Pengobatan kanker Serviks

Penderita Kanker Serviks di Indonesia

Kanker leher rahim atau yang lebih dikenal sebagai kanker serviks, adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada leher rahim wanita. Leher rahim atau serviks adalah bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus.

Menurut data dari Globocan 2012 diatas, kanker serviks menempati posisi ketiga setelah kanker payudara dan kanker kolorektal. Dengan persentase kasus 14% dan persentase kematian 6,8% menunjukkan bahwa jenis kanker ini sangat ditakuti oleh semua orang, khususnya wanita.

Di Indonesia, setidaknya muncul 40-45 kasus baru dan 20-25 diantaranya meninggal dunia setiap harinya. Angka penderita dan kematian yang tinggi tersebut dikarenakan terlambatnya penanganan, mengingat kanker serviks tidak dapat dikenali dan tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

%e5%ae%ab%e9%a2%88%e7%99%8c%e7%9a%84%e7%97%87%e7%8a%b6

Gejala Kanker Serviks

Gejala-gejala kanker serviks tidak nampak pada tahapan awal dan umumnya terjadi pada tahapan akhir perkembangan sel kanker pada organ genital. Gejala-gejala tersebut meliputi :

1. Pendarahan

Gejala utama dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan vagina baik pendarahan setelah berhubungan seksual, saat buang air besar, menstrruasi yang berkepanjangan atau tidak normal, serta pendarahan yang terjadi setelah masa menopouse. Jika anda mengalami pendarahan seperti yang disebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya,.

2. Keluar cairan vagina yang tidak normal

Tubuh biasanya menghasilkan cairan untuk melumasi bagian dalam vagina, akan tetapi jika ditemukan darah pada cairan vagina atau keputihan yang berlebih ada baiknya segera lakukan pengecekan.

3. Kaki bengkak

Pada pasien kanker serviks biasanya ditemukan pembengkakan pada kaki. Pembengkakan ini merupakan tanda bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

4. Nyeri punggung

Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung. Gejala ini biasanya terjadi pada stadium lanjut kanker serviks dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim.

5. Pusing dan kelelahan

Pada stadium lanjut, penderita akan sering mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini akan menjadi semakin buruk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

Tahapan-tahapan kanker serviks

Setelah infeksi virus HPV menjalar hingga ke bagian dalam jaringan, selanjutnya dimulailah tahapan perkembangan jaringan kanker. Ada beberapa tahapan atau stadium yang menandakan perkembangan jaringan kanker pada leher rahim.

Tahapan ini berpengaruh pada tingkat keparahan suatu kanker dan penanganan yang harus dilakukan. Berikut ini adalah tahapan-tahapan perkembangan sel kanker pada leher rahim :

Tahap Awal IA

Pada rahim yang normal tidak ditemukan pembengkakan pada jaringan. Tahap awal perkembangan kanker dimulai dari pembengkakan pada ujung leher rahim yang lokasinya dekat dengan vagina. Pada tahap awal, kanker belum menunjukkan gejala-gejala yang fatal dan belum bisa dikenali.

Pada tahap ini jaringan kanker masih berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Tahap 1A menandakan jaringan kanker masih berukuran sekitar 3-5 milimeter dengan diameter kurang dari 7 milimeter.

Tahap IB

Pada tahap IB jaringan kanker mulai membesar, tetapi masih berada dalam jaringan serviks. Ukuran jaringan kanker pada tahap ini tidak lebih dari 4 centimeter.

Tahap IIA dan IIB

Pada tahap II kanker serviks, jaringan kanker mulai menyebar ke area lain yang berada disekitar leher rahim dan terus menginfeksi jaringan diluar leher rahim. Pada tahap ini dibagi menjadi dua tahapan lagi yakni tahap IIA dan IIB.

Pada tahap IIA jaringan kanker mulai tumbuh pada bagian atas vagina dan biasanya akan ditangani dengan operasi pengangkatan jaringan tumor yang dikombinasikan dengan kemoterapi dan kemoradiasi. Pada tahap IIB kanker sudah merambat hingga jaringan diluar leher rahim dan vagina dan beresiko menyebarkan sel kanker pada organ lain melalui peredaran darah. Pada tahap dua, pasien hanya dapat menjalani pengobatan kemoterapi atau kemoradiasi.

