Pengobatan Minimal Invasif Tanpa Operasi Dalam Mengobati Kanker Serviks

 

  Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim, atau ada juga yang menyebutnya mulut rahim. Ini merupakan bagian rahim terbawah peralihan antara V dengan rahim.

  Ketahuilah bahwa sel-sel kanker yang diketahui secara dini kemudian segera diobati, maka akan semakin besar kesempatan untuk disembuhkan atau mencegahnya sebelum menjadi lebih parah. Gejala kanker serviks stadium awal seringkali tidak menimbulkan keluhan. Oleh sebab itu lakukan deteksi dini. Skrining yaitu;CT-Scant,PET-Scant,USG,Biopsy,dan  prosedur Pap smear  merupakan hal penting untuk memeriksa sel-sel abnormal pada leher rahim, sehingga mereka dapat dipantau dan diobati sedini mungkin.

  Mengenal Gejala Kanker Serviks Secara Dini.beberapa gejala atau tanda-tanda kanker serviks sebagai berikut: Keputihan keluar cairan berlebih, yang tidak biasa, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk. Kehilangan nafsu makan berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. Kelelahan. Mudah sekali merasa lelah atau lemah. Sakit punggung. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. Mudah mengalami patah tulang. Sembelit Darah dalam urin Anda (hematuria) hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)

  Gejala-gejala kanker serviks adalah:

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi Bercak darah atau pendarahan biasanya ringan. Memang tidak semua pendarahan di luar jadwal menstruasi disebabkan oleh kanker serviks. Hal ini juga bisa terjadi ketika seorang wanita mengalami stress, kondisi kurang fit, menggunakan kontrasepsi, gejala keguguran, dan lain-lain.

  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya. Jika biasanya durasi haid selama 5-7 hari. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Hampir sama dengan kasus nomor 2 diatas. Darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya menandakan adanya perubahan pada lapisan rahim dan bisa jadi ini menjadi tanda atau gejala kanker serviks.

  3. Mudah terjadi pendarahan Ketika mulut rahim atau serviks mengalami suatu perubahan menjadi ganas, maka jaringan tersebut menjadi rapuh dan mudah berdarah. berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir.

  4. Nyeri di sekitar panggul . Rasa tak nyaman dan nyeri di sekitar panggul terjadi akibat proses peradangan pada leher rahim.

  5. Perdarahan pasca menopause Ketika seorang wanita sudah memasuki masa menopause, artinya tidak ada lagi darah haid. Oleh sebab itu jika terjadi pendarahan lagi setelah masa ini, maka dicurigai bahwa darah itu berasal dari kanker serviks.

  6. Keputihan yang tidak biasa .Maksud dari keputihan disini yaitu keluarnya cairan selain darah yang keluar dari jalan lahir. Cairan yang dimaksud bisa berupa lendir-lendir dan/atau bercampur nanah, atau bahkan darah kotor.

 7. Kehilangan Nafsu Makan.Dan berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.

  8.Rasa kelelahan yang berlebihan dan juga lemah terjadi karena kekurangan darah akibat pendarahan seperti dijelaskan sebelumnya.

  9.Sakit punggung Bisa terjadi akibat kanker yang sudah menyebar pada tulang punggung.

  10.Nyeri kaki atau bengkak pada kaki Ketika kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang ada pada lipat paha, maka terjadilah pembengkakan pada kaki. Hal ini terjadi akibat terhambatnya aliran limfatik (getah bening). Kaki bengkak juga bisa terjadi akibat gagal ginjal.

  11.Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir Ciri-ciri kanker serviks yang satu ini terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke sekat yang memisahkan jalan lahir dengan jalan feses (tinja) di bagian belakang. Sedangkan jika menyebar ke bagian depannya, maka yang jadi korbannya sekat dengan kandung kemih. Sekat menjadi rapuh dan akhirnya bocor. Oleh sebab itu feses ataupun urin bisa merembes atau bocor ke jalan lahir.

  12.Mudah mengalami patah tulang Gejala kanker serviks yang tak terduga ini terjadi akibat penjalaran kanker ke tulang. Tulang yang terkena kanker akan lebih rapuh dan mudah patah meskipun terkena benturan ringan. Beberapa catatan penting: Gejala kanker serviks nomor 16, 17, 18 terjadi akibat penyebaran kanker pada organ pencernaan dan saluran kemih.

  Gejala nomor 6 – 12 merupakan kondisi kanker serviks yang sudah lanjut artinya menyebar (bermetastasis) dalam panggul, ke kelenjar getah bening atau di tempat lain di dalam tubuh. Setiap timbul gejala kanker serviks nomor 1 sampai 5 (stadium awal), maka harus dikonsultasikan kepada dokter

  Pengobatan Kanker Serviks dengan metode Minimal Invasif di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  1.    Intervensi : Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker

  Terapi Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, alat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”. Selain dapat memutuskan pasokan darah ke kanker, obat emboli yang dicampur dengan obat kemo juga berperan sebagai kemoterapi lokal, sehingga tidak ada efek samping seperti yang terjadi pada kemoterapi sistemik.

  Kelebihan Intervensi : memiliki kemampuan untuk “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat di lokal lesi, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat.

  2.    Cryosurgery : Minim Kerusakan, Minim Komplikasi dan Mencegah Kekambuhan

  Metode Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun memiliki hasil yang setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini juga dapat mengurangi risiko operasi dan komplikasi, dapat mengontrol proses dan hasil pengobatan, serta tidak memiliki batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil memberikan hasil pengobatan yang efektif pada banyak pasien kanker hati.

