Pengobatan Kanker Serviks Dengan Metode Minimal Invasif

 

  Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim, atau ada juga yang menyebutnya mulut rahim. Ini merupakan bagian rahim terbawah peralihan antara V dengan rahim.

  Ketahuilah bahwa sel-sel kanker yang diketahui secara dini kemudian segera diobati, maka akan semakin besar kesempatan untuk disembuhkan atau mencegahnya sebelum menjadi lebih parah. Gejala kanker serviks stadium awal seringkali tidak menimbulkan keluhan. Oleh sebab itu lakukan deteksi dini. Skrining yaitu;CT-Scant,PET-Scant,USG,Biopsy,dan  prosedur Pap smear  merupakan hal penting untuk memeriksa sel-sel abnormal pada leher rahim, sehingga mereka dapat dipantau dan diobati sedini mungkin.

  Mengenal Gejala Kanker Serviks Secara Dini.beberapa gejala atau tanda-tanda kanker serviks sebagai berikut: Keputihan keluar cairan berlebih, yang tidak biasa, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk. Kehilangan nafsu makan berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. Kelelahan. Mudah sekali merasa lelah atau lemah. Sakit punggung. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. Mudah mengalami patah tulang. Sembelit Darah dalam urin Anda (hematuria) hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

  Gejala-gejala kanker serviks adalah:

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi Bercak darah atau pendarahan biasanya ringan. Memang tidak semua pendarahan di luar jadwal menstruasi disebabkan oleh kanker serviks. Hal ini juga bisa terjadi ketika seorang wanita mengalami stress, kondisi kurang fit, menggunakan kontrasepsi, gejala keguguran, dan lain-lain.

  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya. Jika biasanya durasi haid selama 5-7 hari. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Hampir sama dengan kasus nomor 2 diatas. Darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya menandakan adanya perubahan pada lapisan rahim dan bisa jadi ini menjadi tanda atau gejala kanker serviks.

  3. Mudah terjadi pendarahan Ketika mulut rahim atau serviks mengalami suatu perubahan menjadi ganas, maka jaringan tersebut menjadi rapuh dan mudah berdarah. berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir.

  4. Nyeri di sekitar panggul . Rasa tak nyaman dan nyeri di sekitar panggul terjadi akibat proses peradangan pada leher rahim.

  5. Perdarahan pasca menopause Ketika seorang wanita sudah memasuki masa menopause, artinya tidak ada lagi darah haid. Oleh sebab itu jika terjadi pendarahan lagi setelah masa ini, maka dicurigai bahwa darah itu berasal dari kanker serviks.

  6. Keputihan yang tidak biasa .Maksud dari keputihan disini yaitu keluarnya cairan selain darah yang keluar dari jalan lahir. Cairan yang dimaksud bisa berupa lendir-lendir dan/atau bercampur nanah, atau bahkan darah kotor.

 7. Kehilangan Nafsu Makan.Dan berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.

  8.Rasa kelelahan yang berlebihan dan juga lemah terjadi karena kekurangan darah akibat pendarahan seperti dijelaskan sebelumnya.

  9.Sakit punggung Bisa terjadi akibat kanker yang sudah menyebar pada tulang punggung.

  10.Nyeri kaki atau bengkak pada kaki Ketika kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang ada pada lipat paha, maka terjadilah pembengkakan pada kaki. Hal ini terjadi akibat terhambatnya aliran limfatik (getah bening). Kaki bengkak juga bisa terjadi akibat gagal ginjal.

  11.Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir Ciri-ciri kanker serviks yang satu ini terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke sekat yang memisahkan jalan lahir dengan jalan feses (tinja) di bagian belakang. Sedangkan jika menyebar ke bagian depannya, maka yang jadi korbannya sekat dengan kandung kemih. Sekat menjadi rapuh dan akhirnya bocor. Oleh sebab itu feses ataupun urin bisa merembes atau bocor ke jalan lahir.

