Pengobatan Kanker Usus

        Menurut statistik WHO, sekitar 70.000 orang di dunia meninggal akibat kanker usus setiap tahunnya, yang berarti setiap harinya terdapat 2.000 orang yang meninggal karena kanker usus.

Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, tingkat kasus kanker usus berada di peringkat ke-3. Setiap 5 menit terdapat 1 orang meninggal karena kanker usus.

  Namun, pengobatan kanker usus di Indonesia, Singapura, Filipina dan berbagai negara Asia Tenggara lainnya masih terbatas pada metode operasi dan kemoradioterapi. Pasca menjalani metode ini, pasien biasanya mengalami penurunan kualitas hidup dalam keseharian, seperti disfungsi seksual, penurunan fungsi ekskresi, semakin stress dan sebagainya.

  Seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi medis, semakin banyak pasien kanker usus yang memilih untuk menjalani pengobatan di China. Alasannya sangat jelas, di China banyak kota maju dan metode pengobatan di China tidak lagi terbatas pada metode operasi dan kemoradioterapi. Pengobatan minimal invasif dan komprehensif terbaru dapat membantu mengurangi penderitaan pasien kanker usus akibat operasi dan kemoterapi.

  Apa Saja Metode Yang Digunakan Modern Cancer Hospital Guangzhou Untuk Mengobati Kanker Usus?

  Terapi Intervensi: Luka Kecil, Akurat Dalam Membunuh Sel Kanker

  Terapi Intervensi dibagi menjadi “infusi zat kimia lewat arteri (transarterial chemical infusion/TACI)” dan “kemoembolisasi lewat arteri (transarterial chemoembolization/TACE)”. TACI adalah proses infusi obat anti kanker yang secara langsung disuntikkan ke pusat tumor melalui arteri, tingkat konsentrasi obat yang tinggi pada pusat tumor secara efektif membunuh sel kanker tanpa membunuh sel normal lainnya. Sedangkan TACE dapat menyumbat arteri dan membuat tumor “mati kelaparan”. Terapi ini dilakukan tanpa operasi, hanya diperlukan sayatan kecil pada kulit dengan diameter 0.5–1 mm yang menghubungkan ke pembuluh darah, minim luka dan akurat membunuh sel kanker. Metode ini sangat cocok untuk pasien usia lanjut atau pasien stadium lanjut yang tidak dapat menjalani operasi. Ini juga yang menjadi alasan banyak pasien memilih untuk menjalani pengobatan kanker usus di China.

  Imunoterapi : Meningkatkan Imunitas, Memperpanjang Kelangsungan Hidup

  Imunoterapi adalah injeksi obat untuk pasien kanker usus, membuat jumlah sel imun dalam darah pasien meningkat. Akan diambil darah dari tubuh pasien, kemudian dilakukan proses memperbanyak jumlah sel imun di laboratorium, setelah itu darah tersebut akan kembali diinjeksikan ke dalam tubuh pasien. Metode ini dapat secara langsung meningkatkan sel-sel imun dalam tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien. Dikarenakan sel-sel imun tersebut berasal dari tubuh pasien sendiri, maka tidak akan timbul reaksi penolakan. Oleh karena itu, metode ini sangat aman, tanpa efek samping dan cocok diterapkan pada pasien dengan semua kondisi (lemah atau kuat).

  Metode Gabungan Pengobatan Barat Dan Timur : Meminimalisir Efek Samping Pengobatan

  Metode Gabungan Pengobatan Barat dan Timur dapat menyeimbangkan dan memperbaiki kondisi tubuh pasca pengobatan, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kondisi fisik pasien. Sementara itu, metode ini dapat mengurangi efek samping dari pengobatan yang telah dijalani, secara efektif mengurangi risiko terjadinya komplikasi, berperan penting untuk memperpanjang kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  “Banyak pasien kanker usus yang dikarenakan memilih metode pengobatan yang kurang sesuai saat stadium awal, menyebabkan waktu pengobatan menjadi tertunda. Hasil pengobatan pada kanker usus stadium lanjut tidak seefektif pengobatan pada stadium awal, oleh karena itu, sangat penting bagi pasien untuk memilih metode pengobatan yang tepat. Menjalani pengobatan di luar negeri khususnya di China merupakan pilihan yang tepat, dapat secara efektif meningkatkan efektivitas pengobatan kanker,” kata ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou – Prof. Peng Xiaochi.