  Kelebihan Cryosurgery : mengurangi risiko penyebaran setelah selesai tindakan medis; minim pendarahan, pemulihan cepat; membersihkan jaringan lokal tumor, merangsang kekebalan tubuh, mencegah kekambuhan tumor; minim kerusakan pada jaringan normal sekitar organ

  3.    Microwave Ablation (MWA) : Membuat Sel Kanker “Mati Kepanasan”, Luka Hanya Sebesar Ujung Jarum

  Kelebihan Microwave Ablation (MWA) : efisiensi termal yang tinggi, proses tindakan lebih singkat, dalam waktu 10 menit dapat mengablasi tumor yang berdiameter hingga 6cm, mengurangi risiko dan penderitaan pasien saat proses tindakan; luka sebesar ukuran ujung jarum kurang lebih 3mm, menghindari luka “vitalitas” tubuh akibat operasi besar; indikasi luas. Pada kasus kanker serviks yang tidak dapat menjalani operasi, gagal menjalani embolisasi , Microwave Ablation (MWA) bisa menjadi opsi pengobatan yang efektif.

  4.    Imunoterapi : Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup

  Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa lesi pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, metode ini dapat meningkatkan dan memperbaharui sistem kekebalan tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan.

  Kelebihan Imunoterapi : meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari adanya serangan virus dan bakteri dari luar; efektif menurunkan peluang kekambuhan dan penyebaran, aman

  Tim Medis Multidisiplin (MDT – Multidisciplinary Team) di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Tim Multidisiplin, Memberikan Pelayanan Medis Yang Komprehensif Untuk Pasien Kanker Serviks

  St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah membentuk tim medis multidisiplin(Ahli Onkologi,Ahli Surgery,Ahli Osteologi,Ahli Saraf,Ahli Spikologi,Ahli Gizi, dll) diskusi medis lebih dari satu dokter onkologi,efisiensi bagi pasien karena menghemat waktu untuk mencari kebeberapa Rumah sakit untuk bertemu dengan beberapa dokter  Spesialis , Tim MDT  menggabungkan para ahli dari berbeda bidang yang akan bersama-sama memberikan layanan konsultasi kepada pasien, saling melengkapi kekurangan di masing-masing bidang dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, agar dapat mengembangkan rencana pengobatan yang tepat pada pasien, melakukan pengontrolan hasil pengobatan , sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengobatan pasien.

This entry was posted on 24/04/2017, in 未分类.

Gejala Kanker Serviks Dan Proses Pap Smear Serta Pengobatan Minimal Invasif

Gejala-gejala kanker serviks sebagai berikut :

Apabila ada rasa nyeri disekitar area kewanitaan dan panggul ,berwaspada lah ,nyeri seringkali dirasakan pada penderita kanker serviks yaitu pada sekitar area kewanitaan dan panggul. Hal ini dikarenakan sel kanker mulai merusak sel-sel tubuh yang normal. Saat tubuh mengalami perubahan, maka akan mengirimkan sinyal, yaitu nyeri. Nyeri ini sebagai bentuk bahwa ada bagian tubuh yang terluka akibat mengalami kerusakan sel. Nyeri punggung Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung. Gejala ini biasanya terjadi pada stadium lanjut kanker serviks dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim. Nyeri saat buang air kecil disebabkan saluran kencing yang terdesak/tertekan oleh pembengkakkan sel kanker menyebabkan saluran air seni yang akan dikeluarkan tidak dapat mengalir dengan leluasa, sehingga saraf sekitarnya memberikan rasa nyeri.

1. Keluar cairan vagina yang tidak normal Keputihan,darah

2. Pendarahan ,pendarahan di luar siklus menstruasi pada wanita dapat Pendarahan muncul karena sel kanker telah merusak sel lainnya, salah satunya adalah sel darah yang berada pada sekitar area kanker, sehingga tidak menutup kemungkinan pasien kanker serviks stadium 2 akan mengalami pendarahan. Gejala utama dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan vagina baik pendarahan setelah berhubungan seksual, saat buang air besar, menstruasi yang berkepanjangan atau tidak normal, serta pendarahan yang terjadi setelah masa menopouse. Jika anda mengalami pendarahan seperti yang disebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya,.

3. Pembengkakan pada kaki sebagai akibat dari peredaran darah yang kurang lancar. Selain itu pembengkakan juga dipengaruhi faktor perubahan hormon akibat pengaruh dari perkembangan sel kanker. Pembengkakan kaki merupakan tanda bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

4. Nyeri saat berhubungan badan Nyeri perut tidak hanya mengalami nyeri punggung, penderita kanker serviks juga akan merasakan sakit dan nyeri di bagian perut. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh menghasilkan zat prostaglandin saat menangkal infeksi dan zat ini dapat menimbulkan rasa sakit pada perut.

