, sabun, dan pasta gigi. Jika menyerap ke dalam tubuh, SLS mampu meningkatkan risiko kanker payudara,kanker serviks pada wanita dan kemandulan pada pria.

  Phthalate

  Senyawa phthalate paling banyak ditemukan dalam cat kuku dan parfum. Selain digunakan sebagai bahan kosmetik, phthalate juga merupakan bahan penting pada produk kebersihan. Ibu hamil yang terkena paparan phthalate berlebihan mampu membahayakan kesehatan janin. Selain itu, phthalate juga memicu kanker pada ginjal, kanker paru-paru, dan kanker hati.

  Triclosan

  Jika Anda memakai lipstik atau deodoran, coba lihat bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya. Sebab triclosan yang berperan sebagai anti bakteri dan campuran detergen adalah senyawa yang cukup berbahaya sifatnya bagi jantung dan kesehatan otot.

  Formalin

  Beberapa produk kecantikan seperti pelembap, lotion, tabir surya, sampo, dan kondisioner juga mengandung formalin. Bahaya dari paparan senyawa tersebut adalah memicu alergi ,kanker hati, kanker ginjal, kanker payudara,kanker serviks,kanker usus,kanker kelenjar getah bening dan berbagai macam penyakit berbahaya lainnya. Selain itu, waspada pula dengan paraben dan merkuri yang sekarang juga marak digunakan dalam bahan kosmetik.

timg5_看图王

  Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk berbagai jenis kanker adalah faktor yang paling penting dan sangat efektif. Dan untuk pasien kanker , kemoterapi bukanlah satu-satunya pilihan pengobatan, perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih yaitu Terapi Minimal Invasif

 Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi, kemoterapi, surgery, mengangkat seluruh rahim, disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat dari kemo biasa.

   Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup

This entry was posted on 03/11/2017, in 未分类.

Pengobatan Kanker Serviks Stadium Lanjut

  Kanker Servik

     Keputihan yang disebabkan akibat flora normal berlebihan tentunya memerlukan penanganan agar tidak menyebabkan komplikasi dan infeksi pada organ reproduksi Anda. Pengobatan keputihan akan disesuaikan dengan kuman penyebab keputihan yang Anda alami. Untuk itu segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan agar keputihan Anda bisa ditangani dengan obat minum . Selain itu menjaga kebersihan organ intim dengan baik dan benar juga diperlukan agar keputihan tidak berulang dengan cara :

  1. gunakan celana dalam bahan katun dan tidak ketat.

  2. Ganti celana dalam jika basah.menjaga kehigienisan daerah intim anda agar tetap kering.

  3. Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan secara berlebihan dan hindari penggunaan panty liner.

  4. Gunakan pembalut yang tidak menimbulkan reaksi gatal / alergi.

  5. Bersihkan organ intim dengan searah dari depan ke belakang

  Jika hasil biopsi menemukan adanya sel abnormal yang berpotensi kanker atau CIN, maka perlu dilakukan penanganan lebih lanjut. Untuk info yang lebih jelas tentunya sebaiknya Anda menanyakan langsung ke dokter kandungan Anda.

  Penanganan Cervical Intra-epitheial Neoplasia/CIN

  Hasil pemeriksaan dapat dikategorikan berdasarkan ketebalan permukaan leher rahim yang mengalami perubahan sel, yaitu:

   CIN 1: sepertiga ketebalan permukaan jaringan leher rahim terinfeksi. Umumnya perubahan sel ini dapat kembali normal tanpa penanganan apa pun. Jika diputuskan untuk tidak ditangani, Anda akan dianjurkan untuk menjalani pap smear lagi untuk memastikan sel kembali normal.

   CIN 2: dua pertiga ketebalan permukaan serviks mengandung sel tidak normal.

   CIN 3: seluruh permukaan jaringan leher rahim telah mengalami perubahan.

