Perbandingan Pengobatan Metode Minimal Invasif Tanpa Bedah Dengan Bedah

Kanker Servik13

1. Pengobatan dengan operasi pengangkatan

  Pengobatan dengan operasi pengobatan sangat cocok dilakukan oleh penderita kanker serviks stadium awal. Operasi pengangkaran rahim ini sangat dikenal dengan sebutan atau istilah hysterectomy (operasi pengangkatan rahim keseluruhan),

  yaitu dengan melakukan operasi pengangkatan rahim penderita, dari bagian rahim vagina penderita dan jaringan parametrium, lalu disaat yang bersamaan melakukan pembersihan bilaterial kelenjar getah bening pada bagian panggul.

  Dan, apabila pada bagian ovarium tidak terdapat perubahan patologis, maka dapat dipertimbangkan untuk tidak melakukan operasi pengangkatan. Hysterectomi terdiri dari 4 jenis tingkatan, yaitu sebagai berikut :

  •   Hysterectomi Parsial (subtotal), yaitu operasi pengangkatan yang hanya dilakukan pada bagian rahim penderita saja.
  •   Hysterctomi total, yaitu operasi pengangkatan yang dilakukan pada rahim dan mulut rahim. Pada jenis operasi ini, tidak melakukan pengangkatan pada bagian tuba falopi dan ovarium.
  •   Hysterectomi total dan salpingo ooforektomi bilateral, yaitu operasi pengangkatan pada rahim, serviks, tuba falopi, dan juga ovarium.
  •   Hystertomi radikal, yaitu operasi pengangkatan pada bagian rahim, kelenjar getah bening, serviks, bagian atas vagina, dan jaringan dalam panggul.

  2. Pengobatan kanker serviks dengan Radioterapi

  Radioterapi adalah salah satu pengobatan kanker serviks yang sering dijumpai. Pengobatan dengan radioterapi, sangat cocok dilakukan oleh penderita kanker serviks diberbagai stadium, baik pada penderita kanker serviks stadium awal maupun stadium lanjut.

  Radioterapi merupakan pengobatan kanker serviks dengan menggunakan alat radiasi pengion, yang diberikan kepada penderita kanker dengan mematikan sel-sel kanker sesuai dengan dosis tumor yang diderita.

  Akan tetapi, radioterapi dapat menyebabkan kompilasi tertentu, yang paling utama adalah dapat menyebabkan terjadinya radioaktif rektum dan infeksi pada kandung kemih. Sehingg membutuhkan pengobatan yang aktif dan juga istirahat, untuk dapat memulihkan keadaan secara perlahan-lahan.

Kanker Servik6

Dibandingkan dengan keistimewaan pengobatan Metode Minimal Invasif yaitu Pengobatan Partikel 125I

  Yaitu salah satu pengobatan kanker serviks yang efektif. Kanker serviks sangat peka terhadap sinar yang dipancarkan dari radioaktif. Sehingga hasil pengobatan kanker serviks pada stadium awal maupun stadium lanjut, memiliki hasil yang baik.Pengobatan radiopartikel dilakukan dengan cara menanamkan radiopartikel ke dalam tumor melalui di bawah panduan CT scan dan USG. Di dalam tumor, partikel-partikel tersebut akan terus memancarkan sinar dari radioaktif, sehingga dapat mengobati tumor dan memotong jalur penyebaran tumor.

3

Pada saat yang bersamaan dengan pengobatan kanker serviks, anda dapat menerapkan metode kombinasi pengobatan barat dan timur. di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou terdapat berbagai pilihan pengobatan dalam melawan kanker serviks mengkombinasikan perpaduan menggunakan obat-obatan tradisional China melakukan penelitian yang sistematis, penggabungan obat tradisional China dan Metode Minimal Invasif secara Medis dengan teknologi yang lebih maju, mencapai hasil yang memuaskan dalam pengobatan banyak pasien kanker serviks.

  Berbagai Metode Minimal Invasif  pengobatan kanker serviks yang cukup banyak,yaitu;Terapi Intervensi,Cryosurgery,Photodinamic, dan Immunoterapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh selain membunuh sel kanker.

  sebaiknya tidak menyerah terlebih dahulu sebelum melakukan dan memilih pengobatan kanker serviks yang tepat dan sesuai dengan diri sendiri, dan asalkan dapat bekerja sama dengan dokter, maka pengobatan akan berjalan dengan efektif juga perkembangan dari pengobatan kanker serviks dapat terkontrol.

This entry was posted on 11/12/2017, in 未分类.

Faktor Resiko Kanker Serviks

中西医治疗

  Ada beberapa faktor resiko dari kanker serviks yang memungkinkan terkena penyakit kanker serviks. Kebanyakan wanita tidak menyadari faktor resiko apa saja yang berdampak pada kanker serviks, meski begitu faktor-fakor tersebut sangat beresiko tinggi. Umumnya faktor resiko yang terjadi karena berganti-ganti pasangan pada saat berhubungan intim, menikah pada saat usia kurang dari 20 tahun dan adanya infeksi menular. Beberapa jenis virus HPV khususnya HPV 16 dan 18 telah ditemukan lebih datri 99% pada kanker serviks menjadi faktor resiko yang paling tinggi,diantaranya;

  1. Faktor Usia,Resiko faktor kanker serviks sangat berhubungan dengan usia, hal ini kebanyakan wanita yang telah berusia lebih dari 40 tahun. Akan tetapi memungkinkan untuk wanita yang lebih muda juga mengalaminya, yaitu usia 35 yahun hingga 40 tahun.

  2. Virus HPV,Terdapat kurang lebih 20 jenis virus HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks, diantaranya HVP dengan tipe 26, 53, 66, 67, 68, 70, dan 82 telah diberitahukan menjadi penyebab kanker serviks sedangkan yang lainnya beresiko rendah. Infeksi terhadap virus HPV akan berkembang menjadi kanker serviks pada beberapa kasus. Sekitar 12% wanita tanpa kelainan serviks terinfeksi HPV yang beresiko tinggi, perkiraan yang tinggi kebanyakan wanita muda. Dan kurang dari 10% infeksi HPV persisten berkembang menjadi karsinoma jika tidak diobati maka akan berdampak kepada kanker serviks. Resiko kanker serviks tidak terlihat dengan infeksi HPV yang rendah .