5. Mudah lelah kerena beberapa sel tubuh sudah mulai mengalami kerusakan dan juga daya tahan tubuh yang juga mulai menurun. Pusing dan kelelahan pada stadium lanjut, penderita akan sering mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini akan menjadi semakin buruk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

6. Penurunan nafsu makan,turunnya berat badan secara drastis Penderita kanker stadium akhir akan mengalami cachexia, yakni hilangnya berat badan serta massa otot. Kondisi ini juga disertai dengan hilangnya nafsu makan dan tubuh akan merasa lemas. Cachexia terjadi dikarenakan metabolisme tubuh yang terganggu oleh jaringan kanker

QQ截图20170314112502Pencegahan Kanker Serviks

Berikut adalah cara untuk mencegah timbulnya kanker serviks :

1. Suntikkan Vaksin  HPV

2. Lakukan Screening kanker serviks, USG,CT-scant

3. Pap Smear : Tahapan, Proses, dan Manfaatnya

pap smear adalah metode untuk memeriksa kesehatan sel pada jaringan organ leher rahim. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sel dari leher rahim dan diperiksa secara mikroskopis. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apabila terjadi kelainan pada sel leher rahim yang berpotensi menjadi kanker.

Pap smear merupakan suatu metode atau tes yang digunakan untuk mengetahui apakah di dalam tubuh seseorang terdapat sel-sel kanker atau tidak. Tes yang juga dikenal dengan istilah tes Papanikolaou ini dilakukan khususnya bagi para wanita untuk mendeteksi gejala kanker serviks. Dengan pap smear dapat membantu mendeteksi dini dan dapat pengobatan dini bagi seorang wanita yang menngidap kanker serviks yang masih pada stadium awal. Selain itu, uji pap smear juga dapat mendeteksi perubahan yang terjadi pada sel-sel rahim yang mungkin berkembang menjadi kanker serviks di kemudian hari.

Tahapan-tahapan step-step Pemeriksaan pap smear,sebagai berikut:

1) Berbaring dan Rileks ,berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi kaki membuka lebar. untuk membuat otot-otot pada bagian kaki hingga pinggul menjadi lebih tenang dan rileks.

2) Pengecekan Bagian Luar Vagina,memeriksa bagian luar vulva membuka bagian labia sehingga bagian genital dapat terlihat untuk melihat apakah vagina pada bagian ini normal atau tidak.

3) Memasukan speculum untuk membuka vagina, dimasukan semacam alat bernama spekulum. Jangan khawatir. Proses pemasukan spekulum ini tidak menyebabkan vagina anda terluka, gunanya untuk memperlebar bukaan vagina untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

QQ截图201703141417354) Pengumpulan sampel jaringan dari bagian luar mulut rahim,mengambil sampel dari jaringan yang berada pada mulut rahim bagian luar atau dalam istilah medis dikenal sebagai ektoserviks. Pengambilan sampel jaringan ini dengan menggunakan alat sejenis spatula khusus yang memang diperuntukan untuk Pengambilan sampel jaringan dari bagian saluran mulut rahim hingga bagian dalam rahim

5) Tahapan pap smear selanjutnya adalah dengan pengambilan sampel jaringan yang berada di bagian saluran mulut rahim serta bagian dalam rahim. Di sini tahapan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang berbentuk seperti sikat menyerupai bentuk sapu yang kecil bernama Cytobrush.

6) Pencopotan spekulum,Jika proses pengambilan sampel jaringan sudah selesai, selanjutnya speculum yang tadi dipasang akan dilepas yang menandakan jika proses pap smear telah selesai. Saat proses pencopotan spekulum ini petugas medis juga akan melakukan pemeriksaan pada bagian uterus dan ovarium kita. Dalam proses ini petugas hanya akan menggunakan tangannya untuk merasakan kedua bagian ini yang sebenarnya tidak dapat terlihat.

7) Pengecekan sampel jaringan, Sampel jaringan yang sudah diambil nantinya akan dikirim ke laboratorium patologi untuk proses pemeriksaan guna melihat sel-sel tersebut dengan menggunakan mikroskop. Proses ini nantinya dapat melihat apakah sel-sel ini merupakan sel yang normal ataukah sel yang abnormal.

8) Laporan pemeriksaan,Jika proses pemeriksaan dilaboratorium patologi sudah selesai. Dalam hal ini sudah diketahui apakah anda memiliki sel normal pada mulut rahim maupun rahim anda atau tidak. akan memberikan anda laporan tertulis mengenai normal tidaknya kondisi sel di mulut rahim dan rahim anda untuk selanjutnya dapat dilakukan proses lanjutan jika memang hasilnya mengatakan ada ketidaknormalan sel pada serviks anda.

Demikian tahapan-tahapan yang akan anda lalui ketika anda melakukan pap smear. Saat proses pap smear ini berlangsung perasaan kurang nyaman atau sakit hingga pendarahan kecil akan sangat relatif bagi masing-masing wanita.

Pengobatan Gabungan Medis dan Herbal Cina tanpa operasi dan tanpa kemoradiasi yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker Serviks adalah faktor yang paling penting dan semakin dini diketahui sangat cepat pengobatan hasilnya lebih efektif. Dan untuk para survivor kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih selain radiologi,kemoterapi,surgery, mengangkat seluruh rahim yang disebut hysterectomy.masih ada cara lain yang lebih aman yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

1. Terapi herbal dan terapi hormone memberikan tambahan hormone progesterone untuk menghambat pertumbuhan sel-sel rahim. Atau dapat juga memberikan obat-obatan yang bertujuan mengurangi kadar hormone estrogen dalam tubuh.

2. Terapi Kekebalan Sel Tubuh ,merupakan semacam terapi biologis bagi tumor,yaitu dengan cara menyuntikan sel imun anti tumor ke dalam tubuh pasien,dapat membunuh tumor secara langsung ataupun merangsang reaksi kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

Pengobatan kanker Serviks

Penderita Kanker Serviks di Indonesia

Kanker leher rahim atau yang lebih dikenal sebagai kanker serviks, adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada leher rahim wanita. Leher rahim atau serviks adalah bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus.