 %e5%ae%ab%e9%a2%88%e7%99%8c%e7%9a%84%e7%97%87%e7%8a%b6 

Terdapat 11 Ciri-ciri dan Gejala Kanker Serviks (Leher Rahim) | seperit dikutip pada Medis diskusi,yaitu:

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi.

  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya.

  3. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Mudah terjadi pendarahan, misalnya setelah berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir. Nyeri selama berhubungan seksual.

  4. Nyeri di sekitar pinggul

  5. Perdarahan pasca menopause. Artinya menopause sudah terjadi namun tiba-tiba muncul lagi pendarahan.

  6. Keputihan yang tidak biasa, keluar cairan berlebih, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk.

  7. Kehilangan nafsu makan Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.

  8. Kelelahan. Mudah sekali merasa lelah atau lemah.

  9. Sakit punggung. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki.

  10. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. Mudah mengalami patah tulang.

  11. Sembelit Darah dalam urin Anda (hematuria) hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

  Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks

  Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan untuk memeriksa gejala-gejala Kanker Serviks,seperti; tes Pap Smear, USG ,computerized tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET)

  Tes DNA HPV. Jika Anda berusia 30 tahun atau lebih, dokter juga dapat menggunakan tes laboratorium yang disebut tes DNA HPV untuk menentukan apakah Anda terinfeksi dengan salah satu jenis HPV yang paling mungkin menyebabkan kanker serviks. Seperti halnya tes Pap Smear, tes HPV DNA juga melibatkan pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk pengujian laboratorium. Kemudian Anda mungkin menjalani pemeriksaan lebih mendetail untuk mendiagnosis kanker serviks. Supaya lebih akurat diagnosis kanker serviks, diperlukan langkah-langkah berikut: Pemeriksaan serviks. Pemeriksaan ini disebut kolposkopi, dokter akan menggunakan alat pembesar khusus (colposcope) untuk memeriksa sel-sel abnormal pada serviks. Jika dokter telah mengidentifikasi daerah yang abnormal, maka akan diambil sampel berupa secuil jaringan untuk analisis (biopsy). Biopsi kerucut (konisasi) disebut demikian karena mengambil sampel jaringan serviks berbentuk kerucut. hal ini akan memungkinkan dokter untuk mendapatkan lapisan lebih dalam dari sel leher rahim untuk pengujian laboratorium

  Stadium kanker serviks antara lain:

  1. Stadium I. Kanker hanya terbatas pada serviks.

  2. Stadium II. Kanker pada tahap ini meliputi serviks dan vagina tetapi belum menyebar ke panggul sisi dinding atau bagian bawah vagina.

  3. Stadium III. Kanker pada tahap ini telah menyebar di luar leher rahim ke dinding panggul dan bagian bawah vagina.

  Stadium IV. Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih atau rektum, atau telah menyebar ke area lain dari tubuh, seperti paru-paru, hati dan tulang.

  Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi, kemoterapi, surgery, mengangkat seluruh rahim, disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat dari kemo biasa.

  5. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup
 

This entry was posted on 02/11/2017, in 未分类.

Pengobatan Minimal Invasif Kanker Serviks Tanpa Bedah Konvensional

  Gejala-Gejala Penyakit Kanker Serviks.

  Sedangkan gejala-gejala kanker serviks yang sering ditemui sebelum terserang…

  1. Pendarahan Abnormal : Perempuan yang mengalami kanker serviks umumnya mengalami pendarahan yang tidak normal dari vagina.

  2. Keputihan Berlebihan

  3. Nyeri Panggul : Nyeri panggul yang tidak berhubungan dengan siklus haid normal

  4. Nyeri Saat Buang Air Kecil : Apabila kandung kemih terasa sakit atau nyeri saat buang air kecil, hal itu bisa menjadi gejala kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasanya terjadi saat kanker telah menyebar ke kandung kemih.

  5. Sakit & Pendarahan Saat Berhubungan Seks

Jika terjadi gejala-gejal yang mencurigakan tersebut , segeralah konsultasi ke dokter.