  3. Kurangnya Sistem Kekebalan Tubuh, Wanita yang terinfeksi HIV akibat penyakit AIDS dan wanita yang sering mengkonsumsi obat-obatan untuk menekan sistem imun pada tubuh akan lebih memiliki resiko yang menyebabkan kanker serviks. Para ahli menyarankan untuk melakukan screening secara teratur untuk mencegah kanker serviks timbul lebih awal.

  4. Paparan HPV, Wanita yang melakukan hubungan seksual yang berusia 14 tahun atau lebih muda di bandingkan dengan mereka yang melakukan hubungan seksual pada saat berusia 25 tahun atau lebih tua memiliki resiko yang lebih tinggi.

  5. Terinfeksi Penyakit Seksual, Penyakit seksual lain yang dimaksud adalah penyakit seperti herpes simpleks, kutil kelamin, sifilis, gonore, HIV Aids, dan virus HPV. Berhubungan seksual lebih dari satu pasangan akan memungkinkan penularan penyakit seksual akan terjadi.

  6. Faktor reproduksi dan hormon, penggunaan alat kontrasepsi oral juga bisa menyebabkan kanker serviks.

  7. Merokok, resiko terkena kanker seviks mungkin akan lebih tinggi pada seorang perokok karena lebih memungkinkan terinfeksi virus HPV karena rokok dapat mengembangkan sel-sel kanker pada virus HPV.

  8. Riwayat Kanker sebelumnya,kanker serviks akan berkembang kurang dari 1% pada wanita yang memiliki karsinoma insitu. Resiko kanker serviks akan lebih tinggi pada wanita yang mengidap kanker kulit vagina dan vulva, kanker ginjal, dan kanker saluran kemih.

  9. Kondisi Medis dan Perawatan tertentu, Diethilstilboestrol (DES) merupakan hormon sintetik estrogen yang di berikan pada wanita untuk mencegah keguguran. Jika seorang wanita mengambil DES pada saat hamil, kemungkinan leher rahim tidak akan kompeten.

  10. Sistem kekebalan pada tubuh, Displasia serviks beresiko lebih tinggi pada wanita dengan penyakit autoimun lupus eritematosus sistemik atau theumatoid arthritis. Penggunaan obat penekanan untuk kekebalan dalam kondisi ini dapat berupa berubah menjadi virus HPV.

  Terlepas dari faktor resiko, skrining kanker serviks dapat mencegah sebesar 75% kasus kanker pada wanita yang melakukan skrining secara rutin.

4

St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memperkenalkan  Keistimewaan Metode Minimal Invasif ,diantaranya; Terapi Intervensi pengobatan local kemoterapi dan embolisasi arteri atau metode minimal invasive lainnya efektif untuk untuk kanker serviks tingkat lanjut,mengatasi perawatan kekambuhan kanker dan kanker yang sulit di kontrol untuk kanker serviks stadium lanjut sebelum operasi. Setelah melakukan local kemoterapi, dapat diamati melalui biopsi, sel-sel kanker untuk berbagai tingkat nekrosis, degenerasi, metastasis, kelenjar getah bening semuanya mengalami perubahan yang sama. Secara bersamaan, terapi Embolisasi dapat meningkatkan tingkat reseksi operasi, berdampak kecil pada sistem kekebalan tubuh dan dapat mengontrol penyebaran dan pergerakan sel kanker pada pasien. Menurut kondisi pasien, anda dapat memilih Metode Penanaman Biji Partikel 125I. Para ahli berdasarkan terapi sebelumnya, jenis patologis tumor, tingkat keganasan dari sel-sel tumor dan faktor-faktor lain mertimbangkan energi partikel radioaktif dan pemilihan dosis, dengan penanaman biji partikel dapat menghancurkan tumor akan mengecilkan tumor. Penanaman radio partikel 125I untuk kanker serviks aman dan efektif, minimal invasif, lebih sedikit komplikasi, dan efek yang signifikan.

  Pada saat yang bersamaan dengan pengobatan kanker serviks, anda dapat menerapkan metode kombinasi pengobatan barat dan timur. St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dalam melawan kanker serviks menggunakan obat-obatan tradisional China melakukan penelitian yang sistematis, penggabungan obat tradisional China dan minimal invasif, mencapai hasil yang memuaskan dalam pengobatan banyak pasien kanker serviks.

This entry was posted on 07/12/2017, in 未分类.

Terapi Natural Dan Vitamin C Dosis Tinggi – Meningkatkan Efektifitas Pengobatan Kanker

laboratory-main-news  

  Ahli Onkologi dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menjelaskan prinsip kerja dari Terapi Vitamin C Dosis Tinggi, Panduan Terapi Minimal Invasif. Terapi Vitamin C Dosis Tinggi dan Terapi Natural –efektif anti kanker dua kali lipat meningkatkan kekebalan dayatahan tubuh dua kali lipat. Terapi Vitamin C Dosis Tinggi adalah terapi yang menggunakan dosis tinggi untuk jangka panjang. Vitamin C akan dimasukkan melalui infus atau suntikan di intravena untuk menghambat dan membunuh sel kanker.

  Gambaran Kombinasi Pengobatan Kemoradiasi dan Penggunaan Vitamin C Tunggal. Fungsi Vitamin C sendiri adalah untuk melawan kanker, dapat digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan Terapi Natural ,kemoradioterapi untuk meningkatkan efektifitas obat kemoterapi. Kandungan tinggi Vitamin C dapat digunakan pada kanker stadium awal, menengah dan akhir. Sejak abad ke-21, Vitamin C dosis tinggi telah termasuk dalam pengobatan kombinasi kanker, penambah sensitivitas terhadap kemoterapi dan pengganti obat anti kanker terpenting.

  Terapi Vitamin C Untuk Pengobatan Kanker. Prinsip pengobatan terapi Vitamin C untuk kanker adalah menggunakan dosis tinggi untuk pengobatan jangka panjang. Terapi Vitamin C dosis tinggi dibagi menjadi pengobatan intensif dan pengobatan konsolidasi, yang mana pertama-tama bertujuan untuk membersihkan dan mengontrol tumor, kemudian mencegah kekambuhan dan metastase. Sedangkan saat dikombinasikan dengan kemoradioterapi, umumnya dosis vitamin C akan dikurangi, digunakan secara rutin setiap hari.