Menurut data dari Globocan 2012 diatas, kanker serviks menempati posisi ketiga setelah kanker payudara dan kanker kolorektal. Dengan persentase kasus 14% dan persentase kematian 6,8% menunjukkan bahwa jenis kanker ini sangat ditakuti oleh semua orang, khususnya wanita.

Di Indonesia, setidaknya muncul 40-45 kasus baru dan 20-25 diantaranya meninggal dunia setiap harinya. Angka penderita dan kematian yang tinggi tersebut dikarenakan terlambatnya penanganan, mengingat kanker serviks tidak dapat dikenali dan tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

%e5%ae%ab%e9%a2%88%e7%99%8c%e7%9a%84%e7%97%87%e7%8a%b6

Gejala Kanker Serviks

Gejala-gejala kanker serviks tidak nampak pada tahapan awal dan umumnya terjadi pada tahapan akhir perkembangan sel kanker pada organ genital. Gejala-gejala tersebut meliputi :

1. Pendarahan

Gejala utama dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan vagina baik pendarahan setelah berhubungan seksual, saat buang air besar, menstrruasi yang berkepanjangan atau tidak normal, serta pendarahan yang terjadi setelah masa menopouse. Jika anda mengalami pendarahan seperti yang disebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya,.

2. Keluar cairan vagina yang tidak normal

Tubuh biasanya menghasilkan cairan untuk melumasi bagian dalam vagina, akan tetapi jika ditemukan darah pada cairan vagina atau keputihan yang berlebih ada baiknya segera lakukan pengecekan.

3. Kaki bengkak

Pada pasien kanker serviks biasanya ditemukan pembengkakan pada kaki. Pembengkakan ini merupakan tanda bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

4. Nyeri punggung

Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung. Gejala ini biasanya terjadi pada stadium lanjut kanker serviks dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim.

5. Pusing dan kelelahan

Pada stadium lanjut, penderita akan sering mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini akan menjadi semakin buruk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

Tahapan-tahapan kanker serviks

Setelah infeksi virus HPV menjalar hingga ke bagian dalam jaringan, selanjutnya dimulailah tahapan perkembangan jaringan kanker. Ada beberapa tahapan atau stadium yang menandakan perkembangan jaringan kanker pada leher rahim.

Tahapan ini berpengaruh pada tingkat keparahan suatu kanker dan penanganan yang harus dilakukan. Berikut ini adalah tahapan-tahapan perkembangan sel kanker pada leher rahim :

Tahap Awal IA

Pada rahim yang normal tidak ditemukan pembengkakan pada jaringan. Tahap awal perkembangan kanker dimulai dari pembengkakan pada ujung leher rahim yang lokasinya dekat dengan vagina. Pada tahap awal, kanker belum menunjukkan gejala-gejala yang fatal dan belum bisa dikenali.

Pada tahap ini jaringan kanker masih berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Tahap 1A menandakan jaringan kanker masih berukuran sekitar 3-5 milimeter dengan diameter kurang dari 7 milimeter.

Tahap IB

Pada tahap IB jaringan kanker mulai membesar, tetapi masih berada dalam jaringan serviks. Ukuran jaringan kanker pada tahap ini tidak lebih dari 4 centimeter.

Tahap IIA dan IIB

Pada tahap II kanker serviks, jaringan kanker mulai menyebar ke area lain yang berada disekitar leher rahim dan terus menginfeksi jaringan diluar leher rahim. Pada tahap ini dibagi menjadi dua tahapan lagi yakni tahap IIA dan IIB.

Pada tahap IIA jaringan kanker mulai tumbuh pada bagian atas vagina dan biasanya akan ditangani dengan operasi pengangkatan jaringan tumor yang dikombinasikan dengan kemoterapi dan kemoradiasi. Pada tahap IIB kanker sudah merambat hingga jaringan diluar leher rahim dan vagina dan beresiko menyebarkan sel kanker pada organ lain melalui peredaran darah. Pada tahap dua, pasien hanya dapat menjalani pengobatan kemoterapi atau kemoradiasi.

Harapan Hidup Penderita Kanker ServiksMasa depan pengidap kanker serviks ditentukan oleh diagnosis stadium kanker serviks yang diterima. Stadium kanker serviks bertahap dari satu hingga empat, di mana stadium ini menggambarkan tingkat perkembangan dan penyebaran kanker. Angka harapan bertahan hidup setidaknya lima tahun setelah didiagnosis kanker serviks, dikelompokkan ke dalam status stadium:

Stadium 1 – 80-99 persen

Stadium 2 – 60-90 persen

Stadium 3 – 30-50 persen

Stadium 4 – 20 persen

%e5%ae%ab%e9%a2%88%e7%99%8c%e7%9a%84%e8%af%8a%e6%96%ad

Pengobatan kanker serviks

Di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guang Zhou, bagi pasien kanker serviks dianjurkan ada beberapa pilihan Metode Pengobatan diantaranya; Terapi Intervensi, Cryo Terapi komprehensif gabungan Barat dan China. Microwave ablation, Minimal Invasif terapi, Banyak alternative lain bagi pasien yang ingin menghindari operasi conventional radioterapi dan kemoterapi. Meningkatkan Efektifitas hasil pengobatan jangka panjang bertujuan meningkatkan kualitas dan kelangsungan hidup jangka panjang. Team MDT Tenaga Ahli Medis Profesional mendiskusikan menentukan Metode Terapi yang sesuai dengan kondisi spesifik dan kondisi fisik pasien kanker serviks.meminimalis luka kecil, meminimalis efek samping pengobatan dan pemulihan lebih cepat dari Teknik Terapi Minimal Invasif dengan mengkombinasikan pengobatan Barat dan China.