Harapan Hidup Penderita Kanker ServiksMasa depan pengidap kanker serviks ditentukan oleh diagnosis stadium kanker serviks yang diterima. Stadium kanker serviks bertahap dari satu hingga empat, di mana stadium ini menggambarkan tingkat perkembangan dan penyebaran kanker. Angka harapan bertahan hidup setidaknya lima tahun setelah didiagnosis kanker serviks, dikelompokkan ke dalam status stadium:

Stadium 1 – 80-99 persen

Stadium 2 – 60-90 persen

Stadium 3 – 30-50 persen

Stadium 4 – 20 persen

%e5%ae%ab%e9%a2%88%e7%99%8c%e7%9a%84%e8%af%8a%e6%96%ad

Pengobatan kanker serviks

Di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guang Zhou, bagi pasien kanker serviks dianjurkan ada beberapa pilihan Metode Pengobatan diantaranya; Terapi Intervensi, Cryo Terapi komprehensif gabungan Barat dan China. Microwave ablation, Minimal Invasif terapi, Banyak alternative lain bagi pasien yang ingin menghindari operasi conventional radioterapi dan kemoterapi. Meningkatkan Efektifitas hasil pengobatan jangka panjang bertujuan meningkatkan kualitas dan kelangsungan hidup jangka panjang. Team MDT Tenaga Ahli Medis Profesional mendiskusikan menentukan Metode Terapi yang sesuai dengan kondisi spesifik dan kondisi fisik pasien kanker serviks.meminimalis luka kecil, meminimalis efek samping pengobatan dan pemulihan lebih cepat dari Teknik Terapi Minimal Invasif dengan mengkombinasikan pengobatan Barat dan China.

Para Ahli berupadaya dalam segala segi mengurangi rasa sakit pasien terhadap trauma paska pengobatan lama konventional kemoradioterapi.Pada saat yang bersamaan para Ahli men-follow up terus akan berstrategi menyusun program pengobatan penyesuaian tepat waktu sesuai perkembangan kondisi pasien. Motif utama Team MDT adalah peningkatan keefektifitasan pengobatan.

This entry was posted on 05/01/2017, in 未分类.

Ten Signs of Bowel Cancer

Bowel Cancer is a disease with high rate of incidence and morbidity, and is very harmful to human beings. Every year, there are more than 930,000 people who get colorectal cancers in the world. Obvious symptoms of bowel cancer only appear in the advanced stage. In the early stage, bowel cancer patients cannot find some noticeable symptoms. So, it is hard to detect this cancer in the early stage. When the symptoms occur, the cancer is in the middle or advanced stage. Experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou warm that in order to improve bowel cancer patients’ survival time, it is necessary to strengthen the awareness of preventing colorectal cancer.

There are ten signs of bowel cancer:

1. Changes of the defecation habits, increasing frequency of defecation.

2. Diarrhea often alternating with periods of constipation.

3. Always have a feeling of bowel movement after excretion.

4. Feces with blood or black feces.

5. Pains in the abdomen, and abdomen distension.

6. Vomiting.

7. Inexplicable weight loss.

8. A lump in the abdomen or a lump in the anus.

9. Unexplained anemia.

10. Weakness and tiredness.

Most of these symptoms may also indicate other possible diseases instead of colorectal cancer. However, experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou reminder that it is important for those who have above symptoms for more than four weeks to see a doctor, and to get a proper diagnosis.

Better Treatment Option for Colorectal Cancer–Minimally Invasive Therapy

With medical progress, there are many treatment options for colorectal cancer (also named as colon cancer, rectal cancer or bowel cancer), which brings hopes for colorectal cancer patients to fight against cancer. Patients should make suitable treatment option for better therapeutic effect.

It is acknowledged that there are three traditional cancer treatments, including surgery, radiation therapy and chemotherapy. Some colorectal cancer patients are afraid of the side effects of these therapies, such as big trauma, infection, vomiting, hair loss, fatigue, upset stomach, diarrhea etc, and want to find other treatments with few side effects and less sufferings. Some encounter colorectal cancer recurrence and are unable to bear the pains of traditional cancer therapies. Minimally invasive therapy is a good option with advantages of small trauma, few side effects, speedy recovery, better efficacy etc.