  Proses Pengobatan Kanker Terapi Vitamin C Dosis Tinggi. Keunggulan :

  1. Meningkatkan efektifitas kemoradioterapi, meminimalisir efek samping toksin

  2. Keamanan tinggi, tidak merusak sel-sel normal lainnya

  Membunuh sel kanker secara selektif, tanpa efek samping terhadap metabolisme dan fungsi organ.

  Gambaran Terapi Vitamin C Dosis Tinggi Mengobati Berbagai Kanker. Terapi Vitamin C dosis tinggi dapat digunakan pada berbagai pasien kanker, baik pada stadium menengah maupun akhir. Dapat meringankan gejala dermatitis, neuritis serta hemoragik enteritis yang disebabkan oleh radioterapi dan gangguan fungsi hati dan ginjal, anemia berat atau sindrom dispepsia gastrointestinal akibat kemoterapi.  Penggunaan kombinasi Terapi Vitamin C Dosis Tinggi dapat memperbaiki kualitas hidup pasien secara signifikan.

 St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Metode Minimal Invasif  Terapi Vitamin C Dosis Tinggi dapat meningkatkan efektifitas pengobatan kanker dan membawa kesejahteraan bagi pasien kanker. St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou akan terus menerus mengembangkan teknologi baru, melakukan terobosan inovatif dan membawa harapan baru kepada para pasien dan keluarga pasien.

This entry was posted on 05/12/2017, in 未分类.

Gejala Kanker Serviks (Leher Rahim)

9-20120630092331b9.

 Kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks

Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan untuk memeriksa gejala-gejala Kanker Serviks,seperti; tes Pap Smear, USG ,computerized tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET)

Tes DNA HPV. Jika Anda berusia 30 tahun atau lebih, dokter juga dapat menggunakan tes laboratorium yang disebut tes DNA HPV untuk menentukan apakah Anda terinfeksi dengan salah satu jenis HPV yang paling mungkin menyebabkan kanker serviks. Seperti halnya tes Pap Smear, tes HPV DNA juga melibatkan pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk pengujian laboratorium. Kemudian Anda mungkin menjalani pemeriksaan lebih mendetail untuk mendiagnosis kanker serviks. Supaya lebih akurat diagnosis kanker serviks, diperlukan langkah-langkah berikut: Pemeriksaan serviks. Pemeriksaan ini disebut kolposkopi, dokter akan menggunakan alat pembesar khusus (colposcope) untuk memeriksa sel-sel abnormal pada serviks. Jika dokter telah mengidentifikasi daerah yang abnormal, maka akan diambil sampel berupa secuil jaringan untuk analisis (biopsy). Biopsi kerucut (konisasi) disebut demikian karena mengambil sampel jaringan serviks berbentuk kerucut. hal ini akan memungkinkan dokter untuk mendapatkan lapisan lebih dalam dari sel leher rahim untuk pengujian laboratorium

Stadium kanker serviks antara lain:

  1. Stadium I. Kanker hanya terbatas pada serviks.
  2. Stadium II. Kanker pada tahap ini meliputi serviks dan vagina tetapi belum menyebar ke panggul sisi dinding atau bagian bawah vagina.
  3. Stadium III. Kanker pada tahap ini telah menyebar di luar leher rahim ke dinding panggul dan bagian bawah vagina.

Stadium IV. Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih atau rektum, atau telah menyebar ke area lain dari tubuh, seperti paru-paru, hati dan tulang.
Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks  adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker  perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi,kemoterapi,surgery, mengangkat seluruh rahim, disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.
  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.
  3.  Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.
  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat dari kemo biasa.
  5. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup
This entry was posted on 04/12/2017, in 未分类.

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Berkontribusi di Bidang Medis Lebih dari 10 tahun

  Dalam perkembangan selama lebih dari 10 tahun, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou terus mengembangkan jajaran ahli medis terkemuka, memperkenalkan peralatan medis dan teknologi medis mutakhir; selain itu juga menciptakan 18 Teknologi Pengobatan Minimal Invasif dan metode terapi yang dikombinasikan dengan TCM, menggabungkan pengobatan dan perawatan kekebalan  tubuh, meningkatkan harapan hidup dan efektivitas pengobatan jangka panjang pada pasien. CEO organisasi anti-kanker non-pemerintah terbesar di dunia (UICC).Kemajuan yang dicapai St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dalam pengobatan kanker berikut ini :

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Pengobatan Minimal Invasif, Tim medis MDT, JCI, Pengobatan ke luar negeri, Tumor

  Multi-disciplinary Team (MDT), memberikan solusi pengobatan yang paling sesuai bagi pasien

  Tim Medis Multidisiplin (MDT) yang diterapkan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, adalah sebuah tim yang terdiri dari ahli onkologi berbagai departemen medis seperti Intervensi, Radiologi, Traditional Chinese Medicine (TCM) dan departemen terkait lainnya yang berkumpul mendiskusikan rancangan pengobatan untuk efek pengobatan terbaik. Melalui kerjasama berbagai departemen, memberikan rancangan pengobatan yang paling optimal bagi pasien kanker, mengurangi biaya pengobatan mereka, secara efektif meningkatkan harapan hidup dan efektivitas pengobatan.

  Pengobatan Minimal Invasif, solusi untuk masalah yang tidak bisa diatasi dengan bedah konvensional

  Operasi, kemoterapi dan radioterapi dulu merupakan tiga metode konvensional utama untuk pengobatan tumor ganas. Namun bagi pasien kanker stadium lanjut yang tidak dapat dioperasi dan tidak dapat menahan pengaruh anestesi dan kemoradioterapi karena alasan fisik, pengobatan Minimal Invasif menjadi metode pengobatan pilihan bagi mereka. Selain Intervensi, Cryosurgery, NanoKnife, 3D Printed Template-Assisted Seed Implantation dan 18 teknologi pengobatan kanker lainnya, saat ini telah memperpanjang harapan hidup, meringankan penderitaan penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup ribuan pasien kanker stadium lanjut dari lebih dari 20 negara dan wilayah.