 1-185644968

 Pengobatan Minimal Invasif, pengobatan Kanker serviks, solusi untuk masalah yang tidak bisa diatasi dengan bedah konvensional

  Operasi, kemoterapi dan radioterapi dulu merupakan tiga metode konvensional utama untuk pengobatan tumor ganas. Namun bagi pasien kanker stadium lanjut yang tidak dapat dioperasi dan tidak dapat menahan pengaruh anestesi dan kemoradioterapi karena alasan fisik, pengobatan Minimal Invasif menjadi metode pengobatan pilihan bagi mereka. Selain Intervensi, Cryosurgery, NanoKnife, 3D Printed Template-Assisted Seed Implantation dan 18 teknologi pengobatan kanker lainnya, saat ini telah memperpanjang harapan hidup, meringankan penderitaan penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup ribuan pasien kanker stadium lanjut dari lebih dari 20 negara dan wilayah.

  Traditional Chinese Medicine (TCM), mengoptimalkan efektivitas pengobatan

  Pengobatan Tradisional China memiliki sejarah panjang di China, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memanfaatkan keunggulan khusus pengobatan tradisional China dalam mengobati kanker, membantu mengatur kekebalan tubuh pasien, memperbaiki lingkungan internal tubuh, mengurangi leukopenia, muntah-muntah dan gejala lain yang diakibatkan kemoradioterapi, memaksimalkan kemampuan pertahanan tubuh sehingga dapat menahan penyebaran sel kanker, meningkatkan efektivitas pengobatan, memperpanjang harapan hidup.

VIP病房-600

  Lebih dari 60 value-added service, memberikan kehangatan seperti keluarga pada pasien.Demi memenuhi kebutuhan rawat inap pasien asing, serta menciptakan lingkungan tinggal yang hangat dan nyaman bagi mereka, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou senantiasa mempertahankan prinsip “Kebutuhan pasien di atas segalanya”, menyediakan layanan ala pelayan rumah tangga, mengatasi berbagai masalah yang dialami pasien yang tinggal di rumah sakit. RS menciptakan lebih dari 60 value-added service yang sangat user-friendly, meliputi kebutuhan dasar (pakaian, makanan, tempat tinggal, transportasi), kesehatan, bahasa, hiburan, wisata, perayaan hari besar, tradisi, keyakinan agama dan aspek lainnya, juga dilengkapi dengan penerjemah bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa Thailand, bahasa Arab, bahasa Melayu, bahasa Vietnam, serta belasan bahasa lainnya yang tersedia 24 jam sehingga pasien asing tidak mengalami kendala komunikasi selama menjalani perawatan di RS.

  Karena itu, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari banyak pasien dan media lokal dari Asia Tenggara. Dari tahun 2005 hingga kini, telah dibuka kantor perwakilan di Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, negara Asia Tenggara lainnya serta Arab Saudi, senantiasa memegang prinsip “Medis tiada batas negara”, mengadakan seminar gratis pengobatan kanker Minimal Invasif secara rutin di berbagai daerah di Asia Tenggara, juga menyediakan layanan konsultasi

Kanker Servik

Apa itu Vaksin Pencegahan Terhadap Kanker Serviks?

Yang sering disebut sebagai vaksin kanker serviks sebetulnya adalah vaksin HPV. Berbagai jenis virus HPV menyebar melalui kontak seksual, namun bahkan orang yang belum pernah berhubungan seks pun masih bisa terkena HPV. Kebanyakan kasus kanker serviks dikaitkan dengan virus ini.

Berdasarkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA), terdapat tiga jenis vaksin HPV untuk anak perempuan dan anak laki-laki. Ketiga vaksin tersebut dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks jika diberikan sebelum seorang wanita terkena virus tersebut. Selain itu, ketiga vaksin tersebut dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada wanita, serta dapat mencegah kanker anus pada wanita dan pria.