Interventional Therapy and Biological Immunotherapy for Colorectal Cancer

Traditional operation is not suitable for advanced colorectal cancer patients and it is of great limitations due to its high risk, big trauma and severe complications. For many colorectal cancer patients, they may suffer great inconvenience and psychological disorder because operation cannot maintain their anal function. What’s more, colorectal cancer patients may suffer repeated pain due to the poor thoroughness of operation.

  Radiotherapy and chemotherapy damage the immune system in that it kills not only cancer cells but also normal cells. Patients may suffer from severe side effects, like decline in leukocytes and blood platelet, frequent urination, hair losing, vomiting and etc, or even face with the threat of death in that their immunity is so low that cannot fight against cancer and other diseases.

  People may wonder, are

there any better colorectal cancer treatments? The answer is “Yes”, definitely. Today, oncologists of Modern Cancer Hospital Guangzhou are going to recommend two minimally invasive therapies, one is interventional therapy, the other is biological immunotherapy.

  Interventional therapy is a mini-invasive therapy performed under the guidance of medical imaging equipments. With a 1-2 millimeter incision, paracentesis could be performed with the lead of medical imaging equipment. Then a special tube, catheter or other sophisticated apparatus are introduced into human body to inhibit the growth and spread of cancer cells, so as to

cut off the tumor’s blood supply and reach the effect of local chemotherapy without any toxic side effects of chemotherapy.

  Interventional therapy has the advantages of little pain, high efficacy and few toxic side effects. Compared with the traditional chemotherapy, interventional therapy can greatly reduce colorectal cancer patients’ suffering.

  Biological Immunotherapy can not only kill cancer cells, remove the residual disease, prevent the recurrence and metastasis of tumor, but also can restore and rebuild patients’ immune system and inhibit the growth of human cancer cells. There is no rejection reaction occurs in that the immune cells are extracted from the patients, so it is safe and with no side effects. Therefore, it is suitable for colorectal cancer patients to

take it. Patients can get better efficacy when combining with interventional therapy.

  Modern Cancer Hospital Guangzhou brings new hope for colorectal cancer patients in that we are specialized in various kinds of cancer treatment and have many kinds of immunotherapy, like multidisciplinary joint-cell immunotherapy, ACTL cancer cells targeted therapy, etc. Thus, taking cancer treatment in China is a new and better treatment option.

  If you have any questions, please contact us via online consultation or e-mail. If you find our website useful, please follow our FaceBook and YouTube, health information will be updated regularly.

This entry was posted on 18/04/2016, in sel kanker.

Interventional Therapy and Biological Immunotherapy for Colorectal Cancer

       Traditional operation is not suitable for advanced colorectal cancer patients and it is of great limitations due to its high risk, big trauma and severe complications. For many colorectal cancer patients, they may suffer great inconvenience and psychological disorder because operation cannot maintain their anal function. What’s more, colorectal cancer patients may suffer repeated pain due to the poor thoroughness of operation.

  Radiotherapy and chemotherapy damage the immune system in that it kills not only cancer cells but also normal cells. Patients may suffer from severe side effects, like decline in leukocytes and blood platelet, frequent urination, hair losing, vomiting and etc, or even face with the threat of death in that their immunity is so low that cannot fight against cancer and other diseases.

  People may wonder, are there any better colorectal cancer treatments? The answer is “Yes”, definitely. Today, oncologists of Modern Cancer Hospital Guangzhou are going to recommend two minimally invasive therapies, one is interventional therapy, the other is biological immunotherapy.