3

  Traditional Chinese Medicine (TCM), mengoptimalkan efektivitas pengobatan

  Pengobatan Tradisional China memiliki sejarah panjang di China, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memanfaatkan keunggulan khusus pengobatan tradisional China dalam mengobati kanker, membantu mengatur kekebalan tubuh pasien, memperbaiki lingkungan internal tubuh, mengurangi leukopenia, muntah-muntah dan gejala lain yang diakibatkan kemoradioterapi, memaksimalkan kemampuan pertahanan tubuh sehingga dapat menahan penyebaran sel kanker, meningkatkan efektivitas pengobatan, memperpanjang harapan hidup pasien kanker paru,kanker hati,kanker ginjal,kanker payudara,kanker lambung,kanker usus,kanker serviks,kanker rahim,kanker limpa dan lain-lain sebagainya.

timg5_看图王

  Lebih dari 60 value-added service, memberikan kehangatan seperti keluarga pada pasien

  Demi memenuhi kebutuhan rawat inap pasien asing, serta menciptakan lingkungan tinggal yang hangat dan nyaman bagi mereka, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou senantiasa mempertahankan prinsip “Kebutuhan pasien di atas segalanya”, menyediakan layanan ala pelayan rumah tangga, mengatasi berbagai masalah yang dialami pasien yang tinggal di rumah sakit. RS menciptakan lebih dari 60 value-added service yang sangat user-friendly, meliputi kebutuhan dasar (pakaian, makanan, tempat tinggal, transportasi), kesehatan, bahasa, hiburan, wisata, perayaan hari besar, tradisi, keyakinan agama dan aspek lainnya, juga dilengkapi dengan penerjemah bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa Thailand, bahasa Arab, bahasa Melayu, bahasa Vietnam, serta belasan bahasa lainnya yang tersedia 24 jam sehingga pasien asing tidak mengalami kendala komunikasi selama menjalani perawatan di RS.

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Pengobatan Minimal Invasif, Tim medis MDT, JCI, Pengobatan ke luar negeri, Tumor

  Karena itu, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari banyak pasien dan media lokal dari Asia Tenggara. Dari tahun 2005 hingga kini, telah dibuka kantor perwakilan di Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, negara Asia Tenggara lainnya serta Arab Saudi, senantiasa memegang prinsip “Medis tiada batas negara”, mengadakan seminar gratis pengobatan kanker Minimal Invasif secara rutin di berbagai daerah di Asia Tenggara, juga menyediakan layanan konsultasi, pengurusan visa dan paspor, serta layanan pengurusan keberangkatan lain bagi pasien, sehingga semakin banyak pasien asing yang yakin memilih pergi ke luar negeri untuk pengobatan kanker.

This entry was posted on 02/12/2017, in 未分类.

Tanda-tanda Stadium Pada Kanker Serviks

4-20120F2125911A3

  Kanker Serviks Stadium 0

  Pada stadium 0 berarti bahwa sel-sel kanker terbatas pada permukaan serviks. Tahap ini juga disebut karsinoma in situ (CIS) atau cervical intraepithelial neoplasia (CIN) grade III (CIN III). Tidak ada gejala sama sekali pada stadium 0 ini.

  Kanker Serviks Stadium 1

  Pada kanker serviks stadium I,kanker telah tumbuh lebih dalam ke leher rahim, namun belum menyebar ke luar. Lebih lanjut, dibagi menjadi dua subkategori:

  Stadium IA : Ukuran kanker masih kecil kurang dari 5 mm (dalam) dan lebar kurang dari 7 mm, hanya bisa dilihat di bawah mikroskop.

  Stadium IB : Kanker dapat dilihat secara kasat mata dan ukuran 4 cm atau kurang; atau kanker hanya dapat dilihat di bawah mikroskop dengan ukuran lebih dari 5 mm (dalam) dan 7 mm (lebar).

  Gejala kanker serviks stadium 1 biasanya tidak nampak, kalaupun ada hanya berupa keputihan berwarna pink (merah muda), dan sedikit berdarah saat berhubungan seksual.

  Kanker Serviks Stadium 2

  Pada kanker serviks II, berarti kanker telah tumbuh melampaui leher rahim dan rahim,tetapi belum mencapai dinding panggul atau bagian bawah vagina.Pada tahap ini, kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau tempat yang jauh. Tahap II memiliki dua subkategori tambahan:

  Stadium IIA : Kanker belum menyebar ke jaringan yang berada di samping leher rahim, parametria, tetapi mungkin telah tumbuh di bagian atas vagina.

  Tahap IIB : Kanker telah menyebar ke jaringan yang berada di samping leher rahim (parametria).

  Gejala kanker serviks stadium 2 sudah mulai nampak, terutama pendarahan ketika berhubungan seksual serta keluar keputihan yang tidak biasa.

  Kanker Serviks Stadium 3

  Pada kanker serviks stadium III, berarti kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul,tetapi tidak ke kelenjar getah bening terdekat atau bagian lain dari tubuh. Tahap ini dibagi menjadi dua subkategori:

  Stadium IIIA : Kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina, tetapi tidak ke dinding panggul.

  Stadium IIIB : Kanker telah tumbuh ke dalam dinding panggul dan / atau telah memblokir kedua ureter, namun belum menyebar ke kelenjar getah bening atau tempat yang jauh. Atau kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul, tapi tidak ke tempat yang jauh.

  Gejala kanker serviks stadium 3 sudah sangat jelas,yaitu berupa pendarahan abnormal,keputihan yang tidak biasa,dan nyeri panggul seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

  Kanker Serviks Stadium 4

  Mungkin Anda sudah penasaran seperti apa stadium 4, berikut informasinya:

  Pada stadium lanjut ini, kanker telah menyebar ke organ terdekat atau bagian tubuh lainnya. Satidum IV dibagi menjadi dua subkategori:

  Stadium IVA : kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum, tetapi tidak ke kelenjar getah bening atau tempat yang jauh.

  Stadium IVB : kanker telah menyebar ke organ di luar panggul, seperti paru-paru atau hati.

  Tanda-tanda kanker serviks stadium lanjut sama dengan stadium 3 ditambah dengan gejala berikut:

  1.   Penurunan berat badan.
  2.   Kelelahan.
  3.   Sakit punggung.
  4.   Nyeri kaki atau bengkak.
  5.   Kebocoran urin atau feses dari vagina.
  6.   Mudah mengalami patah tulang.

res01_attpic_brief

  Pengobatan yang terbaik untuk kanker serviks

  Guna meningkatkan pengobatan kanker serviks, maka setiap pasien dapat berkonsultasi dengan ahli di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk perencanaan program pengobatan yang paling cocok dan sesuai denga kondisi keseluruhan masing masing pasien yang akan dibantu oleh tim yang terdiri dari ahli bedah, ahli patologi, ahli radiasi onkologi, ahli pengobatan kanker minimal invasif, tim perawat pasien kanker dan penerjemah.