How is colorectal cancer treated by minimally invasive therapy? Mainly this paper introduces you three minimally invasive therapies for colorectal cancer.

Interventional therapy

In interventional therapy, anticancer medicines are injected into accurate tumors, thus drugs concentrated here is 2-8 times higher than intravenous drip, which can effectively kill cancer cells without damage to normal tissues. Transarterial embolization is to cut off the tumor blood vessels so that the tumor dies out of blood supply. Patient who undergo this therapy will not need to have invasive surgery but just open 0.5-1.0mm incision in the blood vessel and skin. It causes only small trauma but can kill cancer cells accurately.

Biological immunotherapy

In biological immunotherapy, firstly a special injection is given to the patient to increase the immunocytes in his or her blood, and then some blood sample will be drawn from the patient’s body. After that, the immunocytes in small amount will be separated out from the blood and cloned to a large amount, and they will be transfused back into the patient's body, so as to improve the patient's immunity.

Combination of TCM & western medicine

Traditional Chinese medicine can help improve patients’ immunity, lessen toxicity of Western medicines and effectively reduce relevant complications. It plays a vital role in prolonging the patients’ survival time and improving their quality of life.

Numerous international cancer patients choose cancer treatment in China, and Modern Cancer Hospital Guangzhou which is accredited by American JCI and jointly invested by Singapore Perennial Group becomes a good option for advanced minimally invasive cancer treatment. A lot of cancer patients from the Philippines, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand etc choose Modern Cancer Hospital Guangzhou, and choose minimally invasive therapy and have gained good treatment effect.

Early Symptoms of Female Liver Cancer

According to statistics, male cancer patients are more than female ones. However, females also need to know about liver cancer so that they can notice the symptoms and take treatment as early as possible. Experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou introduce the early symptoms of female liver cancer to help females know more about liver cancer.

The symptoms are as follows:

1. Right upper quadrant discomforts

2. Obvious indigestion, abdominal distension, and loss of appetite

3. Hepatomegaly and uneven lumps in liver

4. Liver pain

5. Jaundice and liver ascites

6. Vaginal irregular bleeding

7. Thin and weak body

Experts of Modern Cancer Hospital Guangzhou remind that if you have the above symptoms, you should get a medical checkup immediately. Only when you get treatment in the early stage will the treatment effect be better. Females who are responsible for their health should know about symptoms of liver cancer.

The experts also indicate that the minimally invasive treatment brings hope to liver cancer patients. Minimally interventional therapy is widely used in treating liver cancer. It mainly includes liver artery chemotherapy embolism, which has good effect and is a good treatment method for liver cancer.

NanoKnife Mengembalikan Kepercayaan Diri Pasien Kanker Usus Stadium 4

Pada tahun 2013, Prakotharn (Mr. Denchai) yang berasal dari Thailand terdiagnosa kanker usus besar stadium 3 karena mengalami BAB berdarah berulang kali. Atas saran dari dokter, ia pun menjalani operasi pengangkatan tumor. Pada pertengahan tahun 2015, tumornya kambuh kembali dan menyebar, hasil CT menunjukkan bahwa penyebaran di organ hatinya sudah berukuran sekitar 3.5x3cm. Syukurnya, setelah menjalani metode NanoKnife di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, kini kondisinya telah terkontrol dengan baik, angka penanda tumornya juga hampir kembali normal, dan gejala lainnya pun menghilang.

1

 

 

 

 

Prakotharn (Mr. Denchai) (ketiga dari kiri) berfoto bersama tim medis St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

 

BAB Berdarah : Gejala Khas Kanker Usus Besar Prakotharn (Mr. Denchai) berusia 43 tahun, pada tahun 2008, ia mulai mengalami gejala BAB berdarah. BAB berdarah menandakan kalau kanker usus besar sudah mencapai tahap tertentu. Namun, banyak orang yang mengabaikan dengan berpikir bahwa ini hanyalah wasir, bahkan beberapa dokter bisa saja salah mendiagnosanya sebagai wasir. Kenyataannya, kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat kejadian dan kematian yang tinggi, terutama di kalangan usia 45 tahun ke atas. Ketika Anda mengalami BAB berdarah, segeralah melakukan pemeriksaan.

