Archive | Oktober 2017

 Pengobatan Kanker Serviks Dengan Metode Minimal Invasif

 

  Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim, atau ada juga yang menyebutnya mulut rahim. Ini merupakan bagian rahim terbawah peralihan antara V dengan rahim.

  Ketahuilah bahwa sel-sel kanker yang diketahui secara dini kemudian segera diobati, maka akan semakin besar kesempatan untuk disembuhkan atau mencegahnya sebelum menjadi lebih parah. Gejala kanker serviks stadium awal seringkali tidak menimbulkan keluhan. Oleh sebab itu lakukan deteksi dini. Skrining yaitu;CT-Scant,PET-Scant,USG,Biopsy,dan  prosedur Pap smear  merupakan hal penting untuk memeriksa sel-sel abnormal pada leher rahim, sehingga mereka dapat dipantau dan diobati sedini mungkin.

  Mengenal Gejala Kanker Serviks Secara Dini.beberapa gejala atau tanda-tanda kanker serviks sebagai berikut: Keputihan keluar cairan berlebih, yang tidak biasa, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk. Kehilangan nafsu makan berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. Kelelahan. Mudah sekali merasa lelah atau lemah. Sakit punggung. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. Mudah mengalami patah tulang. Sembelit Darah dalam urin Anda (hematuria) hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

  Gejala-gejala kanker serviks adalah:

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi Bercak darah atau pendarahan biasanya ringan. Memang tidak semua pendarahan di luar jadwal menstruasi disebabkan oleh kanker serviks. Hal ini juga bisa terjadi ketika seorang wanita mengalami stress, kondisi kurang fit, menggunakan kontrasepsi, gejala keguguran, dan lain-lain.

  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya. Jika biasanya durasi haid selama 5-7 hari. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Hampir sama dengan kasus nomor 2 diatas. Darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya menandakan adanya perubahan pada lapisan rahim dan bisa jadi ini menjadi tanda atau gejala kanker serviks.

  3. Mudah terjadi pendarahan Ketika mulut rahim atau serviks mengalami suatu perubahan menjadi ganas, maka jaringan tersebut menjadi rapuh dan mudah berdarah. berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir.

  4. Nyeri di sekitar panggul . Rasa tak nyaman dan nyeri di sekitar panggul terjadi akibat proses peradangan pada leher rahim.

  5. Perdarahan pasca menopause Ketika seorang wanita sudah memasuki masa menopause, artinya tidak ada lagi darah haid. Oleh sebab itu jika terjadi pendarahan lagi setelah masa ini, maka dicurigai bahwa darah itu berasal dari kanker serviks.

  6. Keputihan yang tidak biasa .Maksud dari keputihan disini yaitu keluarnya cairan selain darah yang keluar dari jalan lahir. Cairan yang dimaksud bisa berupa lendir-lendir dan/atau bercampur nanah, atau bahkan darah kotor.

 7. Kehilangan Nafsu Makan.Dan berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.

  8.Rasa kelelahan yang berlebihan dan juga lemah terjadi karena kekurangan darah akibat pendarahan seperti dijelaskan sebelumnya.

  9.Sakit punggung Bisa terjadi akibat kanker yang sudah menyebar pada tulang punggung.

  10.Nyeri kaki atau bengkak pada kaki Ketika kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang ada pada lipat paha, maka terjadilah pembengkakan pada kaki. Hal ini terjadi akibat terhambatnya aliran limfatik (getah bening). Kaki bengkak juga bisa terjadi akibat gagal ginjal.

  11.Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir Ciri-ciri kanker serviks yang satu ini terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke sekat yang memisahkan jalan lahir dengan jalan feses (tinja) di bagian belakang. Sedangkan jika menyebar ke bagian depannya, maka yang jadi korbannya sekat dengan kandung kemih. Sekat menjadi rapuh dan akhirnya bocor. Oleh sebab itu feses ataupun urin bisa merembes atau bocor ke jalan lahir.

  12.Mudah mengalami patah tulang Gejala kanker serviks yang tak terduga ini terjadi akibat penjalaran kanker ke tulang. Tulang yang terkena kanker akan lebih rapuh dan mudah patah meskipun terkena benturan ringan. Beberapa catatan penting: Gejala kanker serviks nomor 16, 17, 18 terjadi akibat penyebaran kanker pada organ pencernaan dan saluran kemih.