Para Ahli berupadaya dalam segala segi mengurangi rasa sakit pasien terhadap trauma paska pengobatan lama konventional kemoradioterapi.Pada saat yang bersamaan para Ahli men-follow up terus akan berstrategi menyusun program pengobatan penyesuaian tepat waktu sesuai perkembangan kondisi pasien. Motif utama Team MDT adalah peningkatan keefektifitasan pengobatan.

This entry was posted on 05/01/2017, in 未分类.

Ten Signs of Bowel Cancer

Bowel Cancer is a disease with high rate of incidence and morbidity, and is very harmful to human beings. Every year, there are more than 930,000 people who get colorectal cancers in the world. Obvious symptoms of bowel cancer only appear in the advanced stage. In the early stage, bowel cancer patients cannot find some noticeable symptoms. So, it is hard to detect this cancer in the early stage. When the symptoms occur, the cancer is in the middle or advanced stage. Experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou warm that in order to improve bowel cancer patients’ survival time, it is necessary to strengthen the awareness of preventing colorectal cancer.

There are ten signs of bowel cancer:

1. Changes of the defecation habits, increasing frequency of defecation.

2. Diarrhea often alternating with periods of constipation.

3. Always have a feeling of bowel movement after excretion.

4. Feces with blood or black feces.

5. Pains in the abdomen, and abdomen distension.

6. Vomiting.

7. Inexplicable weight loss.

8. A lump in the abdomen or a lump in the anus.

9. Unexplained anemia.

10. Weakness and tiredness.

Most of these symptoms may also indicate other possible diseases instead of colorectal cancer. However, experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou reminder that it is important for those who have above symptoms for more than four weeks to see a doctor, and to get a proper diagnosis.

Better Treatment Option for Colorectal Cancer–Minimally Invasive Therapy

With medical progress, there are many treatment options for colorectal cancer (also named as colon cancer, rectal cancer or bowel cancer), which brings hopes for colorectal cancer patients to fight against cancer. Patients should make suitable treatment option for better therapeutic effect.

It is acknowledged that there are three traditional cancer treatments, including surgery, radiation therapy and chemotherapy. Some colorectal cancer patients are afraid of the side effects of these therapies, such as big trauma, infection, vomiting, hair loss, fatigue, upset stomach, diarrhea etc, and want to find other treatments with few side effects and less sufferings. Some encounter colorectal cancer recurrence and are unable to bear the pains of traditional cancer therapies. Minimally invasive therapy is a good option with advantages of small trauma, few side effects, speedy recovery, better efficacy etc.

How is colorectal cancer treated by minimally invasive therapy? Mainly this paper introduces you three minimally invasive therapies for colorectal cancer.

Interventional therapy

In interventional therapy, anticancer medicines are injected into accurate tumors, thus drugs concentrated here is 2-8 times higher than intravenous drip, which can effectively kill cancer cells without damage to normal tissues. Transarterial embolization is to cut off the tumor blood vessels so that the tumor dies out of blood supply. Patient who undergo this therapy will not need to have invasive surgery but just open 0.5-1.0mm incision in the blood vessel and skin. It causes only small trauma but can kill cancer cells accurately.

Biological immunotherapy

In biological immunotherapy, firstly a special injection is given to the patient to increase the immunocytes in his or her blood, and then some blood sample will be drawn from the patient’s body. After that, the immunocytes in small amount will be separated out from the blood and cloned to a large amount, and they will be transfused back into the patient's body, so as to improve the patient's immunity.

Combination of TCM & western medicine

Traditional Chinese medicine can help improve patients’ immunity, lessen toxicity of Western medicines and effectively reduce relevant complications. It plays a vital role in prolonging the patients’ survival time and improving their quality of life.

Numerous international cancer patients choose cancer treatment in China, and Modern Cancer Hospital Guangzhou which is accredited by American JCI and jointly invested by Singapore Perennial Group becomes a good option for advanced minimally invasive cancer treatment. A lot of cancer patients from the Philippines, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand etc choose Modern Cancer Hospital Guangzhou, and choose minimally invasive therapy and have gained good treatment effect.

Early Symptoms of Female Liver Cancer

According to statistics, male cancer patients are more than female ones. However, females also need to know about liver cancer so that they can notice the symptoms and take treatment as early as possible. Experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou introduce the early symptoms of female liver cancer to help females know more about liver cancer.

The symptoms are as follows:

1. Right upper quadrant discomforts

2. Obvious indigestion, abdominal distension, and loss of appetite

3. Hepatomegaly and uneven lumps in liver

4. Liver pain

5. Jaundice and liver ascites

6. Vaginal irregular bleeding

7. Thin and weak body

Experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou remind that if you have the above symptoms, you should get a medical checkup immediately. Only when you get treatment in the early stage will the treatment effect be better. Females who are responsible for their health should know about symptoms of liver cancer.