 

Setelah mengalami BAB berdarah, Prakotharn (Mr. Denchai) masih sibuk bekerja dan mengabaikannya. Sampai pada suatu pemeriksaan, ia pun terdiagnosa tumor sigmoid usus. Dengan suasana hati tertekan dan atas saran dokter, ia pun segera menjalani operasi.

2

 

 

 

 

Dr. Bai Haishan, Ahli Pengobatan Minimal Invasif St. Stamfor Modern Cancer Hospital Guangzhou sedang melakukan penusukkan jarum di bagian hati

 

Setelah operasi Prakotharn (Mr. Denchai) pun beristirahat selama 1 bulan, kemudian ia mulai menjalani kemoterapi. Kemoterapi bersifat sistemik, menggunakan obat kemo untuk membunuh sel kanker, yang mana dapat menimbulkan banyak efek samping pada pasien. Dalam proses kemoterapi, Prakotharn (Mr. Denchai) mengalami gejala sendawa. “Seharian gejala itu tidak berhenti, hingga waktu makan dan tidur”. Kemoterapi sangat menyiksa, membuat Prakotharn (Mr. Denchai) menyerah setelah menjalaninya sebanyak 2 kali. Akhirnya, melalui sebuah iklan di TV Thailand, ia mengetahui tentang St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou yang memiliki teknologi Minimal Invasif yang minim efek samping, hal ini membuatnya melihat sebuah harapan, kemudian ia pun ke Guangzhou untuk menjalani pengobatan.

 

Metode NanoKnife Membuat Kanker Terkontrol Dengan Cepat Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Prakotharn (Mr. Denchai) didiagnosa mengalami kekambuhan dengan penyebaran ke organ hati stadium 4. Terhadap pasien kanker hati, tim MDT St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou melakukandiskusi secara mendalam. Karena metastasisnya merupakan lesi tunggal, seorang dokter berucap : Apakah operasi pengangkatan dapat dilakukan? Tapi lokasi lesi dekat dengan vena portal kanan dan arteri hepatika, jika dilakukan pengangkatan jaringan, akan terjadi kerusakan dan ada risiko yang sangat besar. Pada akhirnya, setelah melalui diskusi selama 2 jam, mereka pun memutuskan untuk menerapkan metode NanoKnife.

 

Nanoknife merupakan jenis teknologi ablasi tumor terbaru, bersumber dari Irreversible Electroporation (IRE), menyerang selaput sel kanker menggunakan tegangan tinggi yang dikeluarkan oleh jarum elektroda, membentuk elektroporasi permanen, merusak keseimbangan sel dan membuat sel mati dalam waktu singkat. Dibandingkan dengan operasi konvensional, metode ini tidak merusak jaringan penting di sekitar tumor. Metode ini dapat melindungi pembuluh darah, saluran empedu, saraf, dan berbagai jaringan penting lainnya. Metode abalasi ini bersifat menyeluruh, memiliki batas ablasi yang jelas, mengurangi risiko kekambuhan, serta data memiliki hasil yang setara dengan metode operasi.

4

 

 

 

 

Jarum elektroda melepaskan tegangan tinggi untuk menyerang membran sel kanker

 

Setelah menjalani pengobatan, tumor dengan cepat dapat dikendalikan. Dan selama pengobatan, pasien hampir tidak mengalami mual, muntah dan efek samping pasca kemoterapi lainnya. Dengan cepat, ia yang sebelumnya lemas dan kurang bertenaga pun kembali berenergi, optimas dan percaya diri. Menurut penjelasan kepala dokter Ma Xiaoying, setelah melakukan pemeriksaan, saat ini penanda tumor pasien telah hampir kembali normal dan kini kondisinya tidak berbeda dari orang normal.

5 

 

 

 

 

Prakotharn (Mr. Denchai) pasca pengobatan

 

NanoKnife – Harapan Baru Pengobatan Pasien Kanker Stadium Akhir Teknologi Nanoknife ini telah mendapat izin aplikasi klinis dari FDA, dan sejak tahun 2015 metode ini telah diterapkan di China. Metode ini adalah jenis ablasi untuk tumor padat di hati, pankreas dan berbagai bagian lainnya. Dr. Bai Haishan, kepala ahli Minimal Invasif St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, aplikasi klinis teknologi Nanoknife telah memberikan banyak kesempatan kepada pasien yang tidak dapat menjalani operasi atau ablasi. “Terutama bagi beberapa tumor yang terhubung dengan pembuluh darah besar di area terlarang.. Biasanya dokter akan menjadi tak berdaya, sehingga pasien sering hanya pasif menunggu nasib, namun saat ini, penggunaan jarum-jarum kecil adalah cara efektif untuk menghindari risiko operasi ini,” ucap dr. Bai Haishan.