  Interventional therapy is a mini-invasive therapy performed under the guidance of medical imaging equipments. With a 1-2 millimeter incision, paracentesis could be performed with the lead of medical imaging equipment. Then a special tube, catheter or other sophisticated apparatus are introduced into human body to inhibit the growth and spread of cancer cells, so as to cut off the tumor’s blood supply and reach the effect of local chemotherapy without any toxic side effects of chemotherapy.

  Interventional therapy has the advantages of little pain, high efficacy and few toxic side effects. Compared with the traditional chemotherapy, interventional therapy can greatly reduce colorectal cancer patients’ suffering.

  Biological Immunotherapy can not only kill cancer cells, remove the residual disease, prevent the recurrence and metastasis of tumor, but also can restore and rebuild patients’ immune system and inhibit the growth of human cancer cells. There is no rejection reaction occurs in that the immune cells are extracted from the patients, so it is safe and with no side effects. Therefore, it is suitable for colorectal cancer patients to take it. Patients can get better efficacy when combining with interventional therapy.

  Modern Cancer Hospital Guangzhou brings new hope for colorectal cancer patients in that we are specialized in various kinds of cancer treatment and have many kinds of immunotherapy, like multidisciplinary joint-cell immunotherapy, ACTL cancer cells targeted therapy, etc. Thus, taking cancer treatment in China is a new and better treatment option.

  If you have any questions about cancer, please contact us via online consultation, e-mail. If you want to get more anticancer information, please follow our FaceBook and YouTube.

This entry was posted on 06/04/2016, in 未分类.

Pengobatan Kanker Usus

Kanker usus memberikan dampak yang serius bagi pasien. Saat ini pasien kanker usus dapat menjalani metode pengobatan seperti operasi, kemoterapi, imunoterapi dan berbagai teknologi pengobatan lainnya. Profesor Onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou, Peng Xiaochi akan menjelaskan secara detail tentang pengobatan kanker usus.

  Metode Pengobatan Konvensional Kanker Usus

  1. Operasi

  Operasi adalah pilihan utama pengobatan kanker usus dan penerapan kemoradioterapi sebelum operasi berfungsi untuk meningkatkan tingkat reseksi, meminimalisir peluang kekambuhan dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien. Bagi pasien usia lanjut atau pasien stadium lanjut, operasi pengangkatan umumnya akan memberikan rasa sakit dan bekas luka yang tidak semua orang bisa terima.

  2. Kemoterapi

  Sebagian besar pasien kanker usus mengalami penyebaran dan kekambuhan pasca operasi. Selain sebagian pasien kanker stadium awal, pasien stadium akhir dan pasca operasi rata-rata juga menjalani kemoterapi. Tetapi, kemoterapi dapat menimbulkan berbagai efek samping seperti rambut rontok, muntah, penurunan sistem imun dan lain-lain, yang mana dapat mempercepat kematian atau memperburuk kondisi pasien.

  Teknologi baru pengobatan kanker usus : Metode Pengobatan Komprehensif Minimal Invasif

  1. Imunoterapi

  Di antara seluruh teknologi pengobatan kanker usus, Imunoterapi semakin menjadi pilihan utama para pasien. Profesor dari Modern Cancer Hospital Guangzhou, Peng Xiaochi menyatakan bahwa Imunoterapi adalah metode yang mengembangbiakkan sel imun di luar tubuh dalam skala besar, kemudian sel-sel imun tersebut diinjeksikan kembali ke dalam tubuh pasien, metode ini efektif membunuh sel kanker dan mengontrol penyebaran kanker. Karena keunggulannya yang dapat mengobati secara menyeluruh, tanpa efek toksisitas serta tanpa rasa sakit, Imunoterapi menjadi teknologi pengobatan kanker usus yang paling efektif dan aman saat ini.