  Pengobatan kanker serviks yang Unggul dan Terpadu dengan Tepat

  Setelah bertahun-tahun para ilmuwan mengeksplorasi dan meneliti pengobatan Cina, disimpulkan bahwa pengobatan cina sangatlah mengutamakan keseimbangan, yang tentunya dapat berperan sebagai anti-kanker. Kelebihan dari metode gabungan timur dan barat adalah metode ini jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan satu macam pengobatan saja. "Terapi Integratif" yang menggunakan metode gabungan dari pengobatan timur dan barat dapat melalui 4 cara, antara lain injeksi obat langsung pada pembuluh darah vena, herbal herbal yang dapat di hirup atau di hisap, obat herbal yang langsung di infus pada bagian usus, dan injeksi herbal lainnya. Ini semua merupakan salah satu cara untuk mengkombinasi pengobatan.

  Layanan seperti apakah yang akan diperoleh ?

  Semakin banyak pandangan bahwa terapi tumor kombinasi lebih unggul daripada monoterapi. Terapi Local Kemoterapi adalah jenis perawatan yang komprehensif, pengobatan intervensi dari kanker serviks sebelum operasi, untuk mengecilkan tumor, meningkatkan hasil operasi. St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memperkenalkan program pengobatan pribadi dengan rencana perawatan yang komprehensif untuk keadaan khusus yang berbeda pasien kanker serviks, dokter menghadiri untuk mengembangkan program pengobatan yang berbeda, kolaborasi dokter yang kompeten dan ahli operasi bersama-sama membunuh tumor. Modern Cancer Hospital Guangzhou dengan pengobatan local kemoterapi dan emobolisasi arteri atau metode minimal invasive lainnya efektif untuk untuk kanker serviks tingkat lanjut, perawatan kekambuhan kanker dan kanker yang sulit di kontrol, atau untuk kanker serviks stadium lanjut sebelum operasi. Setelah melakukan local kemoterapi, dapat diamati melalui biopsi, sel-sel kanker untuk berbagai tingkat nekrosis, degenerasi, metastasis, kelenjar getah bening semuanya mengalami perubahan yang sama. Secara bersamaan, terapi Embolisasi dapat meningkatkan tingkat reseksi operasi, berdampak kecil pada sistem kekebalan tubuh dan dapat mengontrol penyebaran dan pergerakan sel kanker pada pasien. Menurut kondisi pasien, anda dapat memilih Metode Penanaman Biji Partikel 125I. Para ahli berdasarkan terapi sebelumnya, jenis patologis tumor, tingkat keganasan dari sel-sel tumor dan faktor-faktor lain mertimbangkan energi partikel radioaktif dan pemilihan dosis, dengan penanaman biji partikel dapat menghancurkan tumor akan mengecilkan tumor. Penanaman radio partikel 125I untuk kanker serviks aman dan efektif, minimal invasif, lebih sedikit komplikasi, dan efek yang signifikan.

  Pada saat yang bersamaan dengan pengobatan kanker serviks, anda dapat menerapkan metode kombinasi pengobatan barat dan timur. St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dalam melawan kanker serviks menggunakan obat-obatan tradisional China melakukan penelitian yang sistematis, penggabungan obat tradisional China dan minimal invasif, mencapai hasil yang memuaskan dalam pengobatan banyak pasien kanker serviks.

This entry was posted on 30/11/2017, in 未分类.

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Serviks?

  Kanker Serviks

 Berikut adalah cara untuk mencegah timbulnya kanker serviks :

  1. Lakukan Screening kanker serviks, USG,CT-scant

  2. Pap Smear : Tahapan, Proses, dan Manfaatnya   pap smear adalah metode untuk memeriksa kesehatan sel pada jaringan organ leher rahim. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sel dari leher rahim dan diperiksa secara mikroskopis. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apabila terjadi kelainan pada sel leher rahim yang berpotensi menjadi kanker.

  Pap smear merupakan suatu metode atau tes yang digunakan untuk mengetahui apakah di dalam tubuh seseorang terdapat sel-sel kanker atau tidak. Tes yang juga dikenal dengan istilah tes Papanikolaou ini dilakukan khususnya bagi para wanita untuk mendeteksi gejala kanker serviks. Dengan pap smear dapat membantu mendeteksi dini dan dapat pengobatan dini bagi seorang wanita yang mengidap kanker serviks yang masih pada stadium awal. Selain itu, uji pap smear juga dapat mendeteksi perubahan yang terjadi pada sel-sel rahim.

Kanker Servik6

 Pengobatan Kanker Serviks dengan Metode Minimal Invasif di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  1. Intervensi kemo hijau Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker

  Terapi Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, alat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”. Selain dapat memutuskan pasokan darah ke kanker, obat emboli yang dicampur dengan obat kemo juga berperan sebagai kemoterapi lokal, sehingga tidak ada efek samping seperti yang terjadi pada kemoterapi sistemik.

  Kelebihan Intervensi : memiliki kemampuan untuk “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat di lokal lesi, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat.

4

  2. Cryosurgery : Minim luka, Minim Komplikasi dan Mencegah Kekambuhan

  Metode Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun memiliki hasil yang setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini juga dapat mengurangi risiko operasi dan komplikasi, dapat mengontrol proses dan hasil pengobatan, serta tidak memiliki batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil memberikan hasil pengobatan yang efektif pada banyak pasien kanker hati.

  Kelebihan Cryosurgery : mengurangi risiko penyebaran setelah selesai tindakan medis; minim pendarahan, pemulihan cepat; membersihkan jaringan lokal tumor, merangsang kekebalan tubuh, mencegah kekambuhan tumor; minim kerusakan pada jaringan normal sekitar organ

1-160058426

  3. Microwave Ablation (MWA) : Membuat Sel Kanker “Mati Kepanasan”, Luka Hanya Sebesar Ujung Jarum

  Kelebihan Microwave Ablation (MWA) : efisiensi termal yang tinggi, proses tindakan lebih singkat, dalam waktu 10 menit dapat mengablasi tumor yang berdiameter hingga 6cm, mengurangi risiko dan penderitaan pasien saat proses tindakan; luka sebesar ukuran ujung jarum kurang lebih 3mm, menghindari luka “vitalitas” tubuh akibat operasi besar; indikasi luas. Pada kasus kanker serviks yang tidak dapat menjalani operasi, gagal menjalani embolisasi , Microwave Ablation (MWA) bisa menjadi opsi pengobatan yang efektif.