  12.Mudah mengalami patah tulang Gejala kanker serviks yang tak terduga ini terjadi akibat penjalaran kanker ke tulang. Tulang yang terkena kanker akan lebih rapuh dan mudah patah meskipun terkena benturan ringan. Beberapa catatan penting: Gejala kanker serviks nomor 16, 17, 18 terjadi akibat penyebaran kanker pada organ pencernaan dan saluran kemih.

  Gejala nomor 6 – 12 merupakan kondisi kanker serviks yang sudah lanjut artinya menyebar (bermetastasis) dalam panggul, ke kelenjar getah bening atau di tempat lain di dalam tubuh. Setiap timbul gejala kanker serviks nomor 1 sampai 5 (stadium awal), maka harus dikonsultasikan kepada dokter

  Pengobatan Kanker Serviks dengan metode Minimal Invasif di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  1.    Intervensi : Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker

  Terapi Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, alat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”. Selain dapat memutuskan pasokan darah ke kanker, obat emboli yang dicampur dengan obat kemo juga berperan sebagai kemoterapi lokal, sehingga tidak ada efek samping seperti yang terjadi pada kemoterapi sistemik.

  Kelebihan Intervensi : memiliki kemampuan untuk “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat di lokal lesi, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat.

  2.    Cryosurgery : Minim Kerusakan, Minim Komplikasi dan Mencegah Kekambuhan

  Metode Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun memiliki hasil yang setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini juga dapat mengurangi risiko operasi dan komplikasi, dapat mengontrol proses dan hasil pengobatan, serta tidak memiliki batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil memberikan hasil pengobatan yang efektif pada banyak pasien kanker hati.

  Kelebihan Cryosurgery : mengurangi risiko penyebaran setelah selesai tindakan medis; minim pendarahan, pemulihan cepat; membersihkan jaringan lokal tumor, merangsang kekebalan tubuh, mencegah kekambuhan tumor; minim kerusakan pada jaringan normal sekitar organ

  3.    Microwave Ablation (MWA) : Membuat Sel Kanker “Mati Kepanasan”, Luka Hanya Sebesar Ujung Jarum

  Kelebihan Microwave Ablation (MWA) : efisiensi termal yang tinggi, proses tindakan lebih singkat, dalam waktu 10 menit dapat mengablasi tumor yang berdiameter hingga 6cm, mengurangi risiko dan penderitaan pasien saat proses tindakan; luka sebesar ukuran ujung jarum kurang lebih 3mm, menghindari luka “vitalitas” tubuh akibat operasi besar; indikasi luas. Pada kasus kanker serviks yang tidak dapat menjalani operasi, gagal menjalani embolisasi , Microwave Ablation (MWA) bisa menjadi opsi pengobatan yang efektif.

  4.    Imunoterapi : Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup

  Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa lesi pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, metode ini dapat meningkatkan dan memperbaharui sistem kekebalan tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan.

  Kelebihan Imunoterapi : meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari adanya serangan virus dan bakteri dari luar; efektif menurunkan peluang kekambuhan dan penyebaran, aman

  Tim Medis Multidisiplin (MDT – Multidisciplinary Team) di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Tim Multidisiplin, Memberikan Pelayanan Medis Yang Komprehensif Untuk Pasien Kanker Serviks

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah membentuk tim medis multidisiplin(Ahli Onkologi,Ahli Surgery,Ahli Osteologi,Ahli Saraf,Ahli Spikologi,Ahli Gizi, dll) diskusi medis lebih dari satu dokter onkologi,efisiensi bagi pasien karena menghemat waktu untuk mencari kebeberapa Rumah sakit untuk bertemu dengan beberapa dokter  Spesialis , Tim MDT  menggabungkan para ahli dari berbeda bidang yang akan bersama-sama memberikan layanan konsultasi kepada pasien, saling melengkapi kekurangan di masing-masing bidang dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, agar dapat mengembangkan rencana pengobatan yang tepat pada pasien, melakukan pengontrolan hasil pengobatan , sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengobatan pasien.