The experts also indicate that the minimally invasive treatment brings hope to liver cancer patients. Minimally interventional therapy is widely used in treating liver cancer. It mainly includes liver artery chemotherapy embolism, which has good effect and is a good treatment method for liver cancer.

NanoKnife Mengembalikan Kepercayaan Diri Pasien Kanker Usus Stadium 4

Pada tahun 2013, Prakotharn (Mr. Denchai) yang berasal dari Thailand terdiagnosa kanker usus besar stadium 3 karena mengalami BAB berdarah berulang kali. Atas saran dari dokter, ia pun menjalani operasi pengangkatan tumor. Pada pertengahan tahun 2015, tumornya kambuh kembali dan menyebar, hasil CT menunjukkan bahwa penyebaran di organ hatinya sudah berukuran sekitar 3.5x3cm. Syukurnya, setelah menjalani metode NanoKnife di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, kini kondisinya telah terkontrol dengan baik, angka penanda tumornya juga hampir kembali normal, dan gejala lainnya pun menghilang.

1

 

 

 

 

Prakotharn (Mr. Denchai) (ketiga dari kiri) berfoto bersama tim medis St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

 

BAB Berdarah : Gejala Khas Kanker Usus Besar Prakotharn (Mr. Denchai) berusia 43 tahun, pada tahun 2008, ia mulai mengalami gejala BAB berdarah. BAB berdarah menandakan kalau kanker usus besar sudah mencapai tahap tertentu. Namun, banyak orang yang mengabaikan dengan berpikir bahwa ini hanyalah wasir, bahkan beberapa dokter bisa saja salah mendiagnosanya sebagai wasir. Kenyataannya, kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat kejadian dan kematian yang tinggi, terutama di kalangan usia 45 tahun ke atas. Ketika Anda mengalami BAB berdarah, segeralah melakukan pemeriksaan.

 

Setelah mengalami BAB berdarah, Prakotharn (Mr. Denchai) masih sibuk bekerja dan mengabaikannya. Sampai pada suatu pemeriksaan, ia pun terdiagnosa tumor sigmoid usus. Dengan suasana hati tertekan dan atas saran dokter, ia pun segera menjalani operasi.

2

 

 

 

 

Dr. Bai Haishan, Ahli Pengobatan Minimal Invasif St. Stamfor Modern Cancer Hospital Guangzhou sedang melakukan penusukkan jarum di bagian hati

 

Setelah operasi Prakotharn (Mr. Denchai) pun beristirahat selama 1 bulan, kemudian ia mulai menjalani kemoterapi. Kemoterapi bersifat sistemik, menggunakan obat kemo untuk membunuh sel kanker, yang mana dapat menimbulkan banyak efek samping pada pasien. Dalam proses kemoterapi, Prakotharn (Mr. Denchai) mengalami gejala sendawa. “Seharian gejala itu tidak berhenti, hingga waktu makan dan tidur”. Kemoterapi sangat menyiksa, membuat Prakotharn (Mr. Denchai) menyerah setelah menjalaninya sebanyak 2 kali. Akhirnya, melalui sebuah iklan di TV Thailand, ia mengetahui tentang St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou yang memiliki teknologi Minimal Invasif yang minim efek samping, hal ini membuatnya melihat sebuah harapan, kemudian ia pun ke Guangzhou untuk menjalani pengobatan.

 

Metode NanoKnife Membuat Kanker Terkontrol Dengan Cepat Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Prakotharn (Mr. Denchai) didiagnosa mengalami kekambuhan dengan penyebaran ke organ hati stadium 4. Terhadap pasien kanker hati, tim MDT St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou melakukandiskusi secara mendalam. Karena metastasisnya merupakan lesi tunggal, seorang dokter berucap : Apakah operasi pengangkatan dapat dilakukan? Tapi lokasi lesi dekat dengan vena portal kanan dan arteri hepatika, jika dilakukan pengangkatan jaringan, akan terjadi kerusakan dan ada risiko yang sangat besar. Pada akhirnya, setelah melalui diskusi selama 2 jam, mereka pun memutuskan untuk menerapkan metode NanoKnife.

 

Nanoknife merupakan jenis teknologi ablasi tumor terbaru, bersumber dari Irreversible Electroporation (IRE), menyerang selaput sel kanker menggunakan tegangan tinggi yang dikeluarkan oleh jarum elektroda, membentuk elektroporasi permanen, merusak keseimbangan sel dan membuat sel mati dalam waktu singkat. Dibandingkan dengan operasi konvensional, metode ini tidak merusak jaringan penting di sekitar tumor. Metode ini dapat melindungi pembuluh darah, saluran empedu, saraf, dan berbagai jaringan penting lainnya. Metode abalasi ini bersifat menyeluruh, memiliki batas ablasi yang jelas, mengurangi risiko kekambuhan, serta data memiliki hasil yang setara dengan metode operasi.

4

 

 

 

 

Jarum elektroda melepaskan tegangan tinggi untuk menyerang membran sel kanker

 

Setelah menjalani pengobatan, tumor dengan cepat dapat dikendalikan. Dan selama pengobatan, pasien hampir tidak mengalami mual, muntah dan efek samping pasca kemoterapi lainnya. Dengan cepat, ia yang sebelumnya lemas dan kurang bertenaga pun kembali berenergi, optimas dan percaya diri. Menurut penjelasan kepala dokter Ma Xiaoying, setelah melakukan pemeriksaan, saat ini penanda tumor pasien telah hampir kembali normal dan kini kondisinya tidak berbeda dari orang normal.