  4. Imunoterapi : Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup

  Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa lesi pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, metode ini dapat meningkatkan dan memperbaharui sistem kekebalan tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan.

  Kelebihan Imunoterapi : meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari adanya serangan virus dan bakteri dari luar; efektif menurunkan peluang kekambuhan dan penyebaran, aman

1-185644968

  Tim Medis Multidisiplin (MDT – Multidisciplinary Team) di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Tim Multidisiplin, Memberikan Pelayanan Medis Yang Komprehensif Untuk Pasien Kanker Serviks

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah membentuk tim medis multidisiplin(Ahli Onkologi,Ahli Surgery,Ahli Osteologi,Ahli Saraf,Ahli Spikologi,Ahli Gizi, dll) diskusi medis lebih dari satu dokter onkologi,efisiensi bagi pasien karena menghemat waktu untuk mencari kebeberapa Rumah sakit untuk bertemu dengan beberapa dokter Spesialis , Tim MDT menggabungkan para ahli dari berbeda bidang yang akan bersama-sama memberikan layanan konsultasi kepada pasien, saling melengkapi kekurangan di masing-masing bidang dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, agar dapat mengembangkan rencana pengobatan yang tepat pada pasien, melakukan pengontrolan hasil pengobatan , sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengobatan pasien.

This entry was posted on 28/11/2017, in 未分类.

Berbagai Metode Minimal Invasif pengobatan kanker serviks

 Kanker Servik3

 Gejala Kanker Serviks Stadium 4

  1.   Terjadi pendarahan yang hebat saat tidak sedang mestruasi atau saat sebelum dan sesudah menopause
  2.   Ada rasa sakit pada tulang, otot, dan panggul bagian bawah
  3.   Muncul rasa sakit yang berlebihan saat buang air besar atau buang air kecil. Bahkan disertai dengan pendarahan
  4.   Mengalami gangguan nafsu makan, lelah, dan badan menjadi lemas
  5.   Mengalami penurunan berat badan dalam waktu yang cepat
  6.   Seluruh badan akan terasa sakit dan tidak nyaman
  7.   Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 4

  Untuk memeriksa gejala kanker serviks stadium 4 ini sebaiknya dilakukan dalam cara medis dan dilakukan oleh dokter ahli kanker dan penyakit dalam.Umumnya metode yang akan digunakan oleh dokter adalah dengan menggunakan metode Pap Smear. Metode Pap Smear tersebut akan melakukan tes terhadap tubuh anda apakah menderita virus HPV dalam angka yang cukup tinggi ataukah masih rendah. Jika tes menunjukkan angka yang cukup tinggi, maka kemungkinan dokter akan menyarankan anda untuk melakukan biopsi, pemeriksaan panggul, tes darah.

  Berbagai jenis pemeriksaan tersebut ditujukan untuk melihat penyebaran virus HPV yang terdapat di tubuh anda dan juga diperlukan untuk melihat metode pengobatan yang tepat.

  Komplikasi pada Kanker Serviks Stadium 4

  Seperti yang sudah sempat kami jelaskan, bahwa kanker serviks stadium 4 ini sangat rentan akan terjadi komplikasi dengan penyakit lainnya.Untuk mengetahui penyakit apakah yang bisa komplikasi dengan kanker serviks yang anda derita, anda dapat menyimaknya sebagai berikut.

  1.   Gagal Ginjal
  2.   Penggumpalan Darah
  3.   Pendarahan Hebat
  4.   Pengobatan Kanker Serviks Stadium 4

  Saat akan melakukan pengobatan kanker serviks, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, sebelum melakukan pengobatan. Seperti ukuran tumor, usia pasien yang menderita kanker serviks, tingkat stadium kanker serviks yang diderita, keadaan kesehatan penderita secara keseluruhan, dan faktor lain-lainnya.

  Tingkat keganasan kanker serviks sangat tinggi, pada umumnya, sebanyak 70% penderita kanker serviks yang didiagnosa sudah mengalami tahap stadium lanjut. Pengobatan serviks dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu seperti operasi pengangkatan, pengobatan kolaborsi medis barat dan timur, radioterapi, kemoterapi, dan jenis pengobatan lainnya. Berikut ini penjelasan mengenai pengobatan kanker serviks :

%e5%ae%ab%e9%a2%88%e7%99%8c

  1. Pengobatan dengan operasi pengangkatan

  Pengobatan dengan operasi pengobatan sangat cocok dilakukan oleh penderita kanker serviks stadium awal. Operasi pengangkaran rahim ini sangat dikenal dengan sebutan atau istilah hysterectomy (operasi pengangkatan rahim keseluruhan),

  yaitu dengan melakukan operasi pengangkatan rahim penderita, dari bagian rahim vagina penderita dan jaringan parametrium, lalu disaat yang bersamaan melakukan pembersihan bilaterial kelenjar getah bening pada bagian panggul.

  Dan, apabila pada bagian ovarium tidak terdapat perubahan patologis, maka dapat dipertimbangkan untuk tidak melakukan operasi pengangkatan. Hysterectomi terdiri dari 4 jenis tingkatan, yaitu sebagai berikut :

  •   Hysterectomi Parsial (subtotal), yaitu operasi pengangkatan yang hanya dilakukan pada bagian rahim penderita saja.
  •   Hysterctomi total, yaitu operasi pengangkatan yang dilakukan pada rahim dan mulut rahim. Pada jenis operasi ini, tidak melakukan pengangkatan pada bagian tuba falopi dan ovarium.
  •   Hysterectomi total dan salpingo ooforektomi bilateral, yaitu operasi pengangkatan pada rahim, serviks, tuba falopi, dan juga ovarium.
  •   Hystertomi radikal, yaitu operasi pengangkatan pada bagian rahim, kelenjar getah bening, serviks, bagian atas vagina, dan jaringan dalam panggul.

  2. Pengobatan kanker serviks dengan Radioterapi

  Radioterapi adalah salah satu pengobatan kanker serviks yang sering dijumpai. Pengobatan dengan radioterapi, sangat cocok dilakukan oleh penderita kanker serviks diberbagai stadium, baik pada penderita kanker serviks stadium awal maupun stadium lanjut.

  Radioterapi merupakan pengobatan kanker serviks dengan menggunakan alat radiasi pengion, yang diberikan kepada penderita kanker dengan mematikan sel-sel kanker sesuai dengan dosis tumor yang diderita.