  2.Intervensi

  Intervensi dibagi menjadi 2 bagian yaitu Intervensi vaskular dan Intervensi non-vaskular. Pada metode ini dilakukan pembedahan sebesar 1-2mm, lalu dengan panduan alat pencitraan alat sejenis kateter ditusukkan langsung ke tubuh pasien. Metode ini dapat mendiagnosa penyakit atau mengambil jaringan lain selagi memilih pengobatan di bagian lokal. Dengan keunggulan tanpa operasi, minim luka, pemulihan cepat dan hasil yang efektif, penerapan metode Intervensi dalam pendiagnosaan dan pengobatan kanker usus sangatlah luas. Saat ini, Modern Cancer Hospital Guangzhou telah berhasil menangani banyak kasus pasien kanker usus.

  3. Metode Minimal Invasif Gabungan Pengobatan Timur dan Barat Bertarget

  Metode Minimal Invasif Gabungan Pengobatan Timur dan Barat Bertarget adalah kombinasi dari keunggulan pengobatan barat dan timur,

menggunakan sistem pengobatan terbaru untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan minim efek samping. Keunggulan metode pengobatan ini adalah bersifat minimal invasif, dengan luka paling minim mencapai hasil paling maksimal. Metode pengobatan ini dapat mengontrol kestabilan tubuh dan melawan kanker, sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien dan meningkatkan kualitas tubuh. Hal inilah yang menjadi alasan utama pasien asal Indonesia, Singapura, Filipina dan berbagai negara di Asia Tenggara lainnya memilih pengobatan kanker di China.

  Ahli Onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan, karena keterbatasan tertentu, banyak daerah Asia Tenggara lainnya yang tidak dilengkapi fasilitas pengobatan kanker yang bersifat minimal invasif. Operasi dan kemoradioterapi adalah metode utama pengobatan kanker kolon, namun efek samping metode-metode ini membuat banyak pasien menderita. Oleh karena itu, banyak pasien yang memilih menjalani pengobatan kanker ke China. Teknologi pengobatan minimal invasif di Modern Cancer Hospital Guangzhou telah memberikan harapan pengobatan baru bagi pasien kanker usus stadium lanjut dan usia lanjut.

Better Treatment Option for Colorectal Cancer–Minimally Invasive Therapy

          With medical progress, there are many treatment options for colorectal cancer (also named as colon cancer, rectal cancer or bowel cancer), which brings hopes for colorectal cancer patients to fight against cancer. Patients should make suitable treatment option for better therapeutic effect.

  It is acknowledged that there are three traditional cancer treatments, including surgery, radiation therapy and chemotherapy. Some colorectal cancer patients are afraid of the side effects of these therapies, such as big trauma, infection, vomiting, hair loss, fatigue, upset stomach, diarrhea etc, and want to find other treatments with few side effects and less sufferings. Some encounter colorectal cancer recurrence and are unable to bear the pains of traditional cancer therapies. Minimally invasive therapy is a good option with advantages of small trauma, few side effects, speedy recovery, better efficacy etc.

  How is colorectal cancer treated by minimally invasive therapy? Mainly this paper introduces you three minimally invasive therapies for colorectal cancer.

  Interventional therapy

  In interventional therapy, anticancer medicines are injected into accurate tumors, thus drugs concentrated here is 2-8 times higher than intravenous drip, which can effectively kill cancer cells without damage to normal tissues. Transarterial embolization is to cut off the tumor blood vessels so that the tumor dies out of blood supply. Patient who undergo this therapy will not need to have invasive surgery but just open 0.5-1.0mm incision in the blood vessel and skin. It causes only small trauma but can kill cancer cells accurately.

  Biological immunotherapy

  In biological immunotherapy, firstly a special injection is given to the patient to increase the

immunocytes in his or her blood, and then some blood sample will be drawn from the patient’s body. After that, the immunocytes in small amount will be separated out from the blood and cloned to a large amount, and they will be transfused back into the patient's body, so as to improve the patient's immunity.