5 

 

 

 

 

Prakotharn (Mr. Denchai) pasca pengobatan

 

NanoKnife – Harapan Baru Pengobatan Pasien Kanker Stadium Akhir Teknologi Nanoknife ini telah mendapat izin aplikasi klinis dari FDA, dan sejak tahun 2015 metode ini telah diterapkan di China. Metode ini adalah jenis ablasi untuk tumor padat di hati, pankreas dan berbagai bagian lainnya. Dr. Bai Haishan, kepala ahli Minimal Invasif St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, aplikasi klinis teknologi Nanoknife telah memberikan banyak kesempatan kepada pasien yang tidak dapat menjalani operasi atau ablasi. “Terutama bagi beberapa tumor yang terhubung dengan pembuluh darah besar di area terlarang.. Biasanya dokter akan menjadi tak berdaya, sehingga pasien sering hanya pasif menunggu nasib, namun saat ini, penggunaan jarum-jarum kecil adalah cara efektif untuk menghindari risiko operasi ini,” ucap dr. Bai Haishan.

 

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah berhasil menerapkan teknologi Nanoknife pada pengobatan kanker usus besar dengan penyebaran ke hati, yang berarti bahwa teknologi Nanoknife di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou ini semakin matang dan siap memberikan harapan baru bagi banyak pasien kanker stadium akhir.

Pengobatan Kanker Usus

        Menurut statistik WHO, sekitar 70.000 orang di dunia meninggal akibat kanker usus setiap tahunnya, yang berarti setiap harinya terdapat 2.000 orang yang meninggal karena kanker usus.

Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, tingkat kasus kanker usus berada di peringkat ke-3. Setiap 5 menit terdapat 1 orang meninggal karena kanker usus.

  Namun, pengobatan kanker usus di Indonesia, Singapura, Filipina dan berbagai negara Asia Tenggara lainnya masih terbatas pada metode operasi dan kemoradioterapi. Pasca menjalani metode ini, pasien biasanya mengalami penurunan kualitas hidup dalam keseharian, seperti disfungsi seksual, penurunan fungsi ekskresi, semakin stress dan sebagainya.

  Seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi medis, semakin banyak pasien kanker usus yang memilih untuk menjalani pengobatan di China. Alasannya sangat jelas, di China banyak kota maju dan metode pengobatan di China tidak lagi terbatas pada metode operasi dan kemoradioterapi. Pengobatan minimal invasif dan komprehensif terbaru dapat membantu mengurangi penderitaan pasien kanker usus akibat operasi dan kemoterapi.

  Apa Saja Metode Yang Digunakan Modern Cancer Hospital Guangzhou Untuk Mengobati Kanker Usus?

  Terapi Intervensi: Luka Kecil, Akurat Dalam Membunuh Sel Kanker

  Terapi Intervensi dibagi menjadi “infusi zat kimia lewat arteri (transarterial chemical infusion/TACI)” dan “kemoembolisasi lewat arteri (transarterial chemoembolization/TACE)”. TACI adalah proses infusi obat anti kanker yang secara langsung disuntikkan ke pusat tumor melalui arteri, tingkat konsentrasi obat yang tinggi pada pusat tumor secara efektif membunuh sel kanker tanpa membunuh sel normal lainnya. Sedangkan TACE dapat menyumbat arteri dan membuat tumor “mati kelaparan”. Terapi ini dilakukan tanpa operasi, hanya diperlukan sayatan kecil pada kulit dengan diameter 0.5–1 mm yang menghubungkan ke pembuluh darah, minim luka dan akurat membunuh sel kanker. Metode ini sangat cocok untuk pasien usia lanjut atau pasien stadium lanjut yang tidak dapat menjalani operasi. Ini juga yang menjadi alasan banyak pasien memilih untuk menjalani pengobatan kanker usus di China.

  Imunoterapi : Meningkatkan Imunitas, Memperpanjang Kelangsungan Hidup

  Imunoterapi adalah injeksi obat untuk pasien kanker usus, membuat jumlah sel imun dalam darah pasien meningkat. Akan diambil darah dari tubuh pasien, kemudian dilakukan proses memperbanyak jumlah sel imun di laboratorium, setelah itu darah tersebut akan kembali diinjeksikan ke dalam tubuh pasien. Metode ini dapat secara langsung meningkatkan sel-sel imun dalam tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien. Dikarenakan sel-sel imun tersebut berasal dari tubuh pasien sendiri, maka tidak akan timbul reaksi penolakan. Oleh karena itu, metode ini sangat aman, tanpa efek samping dan cocok diterapkan pada pasien cialis generique dengan semua kondisi (lemah atau kuat).

  Metode Gabungan Pengobatan Barat Dan Timur : Meminimalisir Efek Samping Pengobatan

  Metode Gabungan Pengobatan Barat dan Timur dapat menyeimbangkan dan memperbaiki kondisi tubuh pasca pengobatan, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kondisi fisik pasien. Sementara itu, metode ini dapat mengurangi efek samping dari pengobatan yang telah dijalani, secara efektif mengurangi risiko terjadinya komplikasi, berperan penting untuk memperpanjang kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  “Banyak pasien kanker usus yang dikarenakan memilih metode pengobatan yang kurang sesuai saat stadium awal, menyebabkan waktu pengobatan menjadi tertunda. Hasil pengobatan pada kanker usus stadium lanjut tidak seefektif pengobatan pada stadium awal, oleh karena itu, sangat penting bagi pasien untuk memilih metode pengobatan yang tepat. Menjalani pengobatan di luar negeri khususnya di China merupakan pilihan yang tepat, dapat secara efektif meningkatkan efektivitas pengobatan kanker,” kata ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou – Prof. Peng Xiaochi.