 

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah berhasil menerapkan teknologi Nanoknife pada pengobatan kanker usus besar dengan penyebaran ke hati, yang berarti bahwa teknologi Nanoknife di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou ini semakin matang dan siap memberikan harapan baru bagi banyak pasien kanker stadium akhir.

Pengobatan Kanker Usus

        Menurut statistik WHO, sekitar 70.000 orang di dunia meninggal akibat kanker usus setiap tahunnya, yang berarti setiap harinya terdapat 2.000 orang yang meninggal karena kanker usus.

Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, tingkat kasus kanker usus berada di peringkat ke-3. Setiap 5 menit terdapat 1 orang meninggal karena kanker usus.

  Namun, pengobatan kanker usus di Indonesia, Singapura, Filipina dan berbagai negara Asia Tenggara lainnya masih terbatas pada metode operasi dan kemoradioterapi. Pasca menjalani metode ini, pasien biasanya mengalami penurunan kualitas hidup dalam keseharian, seperti disfungsi seksual, penurunan fungsi ekskresi, semakin stress dan sebagainya.

  Seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi medis, semakin banyak pasien kanker usus yang memilih untuk menjalani pengobatan di China. Alasannya sangat jelas, di China banyak kota maju dan metode pengobatan di China tidak lagi terbatas pada metode operasi dan kemoradioterapi. Pengobatan minimal invasif dan komprehensif terbaru dapat membantu mengurangi penderitaan pasien kanker usus akibat operasi dan kemoterapi.

  Apa Saja Metode Yang Digunakan Modern Cancer Hospital Guangzhou Untuk Mengobati Kanker Usus?

  Terapi Intervensi: Luka Kecil, Akurat Dalam Membunuh Sel Kanker

  Terapi Intervensi dibagi menjadi “infusi zat kimia lewat arteri (transarterial chemical infusion/TACI)” dan “kemoembolisasi lewat arteri (transarterial chemoembolization/TACE)”. TACI adalah proses infusi obat anti kanker yang secara langsung disuntikkan ke pusat tumor melalui arteri, tingkat konsentrasi obat yang tinggi pada pusat tumor secara efektif membunuh sel kanker tanpa membunuh sel normal lainnya. Sedangkan TACE dapat menyumbat arteri dan membuat tumor “mati kelaparan”. Terapi ini dilakukan tanpa operasi, hanya diperlukan sayatan kecil pada kulit dengan diameter 0.5–1 mm yang menghubungkan ke pembuluh darah, minim luka dan akurat membunuh sel kanker. Metode ini sangat cocok untuk pasien usia lanjut atau pasien stadium lanjut yang tidak dapat menjalani operasi. Ini juga yang menjadi alasan banyak pasien memilih untuk menjalani pengobatan kanker usus di China.

  Imunoterapi : Meningkatkan Imunitas, Memperpanjang Kelangsungan Hidup

  Imunoterapi adalah injeksi obat untuk pasien kanker usus, membuat jumlah sel imun dalam darah pasien meningkat. Akan diambil darah dari tubuh pasien, kemudian dilakukan proses memperbanyak jumlah sel imun di laboratorium, setelah itu darah tersebut akan kembali diinjeksikan ke dalam tubuh pasien. Metode ini dapat secara langsung meningkatkan sel-sel imun dalam tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien. Dikarenakan sel-sel imun tersebut berasal dari tubuh pasien sendiri, maka tidak akan timbul reaksi penolakan. Oleh karena itu, metode ini sangat aman, tanpa efek samping dan cocok diterapkan pada pasien cialis generique dengan semua kondisi (lemah atau kuat).