  Gejala nomor 6 – 12 merupakan kondisi kanker serviks yang sudah lanjut artinya menyebar (bermetastasis) dalam panggul, ke kelenjar getah bening atau di tempat lain di dalam tubuh. Setiap timbul gejala kanker serviks nomor 1 sampai 5 (stadium awal), maka harus dikonsultasikan kepada dokter

  Pengobatan Kanker Serviks dengan metode Minimal Invasif di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  1.    Intervensi : Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker

  Terapi Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, alat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”. Selain dapat memutuskan pasokan darah ke kanker, obat emboli yang dicampur dengan obat kemo juga berperan sebagai kemoterapi lokal, sehingga tidak ada efek samping seperti yang terjadi pada kemoterapi sistemik.

  Kelebihan Intervensi : memiliki kemampuan untuk “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat di lokal lesi, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat.

  2.    Cryosurgery : Minim Kerusakan, Minim Komplikasi dan Mencegah Kekambuhan

  Metode Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun memiliki hasil yang setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini juga dapat mengurangi risiko operasi dan komplikasi, dapat mengontrol proses dan hasil pengobatan, serta tidak memiliki batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil memberikan hasil pengobatan yang efektif pada banyak pasien kanker hati.

  Kelebihan Cryosurgery : mengurangi risiko penyebaran setelah selesai tindakan medis; minim pendarahan, pemulihan cepat; membersihkan jaringan lokal tumor, merangsang kekebalan tubuh, mencegah kekambuhan tumor; minim kerusakan pada jaringan normal sekitar organ

  3.    Microwave Ablation (MWA) : Membuat Sel Kanker “Mati Kepanasan”, Luka Hanya Sebesar Ujung Jarum

  Kelebihan Microwave Ablation (MWA) : efisiensi termal yang tinggi, proses tindakan lebih singkat, dalam waktu 10 menit dapat mengablasi tumor yang berdiameter hingga 6cm, mengurangi risiko dan penderitaan pasien saat proses tindakan; luka sebesar ukuran ujung jarum kurang lebih 3mm, menghindari luka “vitalitas” tubuh akibat operasi besar; indikasi luas. Pada kasus kanker serviks yang tidak dapat menjalani operasi, gagal menjalani embolisasi , Microwave Ablation (MWA) bisa menjadi opsi pengobatan yang efektif.

  4.    Imunoterapi : Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup

  Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa lesi pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, metode ini dapat meningkatkan dan memperbaharui sistem kekebalan tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan.

  Kelebihan Imunoterapi : meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari adanya serangan virus dan bakteri dari luar; efektif menurunkan peluang kekambuhan dan penyebaran, aman

  Tim Medis Multidisiplin (MDT – Multidisciplinary Team) di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Tim Multidisiplin, Memberikan Pelayanan Medis Yang Komprehensif Untuk Pasien Kanker Serviks

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah membentuk tim medis multidisiplin(Ahli Onkologi,Ahli Surgery,Ahli Osteologi,Ahli Saraf,Ahli Spikologi,Ahli Gizi, dll) diskusi medis lebih dari satu dokter onkologi,efisiensi bagi pasien karena menghemat waktu untuk mencari kebeberapa Rumah sakit untuk bertemu dengan beberapa dokter  Spesialis , Tim MDT  menggabungkan para ahli dari berbeda bidang yang akan bersama-sama memberikan layanan konsultasi kepada pasien, saling melengkapi kekurangan di masing-masing bidang dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, agar dapat mengembangkan rencana pengobatan yang tepat pada pasien, melakukan pengontrolan hasil pengobatan , sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengobatan pasien.

This entry was posted on 28/10/2017, in 未分类.

Kanker Serviks,Gejala Kanker Serviks Pengobatan Minimal Invasif tanpa operasi,kemoterapi

kanker Serviks,Gejala Kanker Serviks, Pengobatan Minimal Invasif , operasi,kemoterapi,St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

      Kanker Serviks

  Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim .Di Indonesia hanya 5 persen yang melakukan Penapisan Kanker Leher Rahim, sehingga 76,6 persen pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut (IIIB ke atas), karena Kanker Leher Rahim biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya. Penapisan dapat dilakukan dengan melakukan tes Pap smear dan juga Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker serviks  sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.

  Infeksi

  Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala. Karena itu, Vaksinasi Kanker Serviks sangat dianjurkan, demikian juga Penapisan.

  Gejala

  Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut, gejala kanker serviks, antara lain: perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).

  Faktor Risiko

 1. Faktor Alamiah

  Faktor alamiah adalah faktor-faktor yang secara alami terjadi pada seseorang dan memang kita tidak berdaya untuk mencegahnya. Yang termasuk dalam faktor alamiah pencetus kanker serviks adalah usia diatas 40 tahun. Semakin tua seorang wanita maka makin tinggi risikonya terkena kanker serviks. Tetapi hal ini tidak hanya sekadar orang yang sudah berumur saja, yang berusia muda pun bisa terkena kanker serviks. Tentu kita tidak bisa mencegah terjadinya proses penuaan. Akan tetapi kita bisa melakukan upaya-upaya lainnya untuk mencegah  risiko kanker serviks. Tidak seperti kanker pada umumnya, faktor genetik tidak terlalu berperan dalam terjadinya kanker serviks. Ini tidak berarti Anda yang memiliki keluarga bebas kanker serviks dapat merasa aman dari ancaman kanker serviks. Anda dianjurkan tetap melindungi diri Anda terhadap kanker serviks.