  Akan tetapi, radioterapi dapat menyebabkan kompilasi tertentu, yang paling utama adalah dapat menyebabkan terjadinya radioaktif rektum dan infeksi pada kandung kemih. Sehingg membutuhkan pengobatan yang aktif dan juga istirahat, untuk dapat memulihkan keadaan secara perlahan-lahan.

3

  3. Metode Minimal Invasif yaitu Pengobatan Partikel 125I

  Yaitu salah satu pengobatan kanker serviks yang efektif. Kanker serviks sangat peka terhadap sinar yang dipancarkan dari radioaktif. Sehingga hasil pengobatan kanker serviks pada stadium awal maupun stadium lanjut, memiliki hasil yang baik.Pengobatan radiopartikel dilakukan dengan cara menanamkan radiopartikel ke dalam tumor melalui di bawah panduan CT scan dan USG. Di dalam tumor, partikel-partikel tersebut akan terus memancarkan sinar dari radioaktif, sehingga dapat mengobati tumor dan memotong jalur penyebaran tumor.

Pada saat yang bersamaan dengan pengobatan kanker serviks, anda dapat menerapkan metode kombinasi pengobatan barat dan timur. di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou terdapat berbagai pilihan pengobatan dalam melawan kanker serviks mengkombinasikan perpaduan menggunakan obat-obatan tradisional China melakukan penelitian yang sistematis, penggabungan obat tradisional China dan Metode Minimal Invasif secara Medis dengan teknologi yang lebih maju, mencapai hasil yang memuaskan dalam pengobatan banyak pasien kanker serviks.

  Berbagai Metode Minimal Invasif  pengobatan kanker serviks yang cukup banyak,yaitu;Terapi Intervensi,Cryosurgery,Photodinamic, dan Immunoterapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh selain membunuh sel kanker.

  sebaiknya tidak menyerah terlebih dahulu sebelum melakukan dan memilih pengobatan kanker serviks yang tepat dan sesuai dengan diri sendiri, dan asalkan dapat bekerja sama dengan dokter, maka pengobatan akan berjalan dengan efektif juga perkembangan dari pengobatan kanker serviks dapat terkontrol.

This entry was posted on 27/11/2017, in 未分类.

Perkembangan Internasional Medis Lebih Maju Terdapat Harapan Baru Pengobatan Kanker Serviks

3 

Gejala-gejala Kanker Serviks (Leher Rahim) yaitu:

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi.

  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya.

  3. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Mudah terjadi pendarahan, misalnya setelah berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir. Nyeri selama berhubungan seksual.

  4. Nyeri di sekitar pinggul

  5. Perdarahan pasca menopause. Artinya menopause sudah terjadi namun tiba-tiba muncul lagi pendarahan.

  6. Keputihan yang tidak biasa, keluar cairan berlebih, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk.

  7. Kehilangan nafsu makan Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.

  8. Kelelahan. Mudah sekali merasa lelah atau lemah.

  9. Sakit punggung. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki.

  10. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. Mudah mengalami patah tulang.

  11. Sembelit Darah dalam urin Anda (hematuria) hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

  Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks

  Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan untuk memeriksa gejala-gejala Kanker Serviks,seperti; tes Pap Smear, USG ,computerized tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI) dan positron emission tomography (PET)

  Tes DNA HPV. Jika Anda berusia 30 tahun atau lebih, dokter juga dapat menggunakan tes laboratorium yang disebut tes DNA HPV untuk menentukan apakah Anda terinfeksi dengan salah satu jenis HPV yang paling mungkin menyebabkan kanker serviks. Seperti halnya tes Pap Smear, tes HPV DNA juga melibatkan pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk pengujian laboratorium. Kemudian Anda mungkin menjalani pemeriksaan lebih mendetail untuk mendiagnosis kanker serviks. Supaya lebih akurat diagnosis kanker serviks, diperlukan langkah-langkah berikut: Pemeriksaan serviks. Pemeriksaan ini disebut kolposkopi, dokter akan menggunakan alat pembesar khusus (colposcope) untuk memeriksa sel-sel abnormal pada serviks. Jika dokter telah mengidentifikasi daerah yang abnormal, maka akan diambil sampel berupa secuil jaringan untuk analisis (biopsy). Biopsi kerucut (konisasi) disebut demikian karena mengambil sampel jaringan serviks berbentuk kerucut. hal ini akan memungkinkan dokter untuk mendapatkan lapisan lebih dalam dari sel leher rahim untuk pengujian laboratorium

1-16101Q51K5J5

  Stadium kanker serviks antara lain:

  1. Stadium I. Kanker hanya terbatas pada serviks.

  2. Stadium II. Kanker pada tahap ini meliputi serviks dan vagina tetapi belum menyebar ke panggul sisi dinding atau bagian bawah vagina.

  3. Stadium III. Kanker pada tahap ini telah menyebar di luar leher rahim ke dinding panggul dan bagian bawah vagina.

  Stadium IV. Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih atau rektum, atau telah menyebar ke area lain dari tubuh, seperti paru-paru, hati dan tulang.

  Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi,kemoterapi,surgery, mengangkat seluruh rahim, disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi hormone Memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat dari kemo biasa.

  5. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup

This entry was posted on 23/11/2017, in 未分类.

Diagnosis dan Stadium Pada Kanker Ovarium

9-20120630092331b9 

Gejala Kanker Ovarium

  Kanker ovarium jarang menimbulkan gejala pada stadium awal. Kalaupun ada, gejala-gejalanya menyerupai konstipasi atau gejala pada iritasi usus. Oleh sebab itu, kanker ovarium biasanya baru terdeteksi ketika kanker sudah menyebar dalam tubuh.

  Beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita kanker ovarium adalah:

  1.   Perut selalu terasa kembung.
  2.   Pembengkakan pada perut.
  3.   Sakit perut.
  4.   Penurunan berat badan.
  5.   Cepat kenyang.
  6.   Mual.
  7.   Perubahan pada kebiasaan buang air besar, misalnya konstipasi (sulit buang air besar).
  8.   Frekuensi buang air kecil yang meningkat.
  9.   Sakit saat berhubungan seksual.

  Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ovarium

  Sama seperti kanker pada umumnya, penyebab kanker ovarium juga belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker ini. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  Faktor Usia. Kanker ovarium cenderung terjadi pada wanita berusia 50 tahun ke atas.