  Metode Gabungan Pengobatan Barat Dan Timur : Meminimalisir Efek Samping Pengobatan

  Metode Gabungan Pengobatan Barat dan Timur dapat menyeimbangkan dan memperbaiki kondisi tubuh pasca pengobatan, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kondisi fisik pasien. Sementara itu, metode ini dapat mengurangi efek samping dari pengobatan yang telah dijalani, secara efektif mengurangi risiko terjadinya komplikasi, berperan penting untuk memperpanjang kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  “Banyak pasien kanker usus yang dikarenakan memilih metode pengobatan yang kurang sesuai saat stadium awal, menyebabkan waktu pengobatan menjadi tertunda. Hasil pengobatan pada kanker usus stadium lanjut tidak seefektif pengobatan pada stadium awal, oleh karena itu, sangat penting bagi pasien untuk memilih metode pengobatan yang tepat. Menjalani pengobatan di luar negeri khususnya di China merupakan pilihan yang tepat, dapat secara efektif meningkatkan efektivitas pengobatan kanker,” kata ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou – Prof. Peng Xiaochi.

Interventional Therapy and Biological Immunotherapy for Colorectal Cancer

Traditional operation is not suitable for advanced colorectal cancer patients and it is of great limitations due to its high risk, big trauma and severe complications. For many colorectal cancer patients, they may suffer great inconvenience and psychological disorder because operation cannot maintain their anal function. What’s more, colorectal cancer patients may suffer repeated pain due to the poor thoroughness of operation.

  Radiotherapy and chemotherapy damage the immune system in that it kills not only cancer cells but also normal cells. Patients may suffer from severe side effects, like decline in leukocytes and blood platelet, frequent urination, hair losing, vomiting and etc, or even face with the threat of death in that their immunity is so low that cannot fight against cancer and other diseases.

  People may wonder, are

there any better colorectal cancer treatments? The answer is “Yes”, definitely. Today, oncologists of Modern Cancer Hospital Guangzhou are going to recommend two minimally invasive therapies, one is interventional therapy, the other is biological immunotherapy.

  Interventional therapy is a mini-invasive therapy performed under the guidance of medical imaging equipments. With a 1-2 millimeter incision, paracentesis could be performed with the lead of medical imaging equipment. Then a special tube, catheter or other sophisticated apparatus are introduced into human body to inhibit the growth and spread of cancer cells, so as to

cut off the tumor’s blood supply and reach the effect of local chemotherapy without any toxic side effects of chemotherapy.

  Interventional therapy has the advantages of little pain, high efficacy and few toxic side effects. Compared with the traditional chemotherapy, interventional therapy can greatly reduce colorectal cancer patients’ suffering.

  Biological Immunotherapy can not only kill cancer cells, remove the residual disease, prevent the recurrence and metastasis of tumor, but also can restore and rebuild patients’ immune system and inhibit the growth of human cancer cells. There is no rejection reaction occurs in that the immune cells are extracted from the patients, so it is safe and with no side effects. Therefore, it is suitable for colorectal cancer patients to

take it. Patients can get better efficacy when combining with interventional therapy.

  Modern Cancer Hospital Guangzhou brings new hope for colorectal cancer patients in that we are specialized in various kinds of cancer treatment and have many kinds of immunotherapy, like multidisciplinary joint-cell immunotherapy, ACTL cancer cells targeted therapy, etc. Thus, taking cancer treatment viagra online cheap canada in China is a new and better treatment option.

  If you have any questions, please contact us via online consultation or e-mail. If you find our website useful, please follow our FaceBook and YouTube, health information will be updated regularly.

This entry was posted on 18/04/2016, in sel kanker.

Interventional Therapy and Biological Immunotherapy for Colorectal Cancer

       Traditional operation is not suitable for advanced colorectal cancer patients and it is of great limitations due to its high risk, big trauma and severe complications. For many colorectal cancer patients, they may suffer great inconvenience and psychological disorder because operation cannot maintain their anal function. What’s more, colorectal cancer patients may suffer repeated pain due to the poor thoroughness of operation.

  Radiotherapy and chemotherapy damage the immune system in that it kills not only cancer cells but also normal cells. Patients may suffer from severe side effects, like decline in leukocytes and blood platelet, frequent urination, hair losing, vomiting and etc, or even face with the threat of death in that their immunity is so low that cannot fight against cancer and other diseases.

  People may wonder, are there any better colorectal cancer treatments? The answer is “Yes”, definitely. Today, oncologists of Modern Cancer Hospital Guangzhou are going to recommend two minimally invasive therapies, one is interventional therapy, the other is biological immunotherapy.