 2. Faktor Kebersihan

  Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati. Ada 2 macam keputihan, yaitu yang normal dan yang tidak normal. Keputihan normal bila lendir berwarna bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Bila salah satu saja dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut dikatakan tidak normal. Segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda bila Anda mengalami keputihan yang tidak normal.

  Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS merupakan penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. PMS yang cukup sering dijumpai antara lain sifilis, gonore, herpes simpleks, HIV-AIDS, kutil kelamin, dan virus HPV.

  Penyebab utama terjadinya infeksi HPV adalah melalui hubungan seksual, sedangkan infeksi melalui cara lain seperti mencuci pakaian orang yang terinfeksi secara bersamaan dengan pakaian lain hingga saat ini belum terbukti kebenarannya .Penularan infeksi HPV pada bayi bisa saja terjadi, tetapi kecil kemungkinan. Infeksi tersebut lama kelamaan bisa saja menghilang karena kekebalan tubuhnya akan melindunginya.

 3. Faktor Pilihan

  Faktor ketiga adalah faktor pilihan, mencakup hal-hal yang bisa Anda tentukan sendiri, diantaranya berhubungan seksual pertama kali di usia terlalu muda. Berganti-ganti partner seks. Lebih dari satu partner seks akan meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin, termasuk virus HPV. Memiliki banyak anak (lebih dari 5 orang). Saat dilahirkan, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks. Bila Anda memutuskan untuk memiliki banyak anak, makin sering pula terjadi trauma pada serviks. Pap Smear merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat mengenali kelainan pada serviks. Dengan rutin melakukan papsmear, kelainan pada serviks akan semakin cepat diketahui sehingga memberikan hasil pengobatan semakin baik. Dokter yang tepat dalam melakukan pap smear adalah Dokter kandungan, tetapi beberapa Laboratorium  dapat melakukannya.

  Pencegahan

  Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun. Sayangnya, Vaksinasi HPV terbilang mahal setidaknya untuk negara berkembang. Pendapat yang mengatakan bahwa penularan virus dan pencegahan kanker leher rahim melalui mencuci pakaian orang terinfeksi dengan pakaian lain hingga saat ini belum terbukti kebenarannya.

  Pengobatan

  Standar pengobatan kanker serviks meliputi terapi: operasi pengangkatan, radioterapi, dan kemoterapi. Pengobatan kanker serviks tahap pra kanker – stadium 1A adalah dengan: histerektomi (operasi pengangkatan rahim). Bila pasien masih ingin memiliki anak, metode LEEP atau cone biopsy dapat menjadi pilihan. Pengobatan kanker serviks stadium IB dan IIA tergantung ukuran tumornya. Bila ukuran tumor tidak melebih 4 cm, disarankan radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan/tanpa kemo. Bila ukuran tumor lebih dari 4 cm, pasien disarankan menjalani radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, histerektomi, ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi. Selain pengobatan medis, pasien juga dapat melakukan terapi komplementer dengan Imunoterapi dan TCM(Terapi China Medicine) .

  St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou saat ini memiliki metode pengobatan kanker serviks seperti operasi, terapi intervensi dan terapi photodynamic. Pengobatan konvensional dengan operasi terutama diterapkan pada kanker serviks stadium dini, terapi intervensi dan terapi partikel terutama diterapkan untuk pasien dengan kanker serviks stadium lanjut yang telah metastasis. Terapi intervensi dengan membuka sayatan 1-2 mm pada tubuh pasien, di bawah bimbingan peralatan pencitraan medis untuk memasukkan kateter khusus, kateter halus, dan instrumen presisi lainnya langsung ke dalam pembuluh lesi  tumor untuk mendiagnosa lesi terapi infus obat ke lokal kanker secara akurat,tanpa mempengaruhi sel normal disekitarnya.Dan di sertai terapi komplementer yaitu Imunoteapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien dan menstimulan sel anti kanker dalam tubuh pasien.

  Di sini di bentuk tim ahli MDT, yaitu terdiri dari tim medis (melibatkan beberapa ahli spesialis bidang lain selain Onkologi, khusus untuk pasien dengan kanker serviks mengembangkan rencana perawatan yang komprehensif. Di antaranya, para ahli akan membantu pasien dengan terapi lanjutan kanker serviks  untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien menstimulasi anti kanker dalam tubuh pasien sendiri dengan imunoterapi, partisipasi photosensitizers penanaman biji partikal, efisiensi tinggi menghancurkan sel-sel kanker.