Memberikan vaksin kanker serviks kepada anak laki-laki sebenarnya juga dapat membantu melindungi dan mengurangi penularan ke anak perempuan. Beberapa jenis HPV juga telah dikaitkan dengan kanker di mulut dan tenggorokan. Jadi vaksin ini kemungkinan juga dapat melindungi Anda dari kanker mulut dan tenggorokan.

Siapa yang harus mendapat vaksin kanker serviks, dan kapan harus diberikan?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin HPV diberikan rutin untuk anak perempuan dan anak laki-laki berusia 11 atau 12 tahun, walaupun beberapa organisasi merekomendasikan untuk memulai vaksin sejak usia 9 atau 10 tahun.

Sangat ideal untuk anak perempuan dan anak laki-laki untuk menerima vaksin sebelum mereka melakukan kontak seksual dan terpapar HPV. Karena sekali Anda terinfeksi virus, maka vaksin tidak akan bekerja efektif, atau mungkin tidak bekerja sama sekali.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mendapat vaksin pada usia muda tidak membuat seseorang menjadi aktif secara seksual lebih dini. Selain itu, respon terhadap vaksin lebih baik pada orang usia muda daripada pada usia yang lebih tua.

Pada bulan Oktober 2016, CDC memperbarui jadwal vaksin HPV dengan menyarankan agar semua remaja berusia 9 sampai 14 tahun menerima dua dosis vaksin HPV setidaknya enam bulan sekali. Remaja yang baru memulai vaksin ketika usia 15 sampai 26 tahun, disarankan menerima tiga dosis vaksin.

Kanker Servik6

Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin HPV?

Vaksin HPV ini tidak disarankan untuk wanita hamil atau orang sedang sakit parah. Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi parah. Jika Anda juga memiliki reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap kandungan atau komponen vaksin atau dosis vaksin sebelumnya, Anda seharusnya tidak diperbolehkan mendapat vaksin ini.

Apakah vaksin HPV memiliki efek samping?

Efek samping yang paling umum dari vaksin HPV meliputi rasa sakit, pembengkakan atau kemerahan pada tempat suntikan. Terkadang pusing atau pingsan terjadi setelah dilakukan vaksinasi.

Duduk selama 15 menit dapat mengurangi risiko pingsan setelah vaksinasi. Selain itu, sakit kepala, mual, muntah, merasa lelah dan lemah juga bisa terjadi setalah dilakukan vaksin ini.

Apakah wanita yang sudah mendapat vaksin kanker serviks masih perlu melakukan tes Pap smear?

Vaksin HPV tidak bisa menggantikan tes Pap smear. Pemeriksaan rutin kanker serviks melalui tes Pap smear merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan seorang wanita.

Tes Pap smear adalah sebuah tes yang dapat memeriksa keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Dengan pemeriksaan rutin, dokter bisa langsung mendeteksi jika ada perubahan sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker. Tes Pap sebaiknya dimulai dari usia 21 tahun.

QQ截图20170314112502

Saya sudah pernah berhubungan seks namun belum pernah mendapat vaksin HPV. Bagaimana cara saya mencegah kanker serviks?

Berapa pun usia Anda, baik yang sudah pernah melakukan hubungan seksual atau belum, sebaiknya mendapatkan vaksin HPV. Mungkin saja Anda belum terinfeksi HPV dari hubungan seksual sebelumnya. Untuk itu, vaksin HPV akan melindungi Anda untuk hubungan seksual selanjutnya.

HPV menyebar melalui kontak seksual, oral, vaginal, atau anal. Untuk melindungi diri dari HPV, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Selain itu, jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko kanker serviks.

Untuk mendeteksi kanker serviks pada tahap awal, lakukan pemeriksaan kesehatan dengan tes Pap smear rutin yang dimulai pada usia 21. Hubungi dokter segera jika Anda melihat tanda atau gejala kanker serviks seperti pendarahan vagina setelah berhubungan seks, saat sedang tidak menstruasi, atau setelah menopause, atau jika Anda merasa sakit saat berhubungan seks.

  

This entry was posted on 01/11/2017, in 未分类.