  Combination of TCM & western medicine

  Traditional Chinese medicine can help improve patients’ immunity, lessen toxicity of Western medicines and effectively reduce relevant complications. It plays a vital role in prolonging the patients’ survival time and improving their quality of life.

  Numerous international cancer patients choose cancer treatment in China, and Modern Cancer Hospital Guangzhou which is accredited by American JCI and jointly invested by Singapore Perennial Group becomes a good option for advanced minimally invasive cancer treatment. A lot of cancer patients from the Philippines, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand etc choose Modern Cancer Hospital Guangzhou, and choose minimally invasive therapy and have gained good treatment effect.

Metode Apa Saja Yang Efektif Mengobati Kanker Usus?

Penyebab terjadinya kanker usus berkaitan erat dengan faktor pola hidup, faktor genetik, adenoma dan lain-lain. Dalam beberapa tahun terakhir, kanker usus saat ini

lebih banyak menyerang kaum usia menengah ke atas, rasio perbandingan antara kasus pada kaum pria dan wanita adalah 1.65 : 1. Tingkat insiden kanker usus sangatlah tinggi, dan sulit untuk dideteksi, namun karena perkembangannya yang lambat maka efikasi pengobatan kanker usus jangka panjang jauh lebih baik dibandingkan dengan jenis tumor di saluran pencernaan lainnya. Metode pengobatan kanker usus konvensional antara lain :

  1. Operasi

  Metode operasi biasanya menjadi metode utama pengobatan kanker usus, memiliki tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun ke depan sebesar 50%. Dan dikarenakan lokasi tumor yang berbeda-beda, maka metode operasi yang diambil juga belum tentu sama. Biasanya selain memotong tumor pada usus, juga akan memotong jaringan dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Menurut posisi lesi kanker, metode operasi yang sering digunakan antara lain hemikolektomi kanan, hemikolektomi kiri, subtotal kolektomi, bedah penuh usus, reseksi anterior tinggi, reseksi anterior rendah, reseksi perineal dan reseksi parsial.

  2. Kemoterapi

  Kemoterapi pada kanker usus terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai metode pengobatan utama bagi para pasien yang tidak bisa melakukan operasi, kemoterapi adjuvan pasca operasi dan kemoterapi neoadjuvan pasca operasi (Neo-Adjuvant Chemotherapy).

  3. Radioterapi

  Radioterapi sering dikombinasikan dengan metode operasi sebagai perawatan komprehensif, radioterapi yang dijalani pra operasi dapat mengecilkan ukuran tumor, meningkatkan kemungkinan reseksi dan mengurangi kekambuhan lokal. Pasca operasi, selain invasi tumor, juga ada metastase kelenjar getah bening, saat menjalani reseksi, bagian panggul tidak dapat fokus memotong sisa tumor dan mengontrol kekambuhan. Radioterapi dapat meringankan penderitaan pasien.

  Ketiga metode pengobatan kanker usus di atas adalah metode pengobatan konvensional, tetapi metode-metode ini memiliki kekurangan yang tidak dapat diabaikan, seperti risiko bedah, kerusakan fungsi tubuh, rambut yang rontok, mual dan sebagainya.   Seiring dengan berkembangnya teknologi medis, semakin banyak metode yang efektif mengobati kanker dengan efek samping yang kecil. Menurut penjelasan dari Ahli Onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou – Peng Xiaochi, metode pengobatan utama kanker usus yang utama adalah metode minimal invasif yang ada di rumah sakit antara lain Intervensi, Cryosurgery, Microwave Ablasi dan sebagainya. Metode tersebut memiliki kelebihan antara lain hanya menimbulkan luka yang kecil, pemulihan cepat dan hampir tidak ada efek samping sama sekali. Selain itu, Imunoterapi dapat secara langsung membunuh sel-sel tumor, di waktu bersamaan tanpa efek samping, dan secara cepat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien, merupakan metode yang paling sesuai.