This entry was posted on 28/10/2017, in 未分类.

 Gejala-gejala kanker serviks

  Kanker Serviks

Gejala-gejala kanker serviks sebagai berikut :

  Nyeri disekitar area kewanitaan dan panggul ,nyeri seringkali dirasakan pada penderita kanker serviks yaitu pada sekitar area kewanitaan dan panggul. Hal ini dikarenakan sel kanker mulai merusak sel-sel tubuh yang normal. Saat tubuh mengalami perubahan, maka akan mengirimkan sinyal, yaitu nyeri. Nyeri ini sebagai bentuk bahwa ada bagian tubuh yang terluka akibat mengalami kerusakan sel. Nyeri punggung Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung. Gejala ini biasanya terjadi pada stadium lanjut kanker serviks dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim. Nyeri saat buang air kecil disebabkan saluran kencing yang terdesak/tertekan oleh sel kanker menyebabkan saluran air seni yang akan dikeluarkan tidak dapat mengalir dengan leluasa, sehingga saraf sekitarnya memberikan rasa nyeri.

     1. Keluar cairan vagina yang tidak normal Keputihan,darah

     2. Pendarahan ,pendarahan di luar siklus menstruasi pada wanita dapat Pendarahan muncul karena sel kanker telah merusak sel lainnya, salah satunya adalah sel darah yang berada pada sekitar area kanker, sehingga tidak menutup kemungkinan pasien kanker serviks stadium 2 akan mengalami pendarahan. Gejala utama dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan vagina baik pendarahan setelah berhubungan seksual, saat buang air besar, menstruasi yang berkepanjangan atau tidak normal, serta pendarahan yang terjadi setelah masa menopouse. Jika anda mengalami pendarahan seperti yang disebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya,.

     3. Pembengkakan pada kaki sebagai akibat dari peredaran darah yang kurang lancar. Selain itu pembengkakan juga dipengaruhi faktor perubahan hormon akibat pengaruh dari perkembangan sel kanker. Pembengkakan kaki merupakan tanda bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

     4. Nyeri saat berhubungan badan Nyeri perut tidak hanya mengalami nyeri punggung, penderita kanker serviks juga akan merasakan sakit dan nyeri di bagian perut. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh menghasilkan zat prostaglandin saat menangkal infeksi dan zat ini dapat menimbulkan rasa sakit pada perut.

     5. Mudah lelah kerena beberapa sel tubuh sudah mulai mengalami kerusakan dan juga daya tahan tubuh yang juga mulai menurun. Pusing dan kelelahan pada stadium lanjut, penderita akan sering mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini akan menjadi semakin buruk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

     6. Penurunan nafsu makan,turunnya berat badan secara drastis Penderita kanker stadium akhir akan mengalami cachexia, yakni hilangnya berat badan serta massa otot. Kondisi ini juga disertai dengan hilangnya nafsu makan dan tubuh akan merasa lemas. Cachexia terjadi dikarenakan metabolisme tubuh yang terganggu oleh jaringan kanker

  Pencegahan Kanker Serviks

  Berikut adalah cara untuk mencegah timbulnya kanker serviks :

  1. Lakukan Screening kanker serviks, USG,CT-scant

  2. Pap Smear : Tahapan, Proses, dan Manfaatnya

  pap smear adalah metode untuk memeriksa kesehatan sel pada jaringan organ leher rahim. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sel dari leher rahim dan diperiksa secara mikroskopis. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apabila terjadi kelainan pada sel leher rahim yang berpotensi menjadi kanker.Pap smear merupakan suatu metode atau tes yang digunakan untuk mengetahui apakah di dalam tubuh seseorang terdapat sel-sel kanker atau tidak. Tes yang juga dikenal dengan istilah tes Papanikolaou ini dilakukan khususnya bagi para wanita untuk mendeteksi gejala kanker serviks. Dengan pap smear dapat membantu mendeteksi dini dan dapat pengobatan dini bagi seorang wanita yang mengidap kanker serviks yang masih pada stadium awal. Selain itu, uji pap smear juga dapat mendeteksi perubahan yang terjadi pada sel-sel rahim yang mungkin berkembang menjadi kanker serviks di kemudian hari.

2017-04-17-21-16-16-CANCERCERVIX  Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi,kemoterapi,surgery, mengangkat seluruh rahim yang disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

  2. Terapi Kekebalan Sel Tubuh ,merupakan semacam terapi biologis bagi tumor,yaitu dengan cara menyuntikan sel imun anti tumor ke dalam tubuh pasien,dapat membunuh tumor secara langsung ataupun merangsang reaksi kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.