  Genetik. Risiko untuk terkena kanker ovarium akan meningkat jika memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker ovarium atau kanker payudara. Begitu juga pada wanita yang memiliki gen BRCA1 dan BRCA2, yang merupakan mutasi genetic yang dapat diturunkan.

  Terapi pengganti hormon estrogen (Esterogen Hormone Replacement Therapy), terutama bila dilakukan dalam jangka waktu lama dan dengan dosis tinggi. Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS),Tidak pernah hamil,Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas,Mengalami siklus menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah usia 50 tahun,Menjalani terapi kesuburan,Merokok,Menggunakan alat kontrasepsi IUD.

中西医治疗

  Diagnosis Kanker Ovarium

  Diagnosis awal dibuat berdasarkan gejala yang dialami, riwayat kesehatan keluarga, dan hasil pemeriksaan fisik. Kemudian pemeriksaan penunjang dilakukan untuk menegakkan diagnosa, meliputi USG, pemeriksaan darah, atau biopsi.

  Pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang dilakukan untuk memeriksa perut bagian bawah serta organ reproduksi. Pada pemeriksaan ini dapat diketahui bentuk, ukuran, dan struktur ovarium.

  Pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan protein CA 125 dalam darah. Kadar CA 125 yang tinggi bisa mengindikasikan kanker ovarium. Tetapi tes ini tidak bisa dijadikan patokan tunggal karena CA 125 bukan tes yang spesifik, kadarnya bisa meningkat pada kondisi lain yang bukan kanker, dan tidak semua penderita kanker ovarium mengalami peningkatan kadar CA 125 dalam darah.

  Stadium Kanker Ovarium

  Jika hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang positif menderita kanker ovarium, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah menentukan tingkat penyebaran kanker. Dalam menentukan tingkat penyebaran kanker ovarium, pemeriksaan bisa dilakukan dengan CT atau MRI scan, rontgen dada, serta pemeriksaan sampel cairan rongga perut dan jaringan ovarium.

  Mengetahui tingkat penyebaran kanker yang diderita akan membantu dokter untuk menentukan langkah pengobatan terbaik.

  Secara umum, tingkat penyebaran kanker ovarium terbagi ke dalam empat stadium, yaitu:

  Stadium 1: Kanker hanya menyerang salah satu atau kedua ovarium, tapi belum menyebar ke organ lain.

  Stadium 2: Kanker sudah menyebar dari ovarium ke jaringan di sekitar panggul atau rahim.

  Stadium 3: Kanker sudah menyebar ke selaput perut, permukaan usus, dan kelenjar getah bening di panggul atau perut.

  Stadium 4: Kanker sudah menyebar hingga bagian lain tubuh, misalnya ginjal, hati, dan paru-paru.

4

St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menerapkan gabungan pengobatan Barat dan Timur melawan kanker dan membunuh kanker, memaksimalkan keunggulan masing-masing terapi untuk saling melengkapi, khasiat pengobatan gabungan Timur dengan tradisional herbal china dan Pengobatan Medis Barat . Efektifitas pengobatan lebih besar dibandingkan pengobatan tunggal saja. Terapi Minimal Invasif merupakan teknologi yang stabil, tepat dan terarah untuk membunuh kanker, juga menghambat kerusakan pada tubuh yang timbul karena pengobatan konventional, dalam waktu yang bersamaan, menjaga keseimbangan imun tubuh secara menyeluruh dan membantu membunuh kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, menguatkan fisik. Gabunga Keistimewaan gabungan pengobatan Timur dan Barat dengan Terapi Minimal Invasif untuk menangani kanker dengan menerapkan sistem pengobatan yang modern, mendapatkan hasil yang lebih maksimal, efek samping yang lebih kecil,mencapai efektif hasil pengobatan paling maksimal.

Pengobatan Kanker Serviks dengan metode Minimal Invasif di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  1. Intervensi : Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker .Terapi Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, alat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”. Selain dapat memutuskan pasokan darah ke kanker, obat emboli yang dicampur dengan obat kemo juga berperan sebagai kemoterapi lokal, sehingga tidak ada efek samping seperti yang terjadi pada kemoterapi sistemik.   Kelebihan Intervensi : memiliki kemampuan untuk “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat di lokal lesi, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat.

  2. Microwave Ablation (MWA) : Membuat Sel Kanker “Mati Kepanasan”, Luka Hanya Sebesar Ujung Jarum   Kelebihan Microwave Ablation (MWA) : efisiensi termal yang tinggi, proses tindakan lebih singkat, dalam waktu 10 menit dapat mengablasi tumor yang berdiameter hingga 6cm, mengurangi risiko dan penderitaan pasien saat proses tindakan; luka sebesar ukuran ujung jarum kurang lebih 3mm, menghindari luka “vitalitas” tubuh akibat operasi besar; indikasi luas. Pada kasus kanker serviks yang tidak dapat menjalani operasi, gagal menjalani embolisasi , Microwave Ablation (MWA) bisa menjadi opsi pengobatan yang efektif.

  3. Imunoterapi : Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup   

Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa lesi pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, metode ini dapat meningkatkan dan memperbaharui sistem kekebalan tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan.

  Kelebihan Imunoterapi : meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari adanya serangan virus dan bakteri dari luar; efektif menurunkan peluang kekambuhan dan penyebaran, aman

  Tim Medis Multidisiplin (MDT – Multidisciplinary Team) di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou   Tim Multidisiplin, Memberikan Pelayanan Medis Yang Komprehensif Untuk Pasien Kanker Serviks

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah membentuk tim medis multidisiplin(Ahli Onkologi,Ahli Surgery,Ahli Osteologi,Ahli Saraf,Ahli Spikologi,Ahli Gizi, dll) diskusi medis lebih dari satu dokter onkologi,efisiensi bagi pasien karena menghemat waktu untuk mencari kebeberapa Rumah sakit untuk bertemu dengan beberapa dokter Spesialis , Tim MDT menggabungkan para ahli dari berbeda bidang yang akan bersama-sama memberikan layanan konsultasi kepada pasien, saling melengkapi kekurangan di masing-masing bidang dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, agar dapat mengembangkan rencana pengobatan yang tepat pada pasien, melakukan pengontrolan hasil pengobatan , sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengobatan pasien.

This entry was posted on 06/11/2017, in 未分类.