Diet Principles for Colon Cancer Patients

Colon is an important part of human body, which absorbs water, stores

food residue and forms feces. When there is something wrong with colon, its physiological function cannot work normally and may result in symptoms like diarrhea, difficult defecation, weight losing, etc. If patients do not pay attention to their diet, situation may become worse. Therefore, colon cancer patients should pay high attention to their daily diet.

Studies showed that high fat diet contributes to the formation of colon cancer . Cholesterin will not cause cancer, but when it interacts with lithocholic

acid, it has the function of tumor promotion. Therefore, colon cancer should not eat too much food with fat but should eat more vegetables with dietary fiber, such as celery, leeks, Chinese cabbage and radishes, and other green leafy vegetables. Green leafy vegetables are rich in dietary fibers, which can irritate the stomach, increase the frequency of defecation and excrete carcinogens and toxic substances. However, the absorption of dietary fiber should

be reduced if the colon cancer bulges to the enteric cavity, in that excess dietary fibers may results in Intestinal obstruction.

Under this circumstance, colon cancer patients should eat digestible food like millet congee, egg custard, bean curd jelly and so on, which can reduce the irritation to the stomach and prevent intestinal obstruction. Colon cancer patients after surgery should follow doctors’ advices, eat sensibly to supplement the body essential nutrients. Morever, patients after operation also require intensive care, so as to restore to health as soon as possible.

This entry was posted on 02/11/2015, in Gejala.

Preventive Measures of Intestinal Cancer

In recent years, the morbidity of intestinal cancer has been increasing yearly. Intestinal cancer has become one of the common diseases that affect human health. Experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou will introduce some effective preventive measures to you.

Keep a healthy balanced diet. To prevent intestinal cancer, we should first start with the daily diet. Experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou advise people to eat more fresh fruits, vegetables and roughages instead of foods with high fat or high protein. Experts also remind people not to eat cold, spicy or excitant food.

Do more exercises. Obesity, especially abdominal obesity,

is one of the leading risks of intestinal cancer. Regular exercises can prevent intestinal cancer in that it can promote colon motility and defecation. People who do exercises regularly not only look younger, but also are less likely to suffer from intestinal cancer. Studies show that the probability of suffering from intestinal cancer for people who exercised for 30 minutes every day is lower than ordinary people.

Keep bowel movement unobstructed and regular. The longer the stool stays in the intestine, the more carcinogens the body absorbs. Moreover, once have bloody stool, one should go to the hospital for examinations as early as possible.

Experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou remain that a good life style and dietary habit are necessary for intestinal cancer prevention, like taking more outdoor sports to enhance immunity, eating less spicy and excitant food to reduce irritation to the intestine, etc. What’s more, one should take physical examinations and fecal occult blood test regularly, so that intestinal diseases can be detected early and treated in time.

Setelah Melakukan Pengobatan Pasien Kanker Usus Dapat Hidup Berapa Lama?

kanker usus adalah sebuah tumor ganas gastrointestinal yang timbul pada rektum dan persimpangan sigmoid. Intensitas penderita kanker usus sangat tinggi, dimana penyebab utama penyakit adalah asupan makanan berlemak tinggi dalam jangka waktu panjang dan jumlah asupan serat yang kurang sehingga banyak timbul di kalangan masyarakat usia muda menengah. Operasi pengangkatan lesi usus merupakan salah satu cara yang paling sering digunakan, namun berapa lama setelah pengobatan pasien kanker usus dapat bertahan hidup?