  Interventional therapy is a mini-invasive therapy performed under the guidance of medical imaging equipments. With a 1-2 millimeter incision, paracentesis could be performed with the lead of medical imaging equipment. Then a special tube, catheter or other sophisticated apparatus are introduced into human body to inhibit the growth and spread of cancer cells, so as to cut off the tumor’s blood supply and reach the effect of local chemotherapy without any toxic side effects of chemotherapy.

  Interventional therapy has the advantages of little pain, high efficacy and few toxic side effects. Compared with the traditional chemotherapy, interventional therapy can greatly reduce colorectal cancer patients’ suffering.

  Biological Immunotherapy can not only kill cancer cells, remove the residual disease, prevent the recurrence and metastasis of tumor, but also can restore and rebuild patients’ immune system and inhibit the growth of human cancer cells. There is no rejection reaction occurs in that the immune cells are extracted from the patients, so it is safe and with no side effects. Therefore, it is suitable for colorectal cancer patients to take it. Patients can get better efficacy when combining with interventional therapy.

  Modern Cancer Hospital Guangzhou brings new hope for colorectal cancer patients in that we are specialized in various kinds of cancer treatment and have many kinds of immunotherapy, like multidisciplinary joint-cell immunotherapy, ACTL cancer cells targeted therapy, etc. Thus, taking cancer treatment in China is a new and better treatment option.

  If you have any questions about cancer, please contact us via online consultation, e-mail. If you want to get more anticancer information, please follow our FaceBook and YouTube.

This entry was posted on 06/04/2016, in 未分类.

Pengobatan Kanker Usus

Kanker usus memberikan dampak yang serius bagi pasien. Saat ini pasien kanker usus dapat menjalani metode pengobatan seperti operasi, kemoterapi, imunoterapi dan berbagai teknologi pengobatan lainnya. Profesor Onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou, Peng Xiaochi akan menjelaskan secara detail tentang pengobatan kanker usus.

  Metode Pengobatan Konvensional Kanker Usus

  1. Operasi

  Operasi adalah pilihan utama pengobatan kanker usus dan penerapan kemoradioterapi sebelum operasi berfungsi untuk meningkatkan tingkat reseksi, meminimalisir peluang kekambuhan dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien. Bagi pasien usia lanjut atau pasien stadium lanjut, operasi pengangkatan umumnya akan memberikan rasa sakit dan bekas luka yang tidak semua orang bisa terima.

  2. Kemoterapi

  Sebagian besar pasien kanker usus mengalami penyebaran dan kekambuhan pasca operasi. Selain sebagian pasien kanker stadium awal, pasien stadium akhir dan pasca operasi rata-rata juga menjalani kemoterapi. Tetapi, kemoterapi dapat menimbulkan berbagai efek samping seperti rambut rontok, muntah, penurunan sistem imun dan lain-lain, yang mana dapat mempercepat kematian atau memperburuk kondisi pasien.

  Teknologi baru pengobatan kanker usus : Metode Pengobatan Komprehensif Minimal Invasif

  1. Imunoterapi

  Di antara seluruh teknologi pengobatan kanker usus, Imunoterapi semakin menjadi pilihan utama para pasien. Profesor dari Modern Cancer Hospital Guangzhou, Peng Xiaochi menyatakan bahwa Imunoterapi adalah metode yang mengembangbiakkan sel imun di luar tubuh dalam skala besar, kemudian sel-sel imun tersebut diinjeksikan kembali ke dalam tubuh pasien, metode ini efektif membunuh sel kanker dan mengontrol penyebaran kanker. Karena keunggulannya yang dapat mengobati secara menyeluruh, tanpa efek toksisitas serta tanpa rasa sakit, Imunoterapi menjadi teknologi pengobatan kanker usus yang paling efektif dan aman saat ini.