Interventional Therapy and Biological Immunotherapy for Colorectal Cancer

Traditional operation is not suitable for advanced colorectal cancer patients and it is of great limitations due to its high risk, big trauma and severe complications. For many colorectal cancer patients, they may suffer great inconvenience and psychological disorder because operation cannot maintain their anal function. What’s more, colorectal cancer patients may suffer repeated pain due to the poor thoroughness of operation.

  Radiotherapy and chemotherapy damage the immune system in that it kills not only cancer cells but also normal cells. Patients may suffer from severe side effects, like decline in leukocytes and blood platelet, frequent urination, hair losing, vomiting and etc, or even face with the threat of death in that their immunity is so low that cannot fight against cancer and other diseases.

  People may wonder, are

there any better colorectal cancer treatments? The answer is “Yes”, definitely. Today, oncologists of Modern Cancer Hospital Guangzhou are going to recommend two minimally invasive therapies, one is interventional therapy, the other is biological immunotherapy.

  Interventional therapy is a mini-invasive therapy performed under the guidance of medical imaging equipments. With a 1-2 millimeter incision, paracentesis could be performed with the lead of medical imaging equipment. Then a special tube, catheter or other sophisticated apparatus are introduced into human body to inhibit the growth and spread of cancer cells, so as to

cut off the tumor’s blood supply and reach the effect of local chemotherapy without any toxic side effects of chemotherapy.

  Interventional therapy has the advantages of little pain, high efficacy and few toxic side effects. Compared with the traditional chemotherapy, interventional therapy can greatly reduce colorectal cancer patients’ suffering.

  Biological Immunotherapy can not only kill cancer cells, remove the residual disease, prevent the recurrence and metastasis of tumor, but also can restore and rebuild patients’ immune system and inhibit the growth of human cancer cells. There is no rejection reaction occurs in that the immune cells are extracted from the patients, so it is safe and with no side effects. Therefore, it is suitable for colorectal cancer patients to

take it. Patients can get better efficacy when combining with interventional therapy.

  Modern Cancer Hospital Guangzhou brings new hope for colorectal cancer patients in that we are specialized in various kinds of cancer treatment and have many kinds of immunotherapy, like multidisciplinary joint-cell immunotherapy, ACTL cancer cells targeted therapy, etc. Thus, taking cancer treatment viagra online cheap canada in China is a new and better treatment option.

  If you have any questions, please contact us via online consultation or e-mail. If you find our website useful, please follow our FaceBook and YouTube, health information will be updated regularly.

This entry was posted on 18/04/2016, in sel kanker.

Interventional Therapy and Biological Immunotherapy for Colorectal Cancer

       Traditional operation is not suitable for advanced colorectal cancer patients and it is of great limitations due to its high risk, big trauma and severe complications. For many colorectal cancer patients, they may suffer great inconvenience and psychological disorder because operation cannot maintain their anal function. What’s more, colorectal cancer patients may suffer repeated pain due to the poor thoroughness of operation.

  Radiotherapy and chemotherapy damage the immune system in that it kills not only cancer cells but also normal cells. Patients may suffer from severe side effects, like decline in leukocytes and blood platelet, frequent urination, hair losing, vomiting and etc, or even face with the threat of death in that their immunity is so low that cannot fight against cancer and other diseases.

  People may wonder, are there any better colorectal cancer treatments? The answer is “Yes”, definitely. Today, oncologists of Modern Cancer Hospital Guangzhou are going to recommend two minimally invasive therapies, one is interventional therapy, the other is biological immunotherapy.

  Interventional therapy is a mini-invasive therapy performed under the guidance of medical imaging equipments. With a 1-2 millimeter incision, paracentesis could be performed with the lead of medical imaging equipment. Then a special tube, catheter or other sophisticated apparatus are introduced into human body to inhibit the growth and spread of cancer cells, so as to cut off the tumor’s blood supply and reach the effect of local chemotherapy without any toxic side effects of chemotherapy.

  Interventional therapy has the advantages of little pain, high efficacy and few toxic side effects. Compared with the traditional chemotherapy, interventional therapy can greatly reduce colorectal cancer patients’ suffering.

  Biological Immunotherapy can not only kill cancer cells, remove the residual disease, prevent the recurrence and metastasis of tumor, but also can restore and rebuild patients’ immune system and inhibit the growth of human cancer cells. There is no rejection reaction occurs in that the immune cells are extracted from the patients, so it is safe and with no side effects. Therefore, it is suitable for colorectal cancer patients to take it. Patients can get better efficacy when combining with interventional therapy.

  Modern Cancer Hospital Guangzhou brings new hope for colorectal cancer patients in that we are specialized in various kinds of cancer treatment and have many kinds of immunotherapy, like multidisciplinary joint-cell immunotherapy, ACTL cancer cells targeted therapy, etc. Thus, taking cancer treatment in China is a new and better treatment option.

  If you have any questions about cancer, please contact us via online consultation, e-mail. If you want to get more anticancer information, please follow our FaceBook and YouTube.

This entry was posted on 06/04/2016, in 未分类.