Pimpinan bidang Onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou Peng Xiaoshi mengatakan kepada kita, walaupun kanker usus adalah sebuah tumor ganas, tetapi frekuensi bertahan hidup lebih tinggi. Setelah pengobatan dikombinasikan dengan pola makan dan perawatan yang tepat, 80%

ke atas pasien dapat bertahan hidup lebih lama. Sebuah penelitian membuktikan bahwa mayoritas penderita kanker usus setelah 5 tahun masa operasi masih bertahan hidup lebih tinggi jika dibanding dengan pasien kanker ganas lainnya, dimana yang dapat bertahan hidup di atas 5 tahun terdapat kurang lebih 80 %. Sebagian pasien yang mengalami metastase setelah dilakukan pengobatan kembali, masih dapat bertahan hidup hingga 3 – 5 tahun. Oleh karena itu, pasien kanker usus tidak perlu terlalu khawatir.

Pasien kanker usus perlu memilih metode pengobatan yang cocok dengan kondisi tubuh masing- masing. Ada metode pengobatan kanker konvensional seperti

operasi, kemoterapi dan radiasi. Metode pengobatan konvensional memiliki hasil pengobatan tertentu, tetapi metode operasi memberikan bekas luka yang sangat besar kepada pasien, pemulihannya lebih lambat, kemoterapi dan radiasi memberikan efek samping yang sangat besar kepada tubuh pasien yang dapat merusak dan memperburuk kondisi kesehatan. Modern Cancer Hospital Guangzhou Profesor Peng menyarankan bahwa pasien kanker usus dapat mengkombinasikan menerima pengobatan minimal invasive sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing seperti metode pengobatan Intervensi, Imunoterapi, Cryosurgery, dll. Metode pengobatan minimal invasive memiliki keunggulan seperti minim luka, pemulihan cepat dan minim efek samping, membantu pasien kanker usus memperpanjang hidup secara efektif dan meningkatkan kualitas hidup.

Apa Saja Makanan Pemicu Kanker Usus Besar?

Ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou menuturkan, kanker usus besar berhubungan erat dengan pola makan, bisa menjadi salah satu faktor utama penyebab kanker usus besar. Kalau begitu, apa saja makanan pemicu kanker usus besar?

1.Makanan Dengan Kandungan Kalori, Lemak dan Protein yang Tinggi

Asupan makanan dengan kandungan kalori, lemak dan protein yang tinggi dapat meningkatkan sekresi asam empedu dalam usus, dan berpotensi besar merusak mukosa usus. Karsinogen bahan pangan banyak yang berupa lemak dan mudah larut dalam lemak tubuh. Mengkonsumsi jenis makanan ini secara berlebihan dapat meningkatkan risiko bahaya karsinogen larut pada tubuh.

2.Makanan yang Digoreng dan Dipanggang

Makanan yang digoreng dan dipanggang mengandung karsinogen, terlalu banyak mengkonsumsi makanan ini dapat menyebabkan terjadinya kanker usus besar. Selain itu, jenis makanan ini dapat meningkatkan konsentrasi asam empedu di usus besar dan sterol netral, mengubah komposisi bakteri koliform pada usus besar dan membentuk zat karsinogenik dalam usus besar secara bertahap.

3.Makanan Dengan Kadar Garam Tinggi dan

Makanan Yang Diasinkan (Acar) Risiko kanker usus besar berhubungan erat dengan makanan yang diasinkan atau diawetkan, sedangkan makanan dengan kandungan garam yang tinggi mungkin saja merupakan jenis makanan yang berperan penting sebagai faktor penyebab. Dalam proses pengasinan makanan, sejumlah besar elemen dan vitamin menghilang, dan situasi tubuh yang kekurangan selenium dapat meningkatkan risiko kanker.

4.Sering Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

Sering mengkonsumsi minuman beralkohol berkaitan erat dengan kanker usus besar. Alkohol dapat merusak berbagai organ tubuh manusia, misalnya bir putih (minuman keras China), kandungan didalamnya merupakan faktor utama penyebab timbulnya kanker usus besar.

Oleh karena itu, para ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou mengingatkan, untuk mencegah kanker usus besar, anda harus menghindari jenis makanan di atas, mematuhi serta menerapkan pola makan yang sehat, agar dapat secara efektif mencegah kanker usus besar.