  2.Intervensi

  Intervensi dibagi menjadi 2 bagian yaitu Intervensi vaskular dan Intervensi non-vaskular. Pada metode ini dilakukan pembedahan sebesar 1-2mm, lalu dengan panduan alat pencitraan alat sejenis kateter ditusukkan langsung ke tubuh pasien. Metode ini dapat mendiagnosa penyakit atau mengambil jaringan lain selagi memilih pengobatan di bagian lokal. Dengan keunggulan tanpa operasi, minim luka, pemulihan cepat dan hasil yang efektif, penerapan metode Intervensi dalam pendiagnosaan dan pengobatan kanker usus sangatlah luas. Saat ini, Modern Cancer Hospital Guangzhou telah berhasil menangani banyak kasus pasien kanker usus.

  3. Metode Minimal Invasif Gabungan Pengobatan Timur dan Barat Bertarget

  Metode Minimal Invasif Gabungan Pengobatan Timur dan Barat Bertarget adalah kombinasi dari keunggulan pengobatan barat dan timur,

menggunakan sistem pengobatan terbaru untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan minim efek samping. Keunggulan metode pengobatan ini adalah bersifat minimal invasif, dengan luka paling minim mencapai hasil paling maksimal. Metode pengobatan ini dapat mengontrol kestabilan tubuh dan melawan kanker, sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien dan meningkatkan kualitas tubuh. Hal inilah yang menjadi alasan utama pasien asal Indonesia, Singapura, Filipina dan berbagai negara di Asia Tenggara lainnya memilih pengobatan kanker di China.

  Ahli Onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan, karena keterbatasan tertentu, banyak daerah Asia Tenggara lainnya yang tidak dilengkapi fasilitas pengobatan kanker yang bersifat minimal invasif. Operasi dan kemoradioterapi adalah metode utama pengobatan kanker kolon, namun efek samping metode-metode ini membuat banyak pasien menderita. Oleh karena itu, banyak pasien yang memilih menjalani pengobatan kanker ke China. Teknologi pengobatan minimal invasif di Modern Cancer Hospital Guangzhou telah memberikan harapan pengobatan baru bagi pasien kanker usus stadium lanjut dan usia lanjut.

Better Treatment Option for Colorectal Cancer–Minimally Invasive Therapy

          With medical progress, there are many treatment options for colorectal cancer (also named as colon cancer, rectal cancer or bowel cancer), which brings hopes for colorectal cancer patients to fight against cancer. Patients should make suitable treatment option for better therapeutic effect.

  It is acknowledged that there are three traditional cancer treatments, including surgery, radiation therapy and chemotherapy. Some colorectal cancer patients are afraid of the side effects of these therapies, such as big trauma, infection, vomiting, hair loss, fatigue, upset stomach, diarrhea etc, and want to find other treatments with few side effects and less sufferings. Some encounter colorectal cancer recurrence and are unable to bear the pains of traditional cancer therapies. Minimally invasive therapy is a good option with advantages of small trauma, few side effects, speedy recovery, better efficacy etc.

  How is colorectal cancer treated by minimally invasive therapy? Mainly this paper introduces you three minimally invasive therapies for colorectal cancer.

  Interventional therapy

  In interventional therapy, anticancer medicines are injected into accurate tumors, thus drugs concentrated here is 2-8 times higher than intravenous drip, which can effectively kill cancer cells without damage to normal tissues. Transarterial embolization is to cut off the tumor blood vessels so that the tumor dies out of blood supply. Patient who undergo this therapy will not need to have invasive surgery but just open 0.5-1.0mm incision in the blood vessel and skin. It causes only small trauma but can kill cancer cells accurately.

  Biological immunotherapy

  In biological immunotherapy, firstly a special injection is given to the patient to increase the

immunocytes in his or her blood, and then some blood sample will be drawn from the patient’s body. After that, the immunocytes in small amount will be separated out from the blood and cloned to a large amount, and they will be transfused back into the patient's body, so as to improve the patient's immunity.

  Combination of TCM & western medicine

  Traditional Chinese medicine can help improve patients’ immunity, lessen toxicity of Western medicines and effectively reduce relevant complications. It plays a vital role in prolonging the patients’ survival time and improving their quality of prix du cialis dans une pharmacie life.

  Numerous international cancer patients choose cancer treatment in China, and Modern Cancer Hospital Guangzhou which is accredited by American JCI and jointly invested by Singapore Perennial Group becomes a good option for advanced minimally invasive cancer treatment. A lot of cancer patients from the Philippines, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand etc choose Modern Cancer Hospital Guangzhou, and choose minimally invasive therapy and have gained good treatment effect.